Petani dan Bupati Kompak Apresiasi Inovasi Pangan Kapolres Bangka Barat
MENTOK ,Dnid.Co.Id – Sebuah lahan kritis seluas 1,8 hektare di kawasan Ketapang, Kabupaten Bangka Barat, yang sebelumnya terbengkalai dan minim produktivitas, kini menghasilkan sekitar 15 ton semangka. Keberhasilan panen raya yang digelar Senin (8/6/2026) itu menuai apresiasi dari petani hingga Bupati Bangka Barat karena dinilai menjadi bukti nyata bahwa lahan yang dianggap tidak bernilai masih mampu menghasilkan keuntungan ekonomi jika dikelola secara serius.
Panen tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Polres Bangka Barat dan Kelompok Tani Belo Maju Desa Belo Laut, Kecamatan Mentok. Sebanyak 2.000 bibit semangka yang ditanam pada April 2026 berhasil tumbuh optimal dan dipanen dalam waktu sekitar dua bulan.
Di tengah masih banyaknya lahan tidur yang belum tergarap di Bangka Barat, keberhasilan Lahan Ketapang menjadi perhatian karena menunjukkan bahwa pendekatan inovatif dan kemauan kuat dapat mengubah kawasan kritis menjadi sentra pertanian produktif.
Perwakilan Kelompok Tani Belo Maju mengungkapkan, sebelum dikelola bersama, lahan tersebut hanya berupa area kurang produktif yang belum dimanfaatkan secara maksimal.
Menurutnya, perubahan besar itu berawal dari gagasan Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha yang mendorong pemanfaatan lahan kritis untuk mendukung sektor pertanian.
“Kami sangat mengapresiasi Bapak Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha. Beliau memiliki gagasan yang luar biasa dalam pemanfaatan lahan. Yang sebelumnya merupakan lahan kritis dan kurang produktif, kini bisa menjadi lahan pertanian yang menghasilkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar perwakilan Kelompok Tani Belo Maju.
Petani menilai keberhasilan tersebut bukan sekadar soal panen semangka, melainkan bukti bahwa lahan terbengkalai dapat diubah menjadi sumber ekonomi baru jika mendapat perhatian dan pengelolaan yang tepat.
“Ini bukan hanya soal panen semangka, tetapi bagaimana sebuah lahan yang sebelumnya terbengkalai dapat disulap menjadi lahan yang produktif. Kami melihat langsung bagaimana perhatian dan dukungan Kapolres Bangka Barat terhadap sektor pertanian sehingga hasilnya bisa dirasakan bersama,” katanya.
Apresiasi serupa datang dari Bupati Bangka Barat Markus, S.H. yang hadir langsung dalam panen raya tersebut. Markus menilai keberhasilan itu menjadi inspirasi bagi para petani untuk tidak ragu mengelola lahan yang selama ini dianggap tidak produktif.
“Saya memberikan apresiasi kepada Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha yang telah menghadirkan sebuah inspirasi nyata bagi para petani di Bangka Barat. Apa yang dilakukan beliau membuktikan bahwa lahan kritis bukan berarti tidak bisa dimanfaatkan,” kata Markus.
Menurut Markus, hasil panen sekitar 15 ton semangka menjadi bukti konkret bahwa inovasi, kemauan, dan kolaborasi mampu mengubah tantangan menjadi peluang ekonomi.
“Hari ini kita melihat langsung hasilnya. Dari lahan yang sebelumnya kurang produktif kini mampu menghasilkan sekitar 15 ton semangka. Ini adalah bukti nyata keseriusan Kapolres Bangka Barat dalam mendukung ketahanan pangan dan memberikan inspirasi kepada masyarakat, khususnya para petani,” ujarnya.
