Jelang MUBES II IKAJO Sulsel, Nama Andi Rio Idris Padjalangi Makin Kuat, Ini Alasannya
Menjelang MUBES II dan Reuni Akbar di Yogyakarta, nama mantan anggota DPR RI tiga periode itu disebut memiliki rekam jejak, jaringan luas, dan kepedulian tinggi terhadap alumni Jogja di Sulawesi Selatan.
Makassar, DNID.co.id – Bursa calon pimpinan Dewan Pimpinan Nasional Ikatan Alumni Jogjakarta Sulawesi Selatan (DPN IKAJO Sulsel) periode 2026-2030 mulai menghangat menjelang Musyawarah Besar (MUBES) II dan Reuni Akbar yang akan digelar pada 3 Juli 2026 di Yogyakarta.
Nama Andi Rio Idris Padjalangi disebut menjadi salah satu figur yang paling berpeluang masuk jajaran presidium bahkan memimpin organisasi tersebut.
Koordinator Presidium DPN IKAJO Sulsel periode 2022-2026, Mustakim, menilai rekam jejak, pengalaman organisasi, serta kepedulian Andi Rio terhadap alumni Jogja menjadi modal kuat untuk memimpin organisasi alumni terbesar tersebut di Sulawesi Selatan.
“Andi Rio salah satu alumni Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Yogyakarta yang berpotensi masuk sebagai Presidium, bahkan bisa menjadi Ketua Presidium DPN IKAJO Sulsel periode 2026-2030,” kata Mustakim, Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, Andi Rio bukan sosok baru di kalangan alumni Jogja. Selain pernah menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, ia juga dikenal sebagai mantan anggota DPR RI selama tiga periode, yakni 2009 hingga 2024.
Mustakim mengatakan, di tengah berbagai aktivitas yang dijalani, Andi Rio tetap menunjukkan perhatian terhadap perkembangan organisasi alumni Jogja.
“Beliau memiliki kepedulian yang besar terhadap alumni Jogja. Di tengah kesibukannya, beliau tetap memberi perhatian terhadap organisasi dan memiliki visi mengembangkan jaringan organisasi di berbagai daerah,” ujarnya.
Dia pun menilai kehadiran figur yang memiliki jaringan luas di tingkat nasional sangat dibutuhkan IKAJO Sulsel untuk memperkuat konsolidasi organisasi yang saat ini terus berkembang.
“IKAJO Sulsel membutuhkan tokoh yang mampu menyatukan alumni dan memperkuat konsolidasi lintas daerah. Alumni Jogja jumlahnya sangat besar dan tersebar di berbagai kabupaten dan kota,” jelasnya.
Kemudian Mustakim menjelaskan, agenda besar organisasi ke depan adalah memperkuat struktur dan kepengurusan hingga tingkat daerah agar keberadaan IKAJO Sulsel semakin dirasakan oleh para alumni.
“Agenda IKAJO Sulsel ke depan adalah bagaimana organisasi ini hadir di setiap kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan, termasuk memperkuat jaringan alumni di Jabodetabek, Yogyakarta, dan daerah lainnya,” katanya.
Ia mengungkapkan, jumlah alumni asal Sulawesi Selatan yang pernah mengenyam pendidikan di Yogyakarta mencapai ribuan orang. Mereka berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta seperti UGM, UII, UMY, UIN Sunan Kalijaga, UPN Veteran Yogyakarta, ISI Yogyakarta, Universitas Mercu Buana Yogyakarta hingga STMIK AMIKOM.
Dukungan terhadap Andi Rio juga datang dari kalangan alumni. Salah satunya disampaikan Andi Hendra, alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM).
Menurut Andi Hendra, Andi Rio merupakan sosok yang memiliki kemampuan membangun komunikasi lintas kalangan dan dinilai mampu membawa organisasi berkembang lebih luas.
“Saya sangat mengenal Andi Rio Idris Padjalangi. Orangnya humoris dan peduli. Dengan jaringan yang dimilikinya, Insya Allah mampu membawa IKAJO Sulsel hadir di setiap daerah kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan,” kata Andi Hendra.
Bahkan Mustakim menyatakan siap hadir untuk mengawal dukungan terhadap Andi Rio pada pelaksanaan MUBES II dan Reuni Akbar IKAJO Sulsel di Yogyakarta.
“Saya siap hadir mengawal dukungan kepada Andi Rio pada acara MUBES II dan Reuni Akbar IKAJO Sulsel yang akan berlangsung 3 Juli 2026 di Yogyakarta,” tegasnya.
