Dua Hari Jelang Ulang Tahun Dirut, Manajemen RSUD Jeneponto Tolak Opsi Parkir Gratis bagi Pegawai

Manajemen RSUD Latopas Jeneponto. (dok:ist)

Manajemen RSUD Latopas Jeneponto. (dok:ist)

Jeneponto, DNID.co.id – Polemik penerapan sistem parkir di Rumah Sakit Umum Daerah Lanto Daeng Pasewang (RSUD Latopas) Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, memasuki babak baru. Manajemen rumah sakit mengakui bahwa penerapan sistem parkir elektronik penuh (full elektronik) merupakan persyaratan yang mereka ajukan dalam kerja sama pengelolaan parkir dengan pihak ketiga.

Pengakuan tersebut disampaikan Wakil Direktur I RSUD Latopas Jeneponto, Nany Apriani, saat dikonfirmasi mengenai dasar penerapan sistem parkir elektronik di lingkungan rumah sakit.

“Iya Pak, itu menjadi persyaratan dari pihak RS,” kata Nany.

Dengan sistem tersebut, seluruh pegawai diwajibkan menggunakan kartu akses untuk keluar masuk area parkir. Kartu itu dikenakan biaya administrasi sebesar Rp10 ribu per bulan dan dapat digunakan hingga 90 kali melakukan tap/tempel di portal parkir.

Diketahui, kebijakan parkir prabayar bagi pegawai dan tenaga kesehatan di RSUD Latopas Jeneponto mulai berlaku secara efektif sejak 10 Juni 2026, tepat 2 hari sebelum hari ulang tahun Plt Dirut RSUD Latopas, drg. Irawaty, yang bertepatan pada tanggal 13 Juni 2026.

Kebijakan tersebut sebelumnya menuai keluhan dari sejumlah tenaga kesehatan (Nakes) dan pegawai yang merasa terbebani karena harus membayar untuk mengakses area parkir di tempat mereka bekerja.

Di tengah polemik itu, terungkap bahwa pihak pengelola parkir sebenarnya pernah menawarkan alternatif berupa sistem semi elektronik kepada manajemen RSUD.

Menurut pihak pengelola, skema tersebut dinilai lebih sederhana dan lebih ringan bagi pegawai. Dalam sistem semi elektronik, pegawai disebut tetap dapat memperoleh akses parkir tanpa dikenakan biaya administrasi kartu.

Namun, opsi tersebut tidak dipilih.

Manajemen RSUD tetap menginginkan penerapan sistem elektronik penuh dan menjadikannya sebagai salah satu syarat dalam kerja sama pengelolaan parkir.

Pihak rumah sakit beralasan sistem elektronik penuh dipilih sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan parkir. Selain itu, sistem tersebut juga dikaitkan dengan penyediaan fasilitas pendukung, seperti penataan lahan parkir dan pembangunan kanopi.

Meski demikian, keputusan tersebut kini menjadi sorotan publik. Pasalnya, konsekuensi dari kebijakan itu membuat tenaga kesehatan, dokter, dan pegawai harus mengeluarkan biaya untuk mengakses area parkir di lingkungan tempat mereka bekerja, padahal tersedia alternatif yang diklaim lebih ringan dan tidak membebani pegawai.

Polemik ini pun memunculkan pertanyaan mengenai dasar pertimbangan manajemen memilih sistem elektronik penuh dibandingkan opsi lain yang dinilai lebih ramah bagi pegawai. Hingga kini, kebijakan tersebut masih menjadi perhatian berbagai pihak di Kabupaten Jeneponto.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Jumat, 26 Juni 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Andi Muh Akbar Razak

Editor: Arief Daeng Sunu

Sumber Berita: Wawancara Narasumber

Penanggung Jawab: Ir. Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Perumda Terminal Berubah Jadi PT Makassar Membangun Indonesia, Pemkot Bidik Investasi Lebih Luas
Antisipasi Bentrokan Kelompok, Polsek Manggala Amankan Pemuda Bawa Parang
Kawal Kasus Kematian Tahanan di Sel Polsek Kajang, Aliansi Mahasiswa Bulukumba Tegaskan Tidak Berhenti
Bendahara Umum Badko HMI Sulsel Tegas Tolak Pembangunan Barak Yonif TP, Soroti Ancaman Konflik Agraria dan Supremasi Sipil
Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat
Dua Tahanan Polres Bulukumba Kabur Saat Salat Duhur, Satu Berhasil Ditangkap Kembali
Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam
Kasus Tanah Sadiq Belum Tuntas Sejak 2022, Unit Tahbang Polrestabes Makassar Buka Suara soal Tersangka Tak Ditahan
Berita ini 253 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 23:47 WITA

Perumda Terminal Berubah Jadi PT Makassar Membangun Indonesia, Pemkot Bidik Investasi Lebih Luas

Senin, 2 November 2026 - 19:43 WITA

Antisipasi Bentrokan Kelompok, Polsek Manggala Amankan Pemuda Bawa Parang

Senin, 2 November 2026 - 19:26 WITA

Kawal Kasus Kematian Tahanan di Sel Polsek Kajang, Aliansi Mahasiswa Bulukumba Tegaskan Tidak Berhenti

Senin, 2 November 2026 - 18:51 WITA

Bendahara Umum Badko HMI Sulsel Tegas Tolak Pembangunan Barak Yonif TP, Soroti Ancaman Konflik Agraria dan Supremasi Sipil

Senin, 2 November 2026 - 18:40 WITA

Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat

Senin, 2 November 2026 - 18:00 WITA

Dua Tahanan Polres Bulukumba Kabur Saat Salat Duhur, Satu Berhasil Ditangkap Kembali

Senin, 2 November 2026 - 14:11 WITA

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam

Senin, 2 November 2026 - 12:10 WITA

Kasus Tanah Sadiq Belum Tuntas Sejak 2022, Unit Tahbang Polrestabes Makassar Buka Suara soal Tersangka Tak Ditahan

Berita Terbaru

Serba-Serbi

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Selasa, 3 Nov 2026 - 01:33 WITA

Serba-Serbi

4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk

Selasa, 3 Nov 2026 - 00:52 WITA