Nahkoda Baru BAZNAS Makassar Siap Bangun Ekonomi Umat dan Tekan Kemiskinan
Makassar,DNID.co.id – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar resmi memiliki Nahkoda Baru setelah lima pimpinan BAZNAS Kota Makassar periode 2026–2031 dilantik oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Senin (6/7/2026).
Pelantikan tersebut turut disaksikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar H. Muhammad, Wakil Wali Kota Makassar, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jajaran Pemerintah Kota Makassar.
Lima pimpinan BAZNAS Kota Makassar yang dilantik merupakan hasil seleksi ketat dari 64 calon yang kemudian mengerucut menjadi 10 besar hingga terpilih lima nama, yakni:
Dalam sambutannya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar pergantian kepengurusan, tetapi menjadi momentum memperkuat peran BAZNAS dalam mengentaskan Kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Zakat merupakan instrumen strategis dalam pembangunan umat. Di dalamnya terdapat nilai ibadah, solidaritas sosial, pemerataan ekonomi, sekaligus pemberdayaan masyarakat. Karena itu, BAZNAS memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam upaya menanggulangi kemiskinan, kesenjangan sosial, dan memperkuat ketahanan Ekonomi Umat,” ujar Munafri.
Ia berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan berbagai inovasi, memperluas jangkauan layanan, memperkuat tata kelola organisasi, serta memastikan dana umat tersalurkan secara tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, H. Muhammad, menyampaikan apresiasi atas dilantiknya pimpinan BAZNAS yang baru. Menurutnya, zakat memiliki peran strategis dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kesenjangan sosial.
“Pelantikan ini menjadi momentum untuk memperkuat pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel. Kementerian Agama siap bersinergi dengan Pemerintah Kota dan BAZNAS agar potensi zakat dapat dioptimalkan untuk membangun ekonomi umat, memberdayakan masyarakat, serta membantu mengurangi angka kemiskinan di Kota Makassar,” ujar H. Muhammad.
Ia juga berharap kepengurusan yang baru mampu membangun kepercayaan masyarakat dan para muzakki melalui program-program yang inovatif dan menyentuh kebutuhan masyarakat.
Pelantikan pimpinan BAZNAS Kota Makassar periode 2026–2031 diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah, Kementerian Agama, organisasi kemasyarakatan Islam, dunia usaha, lembaga pendidikan, masjid, dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dalam mengoptimalkan potensi zakat untuk kesejahteraan umat.
Dengan kepemimpinan yang baru, BAZNAS Kota Makassar diharapkan semakin hadir sebagai lembaga yang amanah, profesional, dan berdampak, sehingga dana zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi kekuatan nyata dalam membangun ekonomi umat dan mengurangi kemiskinan di Kota Makassar.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Nahkoda Baru Baznas Makassar Siap Bangun Ekonomi Umat dan Tekan Kemiskinan
SELASA, 7 JULI 2026
Makassar,DNID.co.id - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar resmi memiliki nahkoda baru setelah lima pimpinan BAZNAS Kota Makassar periode 2026–2031 dilantik oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Senin (6/7/2026).
Pelantikan tersebut turut disaksikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar H. Muhammad, Wakil Wali Kota Makassar, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jajaran Pemerintah Kota Makassar.
Lima pimpinan BAZNAS Kota Makassar yang dilantik merupakan hasil seleksi ketat dari 64 calon yang kemudian mengerucut menjadi 10 besar hingga terpilih lima nama, yakni:
1. Dr. H. Usman Sofian, M.Pd.I
2. H. Ahyar Amnur, S.Pd., M.Pd.
3. H. Yusran Sofyan, S.E., S.Kom., M.Si.
4. Dr. Abdul Azis Ilyas, S.Ag., M.H.
5. Prof. Dr. Yusriani, S.KM., M.Kes.
Dalam sambutannya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar pergantian kepengurusan, tetapi menjadi momentum memperkuat peran BAZNAS dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Zakat merupakan instrumen strategis dalam pembangunan umat. Di dalamnya terdapat nilai ibadah, solidaritas sosial, pemerataan ekonomi, sekaligus pemberdayaan masyarakat. Karena itu, BAZNAS memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam upaya menanggulangi kemiskinan, kesenjangan sosial, dan memperkuat ketahanan ekonomi umat," ujar Munafri.
Ia berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan berbagai inovasi, memperluas jangkauan layanan, memperkuat tata kelola organisasi, serta memastikan dana umat tersalurkan secara tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, H. Muhammad, menyampaikan apresiasi atas dilantiknya pimpinan BAZNAS yang baru. Menurutnya, zakat memiliki peran strategis dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kesenjangan sosial.
"Pelantikan ini menjadi momentum untuk memperkuat pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel. Kementerian Agama siap bersinergi dengan Pemerintah Kota dan BAZNAS agar potensi zakat dapat dioptimalkan untuk membangun ekonomi umat, memberdayakan masyarakat, serta membantu mengurangi angka kemiskinan di Kota Makassar," ujar H. Muhammad.
Ia juga berharap kepengurusan yang baru mampu membangun kepercayaan masyarakat dan para muzakki melalui program-program yang inovatif dan menyentuh kebutuhan masyarakat.
Pelantikan pimpinan BAZNAS Kota Makassar periode 2026–2031 diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah, Kementerian Agama, organisasi kemasyarakatan Islam, dunia usaha, lembaga pendidikan, masjid, dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dalam mengoptimalkan potensi zakat untuk kesejahteraan umat.
Dengan kepemimpinan yang baru, BAZNAS Kota Makassar diharapkan semakin hadir sebagai lembaga yang amanah, profesional, dan berdampak, sehingga dana zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi kekuatan nyata dalam membangun ekonomi umat dan mengurangi kemiskinan di Kota Makassar.