Keberhasilan Lahan Ketapang tidak hanya mencerminkan hasil pertanian yang melimpah, tetapi juga memperlihatkan model kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, dan kelompok tani dalam memanfaatkan lahan yang selama ini terabaikan. Di tengah dorongan penguatan ketahanan pangan nasional, capaian tersebut menjadi contoh bahwa lahan kritis bukan akhir dari produktivitas, melainkan awal dari peluang baru jika dikelola dengan visi dan komitmen yang kuat.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Petani dan Bupati Kompak Apresiasi Inovasi Pangan Kapolres Bangka Barat
SENIN, 8 JUNI 2026
MENTOK ,Dnid.Co.Id – Sebuah lahan kritis seluas 1,8 hektare di kawasan Ketapang, Kabupaten Bangka Barat, yang sebelumnya terbengkalai dan minim produktivitas, kini menghasilkan sekitar 15 ton semangka. Keberhasilan panen raya yang digelar Senin (8/6/2026) itu menuai apresiasi dari petani hingga Bupati Bangka Barat karena dinilai menjadi bukti nyata bahwa lahan yang dianggap tidak bernilai masih mampu menghasilkan keuntungan ekonomi jika dikelola secara serius.
Panen tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Polres Bangka Barat dan Kelompok Tani Belo Maju Desa Belo Laut, Kecamatan Mentok. Sebanyak 2.000 bibit semangka yang ditanam pada April 2026 berhasil tumbuh optimal dan dipanen dalam waktu sekitar dua bulan.
Di tengah masih banyaknya lahan tidur yang belum tergarap di Bangka Barat, keberhasilan Lahan Ketapang menjadi perhatian karena menunjukkan bahwa pendekatan inovatif dan kemauan kuat dapat mengubah kawasan kritis menjadi sentra pertanian produktif.
Perwakilan Kelompok Tani Belo Maju mengungkapkan, sebelum dikelola bersama, lahan tersebut hanya berupa area kurang produktif yang belum dimanfaatkan secara maksimal.
Menurutnya, perubahan besar itu berawal dari gagasan Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha yang mendorong pemanfaatan lahan kritis untuk mendukung sektor pertanian.
"Kami sangat mengapresiasi Bapak Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha. Beliau memiliki gagasan yang luar biasa dalam pemanfaatan lahan. Yang sebelumnya merupakan lahan kritis dan kurang produktif, kini bisa menjadi lahan pertanian yang menghasilkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar perwakilan Kelompok Tani Belo Maju.
Petani menilai keberhasilan tersebut bukan sekadar soal panen semangka, melainkan bukti bahwa lahan terbengkalai dapat diubah menjadi sumber ekonomi baru jika mendapat perhatian dan pengelolaan yang tepat.
"Ini bukan hanya soal panen semangka, tetapi bagaimana sebuah lahan yang sebelumnya terbengkalai dapat disulap menjadi lahan yang produktif. Kami melihat langsung bagaimana perhatian dan dukungan Kapolres Bangka Barat terhadap sektor pertanian sehingga hasilnya bisa dirasakan bersama," katanya.
Apresiasi serupa datang dari Bupati Bangka Barat Markus, S.H. yang hadir langsung dalam panen raya tersebut. Markus menilai keberhasilan itu menjadi inspirasi bagi para petani untuk tidak ragu mengelola lahan yang selama ini dianggap tidak produktif.
"Saya memberikan apresiasi kepada Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha yang telah menghadirkan sebuah inspirasi nyata bagi para petani di Bangka Barat. Apa yang dilakukan beliau membuktikan bahwa lahan kritis bukan berarti tidak bisa dimanfaatkan," kata Markus.
Menurut Markus, hasil panen sekitar 15 ton semangka menjadi bukti konkret bahwa inovasi, kemauan, dan kolaborasi mampu mengubah tantangan menjadi peluang ekonomi.
"Hari ini kita melihat langsung hasilnya. Dari lahan yang sebelumnya kurang produktif kini mampu menghasilkan sekitar 15 ton semangka. Ini adalah bukti nyata keseriusan Kapolres Bangka Barat dalam mendukung ketahanan pangan dan memberikan inspirasi kepada masyarakat, khususnya para petani," ujarnya.
Keberhasilan Lahan Ketapang tidak hanya mencerminkan hasil pertanian yang melimpah, tetapi juga memperlihatkan model kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, dan kelompok tani dalam memanfaatkan lahan yang selama ini terabaikan. Di tengah dorongan penguatan ketahanan pangan nasional, capaian tersebut menjadi contoh bahwa lahan kritis bukan akhir dari produktivitas, melainkan awal dari peluang baru jika dikelola dengan visi dan komitmen yang kuat.