Meski nama Andi Rio disebut menguat, persaingan menuju kursi presidium diperkirakan tetap berlangsung ketat. Ketua Steering Committee MUBES II IKAJO Sulsel, Taufik Kahar, menyebut sejumlah nama lain juga mulai bermunculan menjelang pelaksanaan musyawarah besar.
“Ada banyak kandidat yang akan maju. Selain Mustakim, ada Andi Rio Idris Padjalangi, dr. Andi Nuswarta atau dr. Cua, Azisah, A.M. Iqbal Parewangi, Asniar Khumas, Nasrullah, Muhammad Arjul, Muslim Musyakkar dan Diana Muchtar. Jumlah ini masih bisa bertambah menjelang MUBES II dan Reuni Akbar awal Juli nanti,” ujar Taufik.
Sementara itu, Mustakim memastikan dirinya tidak akan kembali maju sebagai calon presidium pada periode mendatang. Ia memilih memberikan ruang kepada generasi alumni lainnya untuk melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi.
“Saya secara pribadi tidak akan maju sebagai Presidium DPN IKAJO Sulsel periode 2026-2030 meskipun banyak dukungan yang masuk. Kita beri kesempatan kepada alumni-alumni Jogja yang lain untuk berkarya dan berkontribusi membesarkan organisasi ini,” ungkapnya.
Menurut Mustakim, regenerasi menjadi hal penting agar organisasi tidak bergantung pada figur tertentu dan tetap mampu menjawab tantangan zaman.
“IKAJO Sulsel adalah rumah besar kita bersama. Tantangan organisasi ke depan tentu berbeda. Saya melihat kandidat-kandidat yang muncul saat ini memiliki kapasitas untuk menjawab tantangan tersebut dan membawa IKAJO Sulsel semakin guyub, solid, serta tetap menjaga persatuan dalam satu wadah organisasi,” tambahnya.
MUBES II dan Reuni Akbar IKAJO Sulsel dijadwalkan berlangsung pada 3 Juli 2026 di Wisma KAGAMA UGM Yogyakarta.
Kegiatan itu diperkirakan dihadiri lebih dari 500 alumni asal Sulawesi Selatan yang pernah menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi dan lembaga pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Mereka akan menentukan arah organisasi sekaligus memilih kepemimpinan baru untuk periode 2026-2030.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Jelang MUBES II IKAJO Sulsel, Nama Andi Rio Idris Padjalangi Makin Kuat, Ini Alasannya
RABU, 17 JUNI 2026
Menjelang MUBES II dan Reuni Akbar di Yogyakarta, nama mantan anggota DPR RI tiga periode itu disebut memiliki rekam jejak, jaringan luas, dan kepedulian tinggi terhadap alumni Jogja di Sulawesi Selatan.
Makassar, DNID.co.id – Bursa calon pimpinan Dewan Pimpinan Nasional Ikatan Alumni Jogjakarta Sulawesi Selatan (DPN IKAJO Sulsel) periode 2026-2030 mulai menghangat menjelang Musyawarah Besar (MUBES) II dan Reuni Akbar yang akan digelar pada 3 Juli 2026 di Yogyakarta.
Nama Andi Rio Idris Padjalangi disebut menjadi salah satu figur yang paling berpeluang masuk jajaran presidium bahkan memimpin organisasi tersebut.
Koordinator Presidium DPN IKAJO Sulsel periode 2022-2026, Mustakim, menilai rekam jejak, pengalaman organisasi, serta kepedulian Andi Rio terhadap alumni Jogja menjadi modal kuat untuk memimpin organisasi alumni terbesar tersebut di Sulawesi Selatan.
“Andi Rio salah satu alumni Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Yogyakarta yang berpotensi masuk sebagai Presidium, bahkan bisa menjadi Ketua Presidium DPN IKAJO Sulsel periode 2026-2030,” kata Mustakim, Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, Andi Rio bukan sosok baru di kalangan alumni Jogja. Selain pernah menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, ia juga dikenal sebagai mantan anggota DPR RI selama tiga periode, yakni 2009 hingga 2024.
Mustakim mengatakan, di tengah berbagai aktivitas yang dijalani, Andi Rio tetap menunjukkan perhatian terhadap perkembangan organisasi alumni Jogja.
“Beliau memiliki kepedulian yang besar terhadap alumni Jogja. Di tengah kesibukannya, beliau tetap memberi perhatian terhadap organisasi dan memiliki visi mengembangkan jaringan organisasi di berbagai daerah,” ujarnya.
Dia pun menilai kehadiran figur yang memiliki jaringan luas di tingkat nasional sangat dibutuhkan IKAJO Sulsel untuk memperkuat konsolidasi organisasi yang saat ini terus berkembang.
