Dinilai Mandek Sejak 2025, Aktivis Ultimatum Polres Bantaeng Tuntaskan Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen

Bantaeng, dnid.co.id — Kasus dugaan pemalsuan dokumen di Kabupaten Bantaeng menjadi sorotan kalangan aktivis yang tergabung dalam Koalisi Pemuda dan Mahasiswa (KPM) Sulawesi Selatan.

Kasus yang diduga melibatkan oknum notaris bernama Darmawati tersebut dinilai berjalan di tempat tanpa kejelasan sejak bergulir pada Juni 2025. Aktivis menilai penanganan perkara oleh Satreskrim Polres Bantaeng perlu dievaluasi.

Perwakilan KPM Sulsel, Rachmat Hidayat, mengungkapkan bahwa hingga saat ini korban belum mendapatkan kepastian hukum maupun informasi terkait perkembangan kasus yang dilaporkannya.

“Korban sampai hari ini tidak kunjung diberikan kepastian atas perkembangan kasusnya. Aparat terkesan saling lempar tanggung jawab, mulai dari Kanit hingga penyidik. Ini menunjukkan ketidakprofesionalan. Kapolres harus mengevaluasi, bahkan bila perlu mencopot Kasat Reskrim,” tegas Rachmat.

Menurutnya, kasus tersebut seharusnya menjadi perhatian serius aparat penegak hukum, mengingat menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum di wilayah Polres Bantaeng.

Ia juga menyoroti sikap penyidik yang dinilai tidak proaktif, terutama terhadap terlapor yang disebut telah dua kali mangkir dari panggilan pemeriksaan.

“Penyidik harus tegas. Jika terlapor sudah dua kali tidak memenuhi panggilan, seharusnya ada langkah hukum yang lebih tegas. Korban berhak mendapatkan keadilan secara terbuka atas kerugian yang dialaminya,” tambahnya.

Sementara itu, aktivis lainnya, Sahabudin, memberikan ultimatum kepada pihak kepolisian agar segera menunjukkan perkembangan penanganan kasus tersebut.

Dalam waktu dekat, jika tidak ada tindakan atau perkembangan yang jelas dari pihak kepolisian, kami akan turun aksi mendesak Kapolres untuk mengevaluasi kinerja Satreskrim Polres Bantaeng,” tutupnya.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Sabtu, 4 April 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Editor: Dito

Sumber Berita: KPM Sulsel

Penanggung Jawab: Ir.Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Ditbinmas Polda Sulsel Dorong Kolaborasi Polri dan Masyarakat Ciptakan Kamtibmas Kondusif di Pangkep
Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran
Kanit Reskrim Polres Jeneponto Klarifikasi Soal Uang Rp25 Juta yang Viral: Itu Uang Jaminan
Sidang Praperadilan Hendy Memanas, Kerusakan MOT Dipersoalkan dalam Dugaan Korupsi
46 Anggota DPRD Makassar Terseret Lebih Bayar Tunjangan Rp1,4 M, Rp339 Juta Belum Dikembalikan
Praperadilan Hendy di PN Pangkalpinang: Penyidik Dicecar Dasar Penetapan Tersangka Dugaan Korupsi MOT
Terekam dan Tertangkap, Pria Diduga Asusila di Tempat Umum Diamankan Polisi
Dana BPJS Nakes Diduga Mengendap di RSUD Syekh Yusuf, Kejari Gowa Turun Telusuri Jejaknya
Berita ini 148 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 06:54 WITA

Ditbinmas Polda Sulsel Dorong Kolaborasi Polri dan Masyarakat Ciptakan Kamtibmas Kondusif di Pangkep

Kamis, 17 September 2026 - 23:06 WITA

Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran

Kamis, 17 September 2026 - 22:31 WITA

Kanit Reskrim Polres Jeneponto Klarifikasi Soal Uang Rp25 Juta yang Viral: Itu Uang Jaminan

Kamis, 17 September 2026 - 18:51 WITA

Sidang Praperadilan Hendy Memanas, Kerusakan MOT Dipersoalkan dalam Dugaan Korupsi

Kamis, 17 September 2026 - 18:50 WITA

46 Anggota DPRD Makassar Terseret Lebih Bayar Tunjangan Rp1,4 M, Rp339 Juta Belum Dikembalikan

Kamis, 17 September 2026 - 18:30 WITA

Praperadilan Hendy di PN Pangkalpinang: Penyidik Dicecar Dasar Penetapan Tersangka Dugaan Korupsi MOT

Kamis, 17 September 2026 - 16:55 WITA

Terekam dan Tertangkap, Pria Diduga Asusila di Tempat Umum Diamankan Polisi

Kamis, 17 September 2026 - 16:42 WITA

Dana BPJS Nakes Diduga Mengendap di RSUD Syekh Yusuf, Kejari Gowa Turun Telusuri Jejaknya

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran

Kamis, 17 Sep 2026 - 23:06 WITA