Sinergi Guru Dan Staf MAN 1 Bulukumba: Patungan Cinta Lewat 5 Ekor Hewan Kurban
Bulukumba,DNID.co.id – Suasana Hari Raya Iduladha di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bulukumba tahun ini terasa sangat berbeda dan menyentuh hati . Bukan sekadar ritual tahunan, sebuah gerakan sarat makna lahir dari ketulusan para pendidik dan tenaga kependidikan.
Lewat tajuk “Patungan Cinta”, seluruh elemen guru dan staf tata usaha bersinergi mengumpulkan rezeki hingga berhasil berkurban 5 ekor hewan kurban untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan Rabu (27/05/2026).
Aksi nyata ini menjadi bukti bahwa para pahlawan tanpa tanda jasa di MAN 1 Bulukumba tidak hanya mentransfer ilmu di dalam ruang kelas, tetapi juga memberikan teladan nyata tentang arti pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial yang sesungguhnya.
Ide “Patungan Cinta” ini bergulir dari kesepakatan bersama para guru dan staf yang menyisihkan sebagian penghasilan mereka setiap bulan. Sedikit demi sedikit, celengan kebersamaan tersebut akhirnya mewujud menjadi 5 ekor hewan kurban siap sembelih.
Kepala MAN 1 Bulukumba, H. Syarifuddin, S.Ag,MM mengungkapkan rasa haru dan bangganya atas dedikasi luar biasa yang ditunjukkan oleh seluruh jajarannya.
“Ini bukan sekadar tentang jumlah hewan kurban yang disembelih, melainkan tentang getaran cinta dan sinergi di dalamnya. Guru dan staf kami membuktikan bahwa dengan bergotong royong, hal yang berat menjadi ringan. Kami ingin menebar senyum di rumah-rumah warga Bulukumba melalui kurban ini,” ujar H. Syarifuddin, S.Ag,MM.
Sementara itu, suasana halaman MAN 1 Bulukumba mendadak berubah menjadi panggung gotong royong raksasa. Tidak ada sekat antara kepala madrasah, guru senior, maupun staf muda.
Semua melebur dan berbagi tugas dengan penuh sukacita. Ada tim yang mengurus logistik, tim pemotong, hingga ibu-ibu guru yang cekatan menimbang dan mengemas daging. Nilai-nilai karakter seperti kerja sama, kerja keras, dan religiusitas yang selama ini diajarkan di kelas, hari itu dipraktikkan langsung di lapangan dan disaksikan oleh para siswa.
Guna menjaga kelestarian lingkungan, panitia mengemas daging kurban menggunakan wadah ramah lingkungan. Paket-paket “Patungan Cinta” ini kemudian didistribusikan secara door-to-door kepada warga kurang mampu di sekitar lingkungan madrasah, para pekerja jalanan, serta keluarga siswa yang membutuhkan bantuan.
Langkah bermakna dari MAN 1 Bulukumba ini berhasil memahat cerita indah di Iduladha tahun ini. Sebuah pesan kuat tersampaikan: bahwa pendidikan terbaik adalah teladan nyata, dan cinta paling sejati adalah cinta yang didekatkan melalui berbagi terhadap sesama.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Sinergi Guru Dan Staf MAN 1 Bulukumba: Patungan Cinta Lewat 5 Ekor Hewan Kurban
SABTU, 30 MEI 2026
Bulukumba,DNID.co.id – Suasana Hari Raya Iduladha di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bulukumba tahun ini terasa sangat berbeda dan menyentuh hati . Bukan sekadar ritual tahunan, sebuah gerakan sarat makna lahir dari ketulusan para pendidik dan tenaga kependidikan.
Lewat tajuk "Patungan Cinta", seluruh elemen guru dan staf tata usaha bersinergi mengumpulkan rezeki hingga berhasil berkurban 5 ekor hewan kurban untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan Rabu (27/05/2026).
Aksi nyata ini menjadi bukti bahwa para pahlawan tanpa tanda jasa di MAN 1 Bulukumba tidak hanya mentransfer ilmu di dalam ruang kelas, tetapi juga memberikan teladan nyata tentang arti pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial yang sesungguhnya.
Ide "Patungan Cinta" ini bergulir dari kesepakatan bersama para guru dan staf yang menyisihkan sebagian penghasilan mereka setiap bulan. Sedikit demi sedikit, celengan kebersamaan tersebut akhirnya mewujud menjadi 5 ekor hewan kurban siap sembelih.
Kepala MAN 1 Bulukumba, H. Syarifuddin, S.Ag,MM mengungkapkan rasa haru dan bangganya atas dedikasi luar biasa yang ditunjukkan oleh seluruh jajarannya.
"Ini bukan sekadar tentang jumlah hewan kurban yang disembelih, melainkan tentang getaran cinta dan sinergi di dalamnya. Guru dan staf kami membuktikan bahwa dengan bergotong royong, hal yang berat menjadi ringan. Kami ingin menebar senyum di rumah-rumah warga Bulukumba melalui kurban ini," ujar H. Syarifuddin, S.Ag,MM.
Sementara itu, suasana halaman MAN 1 Bulukumba mendadak berubah menjadi panggung gotong royong raksasa. Tidak ada sekat antara kepala madrasah, guru senior, maupun staf muda.
Semua melebur dan berbagi tugas dengan penuh sukacita. Ada tim yang mengurus logistik, tim pemotong, hingga ibu-ibu guru yang cekatan menimbang dan mengemas daging. Nilai-nilai karakter seperti kerja sama, kerja keras, dan religiusitas yang selama ini diajarkan di kelas, hari itu dipraktikkan langsung di lapangan dan disaksikan oleh para siswa.
Guna menjaga kelestarian lingkungan, panitia mengemas daging kurban menggunakan wadah ramah lingkungan. Paket-paket "Patungan Cinta" ini kemudian didistribusikan secara door-to-door kepada warga kurang mampu di sekitar lingkungan madrasah, para pekerja jalanan, serta keluarga siswa yang membutuhkan bantuan.
Langkah bermakna dari MAN 1 Bulukumba ini berhasil memahat cerita indah di Iduladha tahun ini. Sebuah pesan kuat tersampaikan: bahwa pendidikan terbaik adalah teladan nyata, dan cinta paling sejati adalah cinta yang didekatkan melalui berbagi terhadap sesama.