Tokoh Agama Apresiasi Perang Narkoba Polres Bangka Barat
BANGKA BARAT ,DNID.co.id — Pengungkapan lebih dari satu kilogram narkotika jenis sabu oleh Polres Bangka Barat menjelang Hari Bhayangkara ke-80 menuai apresiasi luas dari kalangan tokoh agama. Barang haram yang berpotensi merusak ribuan kehidupan itu berhasil digagalkan peredarannya, sekaligus dinilai menjadi bukti nyata keseriusan kepolisian dalam memutus mata rantai narkoba di wilayah Bangka Barat.
Apresiasi tersebut disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Ta’limul Muta’alim Jebus, Imam Syuhada, Kamis (25/6/2026). Menurutnya, keberhasilan mengungkap jaringan peredaran sabu dalam jumlah besar tidak hanya diukur dari banyaknya barang bukti yang diamankan, tetapi juga dari jumlah generasi muda yang berhasil diselamatkan dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
“Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha beserta seluruh jajaran atas keberhasilan mengungkap peredaran narkotika di wilayah Bangka Barat,” kata Imam Syuhada.
Ia menegaskan, sabu seberat lebih dari satu kilogram yang berhasil disita memiliki potensi merusak kehidupan banyak orang apabila lolos dan beredar di tengah masyarakat. Karena itu, pengungkapan tersebut dinilai sebagai langkah strategis yang memberikan dampak langsung terhadap penyelamatan generasi muda.
“Keberhasilan ini bukan hanya soal barang bukti yang diamankan atau pelaku yang ditangkap. Yang paling penting, Polres Bangka Barat telah menyelamatkan banyak generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika,” tegasnya.
Data yang dihimpun menunjukkan, sepanjang tahun 2026 Polres Bangka Barat telah mengungkap sejumlah kasus narkotika dengan total barang bukti sabu yang mencapai sekitar dua kilogram. Fakta tersebut memperlihatkan bahwa Bangka Barat masih menjadi salah satu wilayah yang terus dibidik jaringan peredaran narkoba, sekaligus menunjukkan intensitas upaya penindakan yang dilakukan aparat kepolisian.
Menurut Imam Syuhada, capaian itu mencerminkan komitmen kuat Polres Bangka Barat dalam menjalankan perang terhadap narkoba. Di tengah semakin kompleksnya modus peredaran barang haram, keberhasilan mengungkap sabu dalam jumlah besar menjadi indikator bahwa pengawasan dan penegakan hukum terus berjalan.
“Kalau sabu sebanyak ini sampai beredar, tentu dampaknya sangat besar. Banyak anak muda yang bisa menjadi korban. Karena itu kami mengapresiasi kerja keras Polres Bangka Barat yang berhasil menggagalkan peredaran narkoba tersebut,” ujarnya.
Lebih jauh, Imam menilai keberhasilan tersebut turut meningkatkan rasa aman masyarakat dan memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Ia berharap pengungkapan kasus ini tidak menjadi akhir, melainkan momentum untuk memperkuat sinergi antara aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh pemuda, dan masyarakat dalam memerangi narkoba.
“Perang terhadap narkoba tidak bisa dilakukan sendiri oleh aparat. Dibutuhkan dukungan seluruh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan seluruh elemen bangsa agar Bangka Barat terbebas dari ancaman narkotika,” katanya.
Ia menambahkan, generasi muda merupakan aset paling berharga bagi masa depan daerah dan bangsa. Karena itu, setiap keberhasilan menggagalkan peredaran narkotika sejatinya adalah upaya menyelamatkan masa depan.
“Generasi muda adalah aset bangsa. Ketika mereka berhasil diselamatkan dari bahaya narkoba, maka sesungguhnya kita sedang menyelamatkan masa depan Bangka Barat,” tegas Imam.
Pengungkapan lebih dari satu kilogram sabu menjelang Hari Bhayangkara ke-80 kini menjadi salah satu capaian penting Polres Bangka Barat. Keberhasilan tersebut sekaligus mengirim pesan tegas bahwa ruang gerak jaringan narkoba terus dipersempit, sementara upaya penyelamatan generasi muda akan tetap menjadi prioritas utama.
