Sekda Sulsel Jufri Rahman Tekankan Tata Kelola Transparan saat Exit Meeting BPK

Makassar,DNID.co.id – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menghadiri Exit Meeting Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang digelar di Baruga Lounge Kantor Gubernur Sulsel, Kamis,21 Mei 2026.

Exit Meeting merupakan bagian akhir dari rangkaian pemeriksaan BPK sebelum penyampaian hasil pemeriksaan kepada pemerintah daerah. Forum ini menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan tata kelola keuangan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Jufri menegaskan bahwa proses pemeriksaan BPK merupakan bagian penting dalam mewujudkan pemerintahan yang taat asas, transparan, dan akuntabel.

“Hal ini tentu penting untuk mewujudkan pemerintahan yang taat asas sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas,” ujar Jufri kepada wartawan.

Menurutnya, pemeriksaan keuangan menjadi semakin penting seiring mulai dijalankannya sejumlah program strategis Pemprov Sulsel melalui skema multiyears project.

“Apalagi Pemprov Sulsel tahun ini mulai melaksanakan program multiyears project yang memiliki tantangan tersendiri, khususnya dari aspek tata kelola penganggaran dan pertanggungjawaban,” katanya.

Program multiyears dinilai membutuhkan pengawasan dan ketelitian administrasi yang lebih kuat karena melibatkan pelaksanaan anggaran lintas tahun.

Jufri menegaskan, Pemprov Sulsel memaknai pemeriksaan BPK bukan sekadar langkah korektif, melainkan bagian dari upaya pembinaan dalam membangun kesepahaman terkait pengelolaan anggaran yang sesuai regulasi.

“Pemeriksaan BPK ini bukan sekadar tindakan korektif, tetapi juga upaya pembinaan untuk membangun kesepahaman dalam mewujudkan tata kelola pengelolaan anggaran yang sesuai regulasi dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ucapnya.

Ia menambahkan, setiap anggaran yang digunakan pemerintah daerah harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Pada prinsipnya, satu rupiah uang yang digunakan Pemerintah Provinsi Sulsel harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat Sulawesi Selatan,” tambah Jufri.

Jufri berharap hasil pemeriksaan, termasuk masukan dan rekomendasi dari BPK, dapat menjadi pembelajaran untuk memperkuat sistem pengawasan dan mitigasi pada tahun-tahun berikutnya.

“Rekomendasi yang diberikan tentu harus menjadi acuan dalam bekerja dan bertindak ke depan agar tata kelola pemerintahan semakin baik,” katanya.

Ia juga meminta seluruh jajaran Pemprov Sulsel bersikap terbuka dan kooperatif selama proses pemeriksaan berlangsung.

“Dalam setiap forum pemeriksaan seperti ini, berikanlah keterangan yang seterang-terangnya dan jangan ada yang ditutupi,” tegasnya.

Menurut Jufri, kelengkapan data dan informasi sangat menentukan kualitas hasil pemeriksaan.

Jufri juga menegaskan bahwa BPK merupakan lembaga negara yang memiliki kewenangan konstitusional dalam melakukan pemeriksaan pengelolaan keuangan negara sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945.

Pemprov Sulsel menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik guna mendukung pembangunan Sulawesi Selatan yang maju dan berkarakter.​

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Jumat, 22 Mei 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Editor: Kingzhie

Sumber Berita: Pemprov Sulsel

Penanggung Jawab: Ir. Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Doa Bersama Merajut Asa, IJTI Sulselbar Berharap Keajaiban untuk 5 Jurnalis Hilang saat Liputan Erupsi Krakatau
Adinda Putri Nabiilah Resmi Jadi Advokat, Siap Dampingi Masyarakat dan Insan Pers Babel
Supervisi Divisi Humas Polri di Polda Babel Perkuat Kehumasan Satwil dan Relasi Publik
Kapolres Bangka Barat Perintahkan Polsek Jebus Perkuat Pencegahan Karhutla
Kunjungan Kapolres Memperkuat Komunikasi Sekaligus Menunjukkan Perhatian Terhadap Personel Yang Sakit
Kas Pemkab Bone Bermasalah, Rp2,6 Miliar SP2D-LS Diduga Mengalir Lewat Rekening Bendahara
Sembilan Jurnalis Kepri Bergabung dengan DPP PJS, Kompetensi dan Advokasi Jadi Fokus
Di Balik Gunting Pita Jalan Lemo-Pasaka Kahu, Nama AIA Tidak Muncul di Pemberitaan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 09:00 WITA

Doa Bersama Merajut Asa, IJTI Sulselbar Berharap Keajaiban untuk 5 Jurnalis Hilang saat Liputan Erupsi Krakatau

Kamis, 17 September 2026 - 22:44 WITA

Adinda Putri Nabiilah Resmi Jadi Advokat, Siap Dampingi Masyarakat dan Insan Pers Babel

Kamis, 17 September 2026 - 19:55 WITA

Supervisi Divisi Humas Polri di Polda Babel Perkuat Kehumasan Satwil dan Relasi Publik

Kamis, 17 September 2026 - 19:32 WITA

Kapolres Bangka Barat Perintahkan Polsek Jebus Perkuat Pencegahan Karhutla

Kamis, 17 September 2026 - 19:23 WITA

Kunjungan Kapolres Memperkuat Komunikasi Sekaligus Menunjukkan Perhatian Terhadap Personel Yang Sakit

Kamis, 17 September 2026 - 19:22 WITA

Kas Pemkab Bone Bermasalah, Rp2,6 Miliar SP2D-LS Diduga Mengalir Lewat Rekening Bendahara

Kamis, 17 September 2026 - 15:54 WITA

Sembilan Jurnalis Kepri Bergabung dengan DPP PJS, Kompetensi dan Advokasi Jadi Fokus

Kamis, 17 September 2026 - 15:50 WITA

Di Balik Gunting Pita Jalan Lemo-Pasaka Kahu, Nama AIA Tidak Muncul di Pemberitaan

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran

Kamis, 17 Sep 2026 - 23:06 WITA