Viral! Menu MBG Berulat Disajikan ke Siswa SD di Jeneponto

Menu MBG berulat ditemukan di Sekolah Dasar Jeneponto. (dok:Arief)

Menu MBG berulat ditemukan di Sekolah Dasar Jeneponto. (dok:Arief)

Jeneponto, DNID.co.id – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, mendapat sorotan dari Koalisi Pemuda dan Mahasiswa Sulawesi Selatan (KPM Sulsel). Organisasi tersebut mendesak adanya evaluasi menyeluruh setelah muncul temuan dugaan makanan berulat yang dibagikan kepada siswa di salah satu sekolah dasar.

Ketua Bidang Hukum dan HAM KPM Sulsel, Irfan Arsandy, mengatakan pihaknya menerima informasi terkait menu MBG yang tidak layak konsumsi di Kecamatan Tamalatea. Temuan tersebut dinilai menjadi peringatan serius bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program.

“Kejadian baru-baru ini, penyaluran MBG di salah satu sekolah dasar di Kecamatan Tamalatea, kami dapatkan informasi makanannya berulat dan tidak layak makan, ini miris sekali dan wajib segera dievaluasi,” ucap Irfan kepada DNID, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa dianggap sebagai masalah teknis semata. Program MBG merupakan kebijakan strategis yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah melalui pemenuhan gizi yang memadai.

Selain dugaan makanan berulat, KPM Sulsel juga menyoroti sejumlah aspek lain dalam pelaksanaan program di berbagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jeneponto, di antaranya Binamu, Rumbia, Taroang, Tamalatea, Bangkala, Bangkala Barat, Bontoramba, Arungkeke, dan Kelara.

Irfan menyebut pihaknya menemukan indikasi ketidaksesuaian komposisi menu dengan kebutuhan gizi siswa berdasarkan kelompok usia, kurangnya variasi makanan, hingga kualitas penyajian yang dinilai belum sepenuhnya memenuhi standar gizi seimbang.

“Kami menemukan adanya dugaan ketidaksesuaian komposisi menu dengan kebutuhan gizi siswa berdasarkan jenjang usia, kurangnya variasi makanan, serta kualitas penyajian yang belum sepenuhnya mencerminkan standar gizi seimbang. Jika ini dibiarkan, maka tujuan besar program ini bisa melenceng dari substansinya,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemenuhan gizi bagi peserta didik bukan hanya bertujuan menghilangkan rasa lapar, tetapi juga memastikan terpenuhinya kebutuhan protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral yang berperan penting dalam menunjang kesehatan, konsentrasi belajar, serta pertumbuhan anak dalam jangka panjang.

KPM Sulsel menilai pengawasan terhadap program yang menggunakan anggaran negara harus dilakukan secara ketat. Organisasi tersebut menyebut perlindungan hak anak, kontrol sosial terhadap program publik, menjaga kualitas generasi muda, serta mendorong transparansi dan akuntabilitas menjadi alasan utama mereka menyuarakan persoalan tersebut.

Karena itu, KPM Sulsel mendesak pemerintah daerah bersama pihak pelaksana untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh SPPG di Kabupaten Jeneponto. Evaluasi tersebut dinilai perlu mencakup audit kualitas menu, pemeriksaan rantai distribusi makanan, hingga pengawasan berkala oleh tenaga ahli gizi.

“Kami menegaskan, kritik ini adalah bentuk tanggung jawab moral dan sosial. Jangan sampai program yang dirancang untuk membangun generasi justru berjalan tanpa pengawasan yang ketat. Kepentingan siswa harus menjadi prioritas utama,” tutup Irfan Arsandy.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Kamis, 11 Juni 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Arief Daeng Sunu

Editor: Kingzhie

Sumber Berita: Wawancara Narasumber

Penanggung Jawab: Ir. Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Ditbinmas Polda Sulsel Dorong Kolaborasi Polri dan Masyarakat Ciptakan Kamtibmas Kondusif di Pangkep
Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran
Adinda Putri Nabiilah Resmi Jadi Advokat, Siap Dampingi Masyarakat dan Insan Pers Babel
Kanit Reskrim Polres Jeneponto Klarifikasi Soal Uang Rp25 Juta yang Viral: Itu Uang Jaminan
Total Harta 3 Legislator Gowa yang Bertemu Bupati Husniah Capai Rp11,27 Miliar, Ini Rinciannya
Supervisi Divisi Humas Polri di Polda Babel Perkuat Kehumasan Satwil dan Relasi Publik
Kapolres Bangka Barat Perintahkan Polsek Jebus Perkuat Pencegahan Karhutla
Kunjungan Kapolres Memperkuat Komunikasi Sekaligus Menunjukkan Perhatian Terhadap Personel Yang Sakit
Berita ini 370 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 06:54 WITA

Ditbinmas Polda Sulsel Dorong Kolaborasi Polri dan Masyarakat Ciptakan Kamtibmas Kondusif di Pangkep

Kamis, 17 September 2026 - 23:06 WITA

Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran

Kamis, 17 September 2026 - 22:44 WITA

Adinda Putri Nabiilah Resmi Jadi Advokat, Siap Dampingi Masyarakat dan Insan Pers Babel

Kamis, 17 September 2026 - 22:31 WITA

Kanit Reskrim Polres Jeneponto Klarifikasi Soal Uang Rp25 Juta yang Viral: Itu Uang Jaminan

Kamis, 17 September 2026 - 19:55 WITA

Supervisi Divisi Humas Polri di Polda Babel Perkuat Kehumasan Satwil dan Relasi Publik

Kamis, 17 September 2026 - 19:32 WITA

Kapolres Bangka Barat Perintahkan Polsek Jebus Perkuat Pencegahan Karhutla

Kamis, 17 September 2026 - 19:23 WITA

Kunjungan Kapolres Memperkuat Komunikasi Sekaligus Menunjukkan Perhatian Terhadap Personel Yang Sakit

Kamis, 17 September 2026 - 19:22 WITA

Kas Pemkab Bone Bermasalah, Rp2,6 Miliar SP2D-LS Diduga Mengalir Lewat Rekening Bendahara

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran

Kamis, 17 Sep 2026 - 23:06 WITA