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Tokoh Agama Apresiasi Perang Narkoba Polres Bangka Barat
KAMIS, 25 JUNI 2026
BANGKA BARAT ,DNID.co.id — Pengungkapan lebih dari satu kilogram narkotika jenis sabu oleh Polres Bangka Barat menjelang Hari Bhayangkara ke-80 menuai apresiasi luas dari kalangan tokoh agama. Barang haram yang berpotensi merusak ribuan kehidupan itu berhasil digagalkan peredarannya, sekaligus dinilai menjadi bukti nyata keseriusan kepolisian dalam memutus mata rantai narkoba di wilayah Bangka Barat.
Apresiasi tersebut disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Ta'limul Muta'alim Jebus, Imam Syuhada, Kamis (25/6/2026). Menurutnya, keberhasilan mengungkap jaringan peredaran sabu dalam jumlah besar tidak hanya diukur dari banyaknya barang bukti yang diamankan, tetapi juga dari jumlah generasi muda yang berhasil diselamatkan dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
"Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha beserta seluruh jajaran atas keberhasilan mengungkap peredaran narkotika di wilayah Bangka Barat," kata Imam Syuhada.
Ia menegaskan, sabu seberat lebih dari satu kilogram yang berhasil disita memiliki potensi merusak kehidupan banyak orang apabila lolos dan beredar di tengah masyarakat. Karena itu, pengungkapan tersebut dinilai sebagai langkah strategis yang memberikan dampak langsung terhadap penyelamatan generasi muda.
"Keberhasilan ini bukan hanya soal barang bukti yang diamankan atau pelaku yang ditangkap. Yang paling penting, Polres Bangka Barat telah menyelamatkan banyak generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika," tegasnya.
Data yang dihimpun menunjukkan, sepanjang tahun 2026 Polres Bangka Barat telah mengungkap sejumlah kasus narkotika dengan total barang bukti sabu yang mencapai sekitar dua kilogram. Fakta tersebut memperlihatkan bahwa Bangka Barat masih menjadi salah satu wilayah yang terus dibidik jaringan peredaran narkoba, sekaligus menunjukkan intensitas upaya penindakan yang dilakukan aparat kepolisian.
Menurut Imam Syuhada, capaian itu mencerminkan komitmen kuat Polres Bangka Barat dalam menjalankan perang terhadap narkoba. Di tengah semakin kompleksnya modus peredaran barang haram, keberhasilan mengungkap sabu dalam jumlah besar menjadi indikator bahwa pengawasan dan penegakan hukum terus berjalan.
"Kalau sabu sebanyak ini sampai beredar, tentu dampaknya sangat besar. Banyak anak muda yang bisa menjadi korban. Karena itu kami mengapresiasi kerja keras Polres Bangka Barat yang berhasil menggagalkan peredaran narkoba tersebut," ujarnya.
Lebih jauh, Imam menilai keberhasilan tersebut turut meningkatkan rasa aman masyarakat dan memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Ia berharap pengungkapan kasus ini tidak menjadi akhir, melainkan momentum untuk memperkuat sinergi antara aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh pemuda, dan masyarakat dalam memerangi narkoba.
"Perang terhadap narkoba tidak bisa dilakukan sendiri oleh aparat. Dibutuhkan dukungan seluruh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan seluruh elemen bangsa agar Bangka Barat terbebas dari ancaman narkotika," katanya.
Ia menambahkan, generasi muda merupakan aset paling berharga bagi masa depan daerah dan bangsa. Karena itu, setiap keberhasilan menggagalkan peredaran narkotika sejatinya adalah upaya menyelamatkan masa depan.
"Generasi muda adalah aset bangsa. Ketika mereka berhasil diselamatkan dari bahaya narkoba, maka sesungguhnya kita sedang menyelamatkan masa depan Bangka Barat," tegas Imam.
Pengungkapan lebih dari satu kilogram sabu menjelang Hari Bhayangkara ke-80 kini menjadi salah satu capaian penting Polres Bangka Barat. Keberhasilan tersebut sekaligus mengirim pesan tegas bahwa ruang gerak jaringan narkoba terus dipersempit, sementara upaya penyelamatan generasi muda akan tetap menjadi prioritas utama.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.