Polisi Muda Asal Pinrang Tewas di Barak, Dugaan Kekerasan Internal Guncang Polda Sulsel

Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Zulham Efendi saat melihat kondisi korban Bripda Dirja Pratama yang diduga tewas dianiaya seniornya. (Foto:Ist)

Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Zulham Efendi saat melihat kondisi korban Bripda Dirja Pratama yang diduga tewas dianiaya seniornya. (Foto:Ist)

Makassar, DNID.co.id – Kematian anggota Bintara muda asal Pinrang, Bripda Dirja Pratama (19), angkatan 53, di lingkungan Direktorat Samapta Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) memicu sorotan luas dan tekanan publik, Minggu (22/2/2026). Almarhum dilaporkan meninggal dunia dan diduga menjadi korban Kekerasan oleh seniornya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban sempat dibawa ke RSUD Daya Makassar sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk pemeriksaan menyeluruh guna memastikan penyebab kematian secara objektif.

Pihak keluarga mengaku terpukul atas peristiwa tersebut. Kerabat korban berinisial BHR menegaskan agar kasus ini tidak ditutup-tutupi dan diproses secara transparan.

“Kami tidak ingin ada yang ditutup-tutupi. Jika benar ada penganiayaan, siapapun yang terlibat harus diproses secara hukum. Kami minta keadilan ditegakkan,” tegasnya kepada awak media, Minggu (22/2/2026).

Desakan agar kasus ini diusut tuntas juga mengemuka di tengah masyarakat. Dugaan kekerasan internal dinilai menjadi persoalan serius yang harus ditangani secara terbuka demi menjaga marwah institusi kepolisian.

Sementara itu, Kabid Propam Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol Zulham Efendi, membenarkan bahwa pemeriksaan internal tengah berlangsung. Sejumlah anggota telah dimintai keterangan untuk mendalami kronologi kejadian.

“Kalau nanti terbukti ada penganiayaan, pasti akan kita proses sesuai aturan yang berlaku. Pemeriksaan masih berjalan dan kita belum bisa menyimpulkan,” ujarnya kepada awak media.

Namun hingga berita ini diturunkan, Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, belum memberikan keterangan resmi. Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, yang dikonfirmasi juga belum menyampaikan pernyataan terkait langkah lanjutan yang akan ditempuh. Sikap tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai komitmen keterbukaan dalam penanganan dugaan kekerasan internal.

Aktivis Pemerhati Hukum dan HAM Sulsel, Rahmat Hidayat, SH., menilai jika dugaan kekerasan itu terbukti, maka hal tersebut berpotensi mencederai prinsip profesionalitas dan pembinaan di tubuh kepolisian.

“Tim Reformasi Polri yang telah dibentuk pemerintah, mesti mencatat serius peristiwa ini, terutama terkait profesionalitas dalam pembinaan dan pengawasan internal kepolisian di daerah, termasuk di Polda Sulsel,” tegasnya.

Rahmat menilai kasus ini menjadi ujian serius bagi Polda Sulsel dalam membuktikan komitmen reformasi dan transparansi.

“Jika benar terjadi penganiayaan, maka evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan dan pengawasan internal dinilai mendesak untuk mencegah peristiwa serupa terulang,” tutupnya.

Kini perhatian publik di Sulsel terarah pada proses hukum kasus ini agar bisa diungkap secara terbuka serta akuntabel.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Minggu, 22 Februari 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Daeng Sunu

Editor: Kingzhie

Sumber Berita: Wawancara Narasumber

Penanggung Jawab: Ir. Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran
Adinda Putri Nabiilah Resmi Jadi Advokat, Siap Dampingi Masyarakat dan Insan Pers Babel
Kanit Reskrim Polres Jeneponto Klarifikasi Soal Uang Rp25 Juta yang Viral: Itu Uang Jaminan
Supervisi Divisi Humas Polri di Polda Babel Perkuat Kehumasan Satwil dan Relasi Publik
Kapolres Bangka Barat Perintahkan Polsek Jebus Perkuat Pencegahan Karhutla
Kunjungan Kapolres Memperkuat Komunikasi Sekaligus Menunjukkan Perhatian Terhadap Personel Yang Sakit
Kas Pemkab Bone Bermasalah, Rp2,6 Miliar SP2D-LS Diduga Mengalir Lewat Rekening Bendahara
Sidang Praperadilan Hendy Memanas, Kerusakan MOT Dipersoalkan dalam Dugaan Korupsi
Berita ini 578 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 23:06 WITA

Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran

Kamis, 17 September 2026 - 22:44 WITA

Adinda Putri Nabiilah Resmi Jadi Advokat, Siap Dampingi Masyarakat dan Insan Pers Babel

Kamis, 17 September 2026 - 22:31 WITA

Kanit Reskrim Polres Jeneponto Klarifikasi Soal Uang Rp25 Juta yang Viral: Itu Uang Jaminan

Kamis, 17 September 2026 - 19:55 WITA

Supervisi Divisi Humas Polri di Polda Babel Perkuat Kehumasan Satwil dan Relasi Publik

Kamis, 17 September 2026 - 19:23 WITA

Kunjungan Kapolres Memperkuat Komunikasi Sekaligus Menunjukkan Perhatian Terhadap Personel Yang Sakit

Kamis, 17 September 2026 - 19:22 WITA

Kas Pemkab Bone Bermasalah, Rp2,6 Miliar SP2D-LS Diduga Mengalir Lewat Rekening Bendahara

Kamis, 17 September 2026 - 18:51 WITA

Sidang Praperadilan Hendy Memanas, Kerusakan MOT Dipersoalkan dalam Dugaan Korupsi

Kamis, 17 September 2026 - 18:50 WITA

46 Anggota DPRD Makassar Terseret Lebih Bayar Tunjangan Rp1,4 M, Rp339 Juta Belum Dikembalikan

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran

Kamis, 17 Sep 2026 - 23:06 WITA