Pantau Langsung Razia Pajak Kendaraan Bermotor, Bupati Jeneponto Sebut Banyak Warga Kurang Taat Bayar Pajak
Jeneponto,DNID.co.id – Bupati Jeneponto, Paris Yasir memantau langsung pelaksanaan Razia gabungan Pajak Kendaraan Bermotor pada Rabu (17/6/2026) di Jalan Poros Belokallong, tepatnya depan posko Damkar. Razia dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar kewajibannya.
Razia gabungan pajak kendaraan bermotor ini sudah berlangsung sejak Senin (15/6). Di hari itu, total ada 47 unit kendaraan yang melakukan pembayaran dengan rincian 26 unit roda dua dan 13 roda empat.
“Hari ini saya melakukan kunjungan di area penertiban pajak kendaraan bermotor, khususnya roda dua dan roda empat,” kata Bupati Jeneponto, Paris Yasir di lokasi.
Paris yang kali ini ikut terjun melakukan pemeriksaan pajak kendaraan pun masih menemukan wajib pajak yang menunggak.
Dengan begitu, pemilik kendaraan yang kedapatan menunggak pajak diarahkan langsung untuk membayar atau membuat surat pernyataan untuk kembali ke Kantor Samsat.
“Tadi ada beberapa masyarakat yang masih menunggak juga didapat. Saya sampaikan memang masih menemukan beberapa kendaraan juga ada yang sudah sadar untuk membayar. Tapi yang belum bayar, kita tahan, kita stop dulu untuk menyelesaikan kewajibannya. Di sini langsung dilayani di lapangan,” jelasnya.
Kepala UPTD Samsat Jeneponto, Syamsiar Sanusi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan program rutin Bapenda Sulawesi Selatan sebagai upaya meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan sekaligus mengoptimalkan pendapatan daerah.
Selain itu, kata Syamsiar angka tunggakan pajak kendaraan bermotor di Jeneponto saat ini masih relatif tinggi.
“Iya betul masih banyaknya tunggakan kendaraan tahun-tahun sebelumnya yang belum terbayarkan,” ungkapnya.
Menurut Syamsiar, tingginya jumlah kendaraan yang menunggak menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat dalam membayar pajak masih perlu ditingkatkan.
Karena itu, Samsat Jeneponto terus melakukan berbagai langkah, mulai dari pemeriksaan di jalan raya hingga pendataan langsung ke sejumlah lokasi yang menjadi kantong parkir kendaraan.
“Kami juga melakukan pendataan di berbagai lokasi. Tujuannya untuk mengetahui penyebab kendaraan belum membayar pajak apakah karena kendaraan sudah dijual, rusak, berpindah kepemilikan, atau alasan lainnya,” sebutnya.
Syamsiar menegaskan kegiatan pemeriksaan pajak akan terus dilakukan secara berkala di seluruh titik di Kota Bontosunggu.
“Kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak menunda pembayaran pajak kendaraan. Pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan daerah dan peningkatan pelayanan publik,” tandasnya.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Pantau Langsung Razia Pajak Kendaraan Bermotor, Bupati Jeneponto Sebut Banyak Warga Kurang Taat Bayar Pajak
RABU, 17 JUNI 2026
Jeneponto,DNID.co.id - Bupati Jeneponto, Paris Yasir memantau langsung pelaksanaan razia gabungan pajak kendaraan bermotor pada Rabu (17/6/2026) di Jalan Poros Belokallong, tepatnya depan posko Damkar. Razia dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar kewajibannya.
Razia gabungan pajak kendaraan bermotor ini sudah berlangsung sejak Senin (15/6). Di hari itu, total ada 47 unit kendaraan yang melakukan pembayaran dengan rincian 26 unit roda dua dan 13 roda empat.
"Hari ini saya melakukan kunjungan di area penertiban pajak kendaraan bermotor, khususnya roda dua dan roda empat," kata Bupati Jeneponto, Paris Yasir di lokasi.
Paris yang kali ini ikut terjun melakukan pemeriksaan pajak kendaraan pun masih menemukan wajib pajak yang menunggak.
Dengan begitu, pemilik kendaraan yang kedapatan menunggak pajak diarahkan langsung untuk membayar atau membuat surat pernyataan untuk kembali ke Kantor Samsat.
"Tadi ada beberapa masyarakat yang masih menunggak juga didapat. Saya sampaikan memang masih menemukan beberapa kendaraan juga ada yang sudah sadar untuk membayar. Tapi yang belum bayar, kita tahan, kita stop dulu untuk menyelesaikan kewajibannya. Di sini langsung dilayani di lapangan," jelasnya.
Kepala UPTD Samsat Jeneponto, Syamsiar Sanusi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan program rutin Bapenda Sulawesi Selatan sebagai upaya meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan sekaligus mengoptimalkan pendapatan daerah.
Selain itu, kata Syamsiar angka tunggakan pajak kendaraan bermotor di Jeneponto saat ini masih relatif tinggi.
"Iya betul masih banyaknya tunggakan kendaraan tahun-tahun sebelumnya yang belum terbayarkan," ungkapnya.
Menurut Syamsiar, tingginya jumlah kendaraan yang menunggak menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat dalam membayar pajak masih perlu ditingkatkan.
Karena itu, Samsat Jeneponto terus melakukan berbagai langkah, mulai dari pemeriksaan di jalan raya hingga pendataan langsung ke sejumlah lokasi yang menjadi kantong parkir kendaraan.
"Kami juga melakukan pendataan di berbagai lokasi. Tujuannya untuk mengetahui penyebab kendaraan belum membayar pajak apakah karena kendaraan sudah dijual, rusak, berpindah kepemilikan, atau alasan lainnya," sebutnya.
Syamsiar menegaskan kegiatan pemeriksaan pajak akan terus dilakukan secara berkala di seluruh titik di Kota Bontosunggu.
"Kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak menunda pembayaran pajak kendaraan. Pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan daerah dan peningkatan pelayanan publik," tandasnya.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.