Hotel Ramayana Makassar Disorot atas Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan dan Pengelolaan Limbah

Makassar, Dnid.co.id – Hotel Ramayana Makassar menjadi sorotan setelah muncul dugaan pelanggaran ketenagakerjaan

Berdasarkan keterangan seorang narasumber berinisial A, sejumlah karyawan diduga bekerja melebihi ketentuan jam kerja, yakni lebih dari delapan jam per hari.

Inisial A juga mengaku masih terdapat karyawan yang telah bekerja selama bertahun-tahun namun diduga menerima upah di bawah Upah Minimum Regional (UMR).

Selain itu, pihak hotel disebut pernah menjanjikan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi karyawan yang telah menyelesaikan masa pelatihan (training), namun hingga kini hak tersebut diduga belum diberikan kepada sebagian staf.

Tidak hanya itu, narasumber juga menyebut sebagian karyawan diduga tidak memperoleh alat pelindung kerja sesuai kebutuhan pekerjaannya.

Dalam keterangannya, narasumber turut menduga terdapat penyampaian data ketenagakerjaan yang tidak sesuai kepada instansi terkait.

Menurut narasumber, berkaitan dengan sistem pembayaran gaji yang disebut masih dilakukan secara tunai kepada karyawan.

Di sisi lain, warga sekitar mengeluhkan dugaan pembuangan limbah lemak (grease trap) dari area dapur (kitchen) hotel yang disebut telah berlangsung sejak awal hotel beroperasi.

Bau menyengat yang ditimbulkan diklaim mengganggu kenyamanan warga di sekitar kawasan hotel.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Hotel Ramayana Makassar maupun instansi terkait belum memberikan tanggapan atau klarifikasi.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Minggu, 28 Juni 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Arief Daeng Sunu

Editor: Redaksi Sulawesi Selatan

Sumber Berita: Wawancara Korban

Penanggung Jawab: Ir.Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Perumda Terminal Berubah Jadi PT Makassar Membangun Indonesia, Pemkot Bidik Investasi Lebih Luas
Antisipasi Bentrokan Kelompok, Polsek Manggala Amankan Pemuda Bawa Parang
Kawal Kasus Kematian Tahanan di Sel Polsek Kajang, Aliansi Mahasiswa Bulukumba Tegaskan Tidak Berhenti
Bendahara Umum Badko HMI Sulsel Tegas Tolak Pembangunan Barak Yonif TP, Soroti Ancaman Konflik Agraria dan Supremasi Sipil
Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat
Dua Tahanan Polres Bulukumba Kabur Saat Salat Duhur, Satu Berhasil Ditangkap Kembali
Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam
Kasus Tanah Sadiq Belum Tuntas Sejak 2022, Unit Tahbang Polrestabes Makassar Buka Suara soal Tersangka Tak Ditahan
Berita ini 170 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 23:47 WITA

Perumda Terminal Berubah Jadi PT Makassar Membangun Indonesia, Pemkot Bidik Investasi Lebih Luas

Senin, 2 November 2026 - 19:43 WITA

Antisipasi Bentrokan Kelompok, Polsek Manggala Amankan Pemuda Bawa Parang

Senin, 2 November 2026 - 19:26 WITA

Kawal Kasus Kematian Tahanan di Sel Polsek Kajang, Aliansi Mahasiswa Bulukumba Tegaskan Tidak Berhenti

Senin, 2 November 2026 - 18:51 WITA

Bendahara Umum Badko HMI Sulsel Tegas Tolak Pembangunan Barak Yonif TP, Soroti Ancaman Konflik Agraria dan Supremasi Sipil

Senin, 2 November 2026 - 18:40 WITA

Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat

Senin, 2 November 2026 - 18:00 WITA

Dua Tahanan Polres Bulukumba Kabur Saat Salat Duhur, Satu Berhasil Ditangkap Kembali

Senin, 2 November 2026 - 14:11 WITA

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam

Senin, 2 November 2026 - 12:10 WITA

Kasus Tanah Sadiq Belum Tuntas Sejak 2022, Unit Tahbang Polrestabes Makassar Buka Suara soal Tersangka Tak Ditahan

Berita Terbaru

Serba-Serbi

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Selasa, 3 Nov 2026 - 01:33 WITA

Serba-Serbi

4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk

Selasa, 3 Nov 2026 - 00:52 WITA