“IKAJO Sulsel membutuhkan tokoh yang mampu menyatukan alumni dan memperkuat konsolidasi lintas daerah. Alumni Jogja jumlahnya sangat besar dan tersebar di berbagai kabupaten dan kota,” jelasnya.
Kemudian Mustakim menjelaskan, agenda besar organisasi ke depan adalah memperkuat struktur dan kepengurusan hingga tingkat daerah agar keberadaan IKAJO Sulsel semakin dirasakan oleh para alumni.
“Agenda IKAJO Sulsel ke depan adalah bagaimana organisasi ini hadir di setiap kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan, termasuk memperkuat jaringan alumni di Jabodetabek, Yogyakarta, dan daerah lainnya,” katanya.
Ia mengungkapkan, jumlah alumni asal Sulawesi Selatan yang pernah mengenyam pendidikan di Yogyakarta mencapai ribuan orang. Mereka berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta seperti UGM, UII, UMY, UIN Sunan Kalijaga, UPN Veteran Yogyakarta, ISI Yogyakarta, Universitas Mercu Buana Yogyakarta hingga STMIK AMIKOM.
Dukungan terhadap Andi Rio juga datang dari kalangan alumni. Salah satunya disampaikan Andi Hendra, alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM).
Menurut Andi Hendra, Andi Rio merupakan sosok yang memiliki kemampuan membangun komunikasi lintas kalangan dan dinilai mampu membawa organisasi berkembang lebih luas.
“Saya sangat mengenal Andi Rio Idris Padjalangi. Orangnya humoris dan peduli. Dengan jaringan yang dimilikinya, Insya Allah mampu membawa IKAJO Sulsel hadir di setiap daerah kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan,” kata Andi Hendra.
Bahkan Mustakim menyatakan siap hadir untuk mengawal dukungan terhadap Andi Rio pada pelaksanaan MUBES II dan Reuni Akbar IKAJO Sulsel di Yogyakarta.
“Saya siap hadir mengawal dukungan kepada Andi Rio pada acara MUBES II dan Reuni Akbar IKAJO Sulsel yang akan berlangsung 3 Juli 2026 di Yogyakarta,” tegasnya.
Meski nama Andi Rio disebut menguat, persaingan menuju kursi presidium diperkirakan tetap berlangsung ketat. Ketua Steering Committee MUBES II IKAJO Sulsel, Taufik Kahar, menyebut sejumlah nama lain juga mulai bermunculan menjelang pelaksanaan musyawarah besar.
“Ada banyak kandidat yang akan maju. Selain Mustakim, ada Andi Rio Idris Padjalangi, dr. Andi Nuswarta atau dr. Cua, Azisah, A.M. Iqbal Parewangi, Asniar Khumas, Nasrullah, Muhammad Arjul, Muslim Musyakkar dan Diana Muchtar. Jumlah ini masih bisa bertambah menjelang MUBES II dan Reuni Akbar awal Juli nanti,” ujar Taufik.
Sementara itu, Mustakim memastikan dirinya tidak akan kembali maju sebagai calon presidium pada periode mendatang. Ia memilih memberikan ruang kepada generasi alumni lainnya untuk melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi.
“Saya secara pribadi tidak akan maju sebagai Presidium DPN IKAJO Sulsel periode 2026-2030 meskipun banyak dukungan yang masuk. Kita beri kesempatan kepada alumni-alumni Jogja yang lain untuk berkarya dan berkontribusi membesarkan organisasi ini,” ungkapnya.
Menurut Mustakim, regenerasi menjadi hal penting agar organisasi tidak bergantung pada figur tertentu dan tetap mampu menjawab tantangan zaman.
“IKAJO Sulsel adalah rumah besar kita bersama. Tantangan organisasi ke depan tentu berbeda. Saya melihat kandidat-kandidat yang muncul saat ini memiliki kapasitas untuk menjawab tantangan tersebut dan membawa IKAJO Sulsel semakin guyub, solid, serta tetap menjaga persatuan dalam satu wadah organisasi,” tambahnya.
MUBES II dan Reuni Akbar IKAJO Sulsel dijadwalkan berlangsung pada 3 Juli 2026 di Wisma KAGAMA UGM Yogyakarta.
Kegiatan itu diperkirakan dihadiri lebih dari 500 alumni asal Sulawesi Selatan yang pernah menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi dan lembaga pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Mereka akan menentukan arah organisasi sekaligus memilih kepemimpinan baru untuk periode 2026-2030.