HPMB Raya Desak Perbaikan Infrastruktur, Warga Bantaeng Malah Bubarkan Demo

Massa PB HPMB Raya dibubarkan paksa saat menggelar aksi di depan Kantor Bupati Bantaeng. (dok:ist)

Massa PB HPMB Raya dibubarkan paksa saat menggelar aksi di depan Kantor Bupati Bantaeng. (dok:ist)

Bantaeng,DNID.co.id – Aksi demonstrasi yang digelar Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng Raya (HPMB Raya) di depan Kantor Bupati Bantaeng, Jumat (29/5/2026), diwarnai ketegangan dan nyaris berujung bentrok antara massa aksi dan sejumlah kelompok masyarakat.

Aksi yang berlangsung kurang lebih dua jam itu diwarnai aksi saling dorong, adu mulut hingga upaya pembubaran massa demonstrasi oleh sejumlah warga yang berada di lokasi.

Dari pantauan di lapangan, ketegangan mulai terjadi ketika massa HPMB Raya terus menyampaikan orasi terkait persoalan pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan hingga fasilitas pendidikan di wilayah Desa Pa’bumbungang, Kecamatan Eremerasa.

Namun di saat bersamaan, sejumlah masyarakat yang berada di sekitar lokasi justru meminta agar aksi tersebut segera dibubarkan.

Beberapa warga bahkan terlihat berupaya merangsek masuk ke barisan massa aksi sehingga situasi sempat memanas dan nyaris terjadi bentrokan fisik.

Beruntung aparat kepolisian yang berjaga di lokasi segera membentuk barikade dan melerai kedua kelompok massa sehingga kericuhan lebih besar berhasil dicegah.

Sepanjang aksi berlangsung, massa HPMB Raya terus berorasi di tengah teriakan dan makian dari kelompok masyarakat yang menolak aksi tersebut.

Usai demonstrasi bubar, massa HPMB Raya terlihat bergerak menuju kantor kepolisian untuk melaporkan dugaan tindak kekerasan yang diduga dilakukan oleh kelompok yang mencoba membubarkan aksi mereka.

Dalam selebaran sikapnya, HPMB Raya menyoroti sejumlah persoalan mendasar yang dinilai belum mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Bantaeng.

Mereka menilai pembangunan di daerah tidak boleh berhenti pada narasi pencitraan dan janji politik semata.

“Pembangunan tidak boleh berhenti pada baliho, pidato seremonial, dan janji kampanye. Pemerintah hadir bukan untuk mempertontonkan citra, melainkan memastikan rakyat mendapatkan hak hidup yang layak, adil, dan merata,” bunyi pernyataan sikap HPMB Raya.

Massa aksi mendesak Pemerintah Kabupaten Bantaeng dan Dinas PUPR segera merealisasikan pembangunan jalan di Desa Pa’bumbungang, khususnya di Kampung Babangeng yang disebut mengalami kerusakan parah.

Mereka juga meminta Dinas Kesehatan mengaktifkan kembali fasilitas kesehatan yang terbengkalai serta mendesak Dinas Pendidikan memperhatikan kondisi fasilitas pendidikan yang disebut tidak layak.

“Tidak boleh ada anak bangsa yang kehilangan masa depan hanya karena lahir jauh dari pusat kekuasaan dan pembangunan,” demikian isi tuntutan massa aksi.

Selain itu, massa aksi juga menuntut Bupati Bantaeng menuntaskan janji politik yang sebelumnya disampaikan kepada masyarakat.

“Aksi ini bukan sekadar protes, melainkan peringatan bahwa rakyat tidak pernah kehilangan hak untuk menagih tanggung jawab kekuasaan,” tegas Nusrul Adriansyah selaku Jenderal Lapangan HPMB Raya.

Di sisi lain, salah satu tokoh masyarakat yang berada di lokasi aksi menilai demonstrasi tersebut terkesan dipaksakan dan bermuatan politis.

“Kita kalau mau demo harus sesuai, by data apakah sudah koordinasi dengan pihak terkait atau bagaimana. Jadi bupati wewenangnya mengusulkan itu. Ini kan APBN, pusat yang menentukan,” ujarnya.

Ia juga menilai massa aksi seharusnya lebih dahulu mempertanyakan mekanisme pengusulan pembangunan kepada instansi terkait sebelum melakukan demonstrasi.

“Kehadiran aksi ini mengada-ada, terkesan politis. Apakah benar ini sudah diusulkan harusnya dipertanyakan dulu di pihak terkait,” lanjutnya.

Tokoh masyarakat tersebut juga mengkritik lokasi demonstrasi yang dinilai mengganggu arus lalu lintas di jalan poros.

“Menyampaikan aksi itu wajar, tapi di jalan poros itu terkendala jalanan. Aliansi masyarakat juga sudah jenuh melihat aksi ini,” tandasnya.

​

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Jumat, 29 Mei 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Andi Muh. Akbar Razak

Editor: Kingzhie

Penanggung Jawab: Ir. Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat
Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam
Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi
Mengapa Maslih Jadi Tersangka tetapi Tidak Ditahan, Ini Penjelasan Kapolres Belitung
Kasus BBM Belitung Memanas, Polisi Akhirnya Buka Suara
Sengketa Lahan Pantai Takari: Ahli Waris Ajukan PK ke Mahkamah Agung, Soroti Dugaan Mafia Tanah
Polisi Hadir di Rumah Ibadah, Ini Pesan Kapolsek Tempilang kepada Jemaat
Dampak Video Viral Dugaan Penolakaan Pasien, Petugas Keamanan RSUD La Palaloi Dikeluarkan
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:40 WITA

Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat

Senin, 2 November 2026 - 14:11 WITA

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam

Senin, 2 November 2026 - 11:16 WITA

Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi

Minggu, 1 November 2026 - 20:16 WITA

Mengapa Maslih Jadi Tersangka tetapi Tidak Ditahan, Ini Penjelasan Kapolres Belitung

Minggu, 1 November 2026 - 19:23 WITA

Kasus BBM Belitung Memanas, Polisi Akhirnya Buka Suara

Minggu, 1 November 2026 - 17:02 WITA

Sengketa Lahan Pantai Takari: Ahli Waris Ajukan PK ke Mahkamah Agung, Soroti Dugaan Mafia Tanah

Minggu, 1 November 2026 - 14:53 WITA

Polisi Hadir di Rumah Ibadah, Ini Pesan Kapolsek Tempilang kepada Jemaat

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:08 WITA

Dampak Video Viral Dugaan Penolakaan Pasien, Petugas Keamanan RSUD La Palaloi Dikeluarkan

Berita Terbaru

Serba-Serbi

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Selasa, 3 Nov 2026 - 01:33 WITA

Serba-Serbi

4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk

Selasa, 3 Nov 2026 - 00:52 WITA