100 Jerigen Solar Subsidi Diduga Milik LK Diangkut Pick Up Modifikasi, Warga Bone Minta APH Segera Bertindak

Mobil pic up yang mengangkut Solar Subsidi milik LK

Mobil pic up yang mengangkut Solar Subsidi milik LK

 

Warga menyebut kendaraan pick up modifikasi diduga mengangkut sekitar 100 jerigen Solar subsidi pada malam hari dan meminta aparat penegak hukum segera menyelidiki dugaan penimbunan BBM bersubsidi milik LK di Kabupaten Bone.

 

Bone, DNID.co.id — Dugaan praktik penimbunan Bahan Bakar Minyak jenis Biosolar subsidi di Kabupaten Bone diduga belum berhenti.

Berdasarkan keterangan warga, sistem penampungan kini diubah dari satu gudang tetap menjadi sistem “gudang keliling“.

Warga Desa Ureng, Kecamatan Ulaweng, menyebut aktivitas penjemputan solar subsidi masih berlangsung setiap malam.

“Setiap malam ada mobil pick up yang datang mengambil solar subsidi yang ditampung. Ada dua yang selalu datang, kadang hitam kadang juga putih,” ujar salah satu warga kepada DNID. co.id, Kamis (30/7/2026).

Menurut warga, solar hasil “sedotan” dari antrean SPBU tidak langsung dikumpulkan di satu titik. Melainkan disebar dan disimpan di rumah-rumah “pasedot”.

“Masing-masing pasedot simpan di rumahnya. Nanti kalau ada pembeli yang datang baru pergi na jemput itu semua solar-solarnya. Jadi dia pisah-pisah,” lanjutnya.

Pada Rabu malam (29/7/2026), warga memantau adanya satu unit mobil pick up warna hitam yang mengangkut jerigen berisi solar keluar dari lokasi LK.

“Mobil pick up berwarna hitam dan bak sudah dimodifikasi diberikan dinding yang tinggi memuat jerigen yang berisi Solar subsidi diperkirakan kurang lebih seratus jerigen,” kata warga.

Saat diikuti, kendaraan tersebut terpantau melintas ke arah jalur Bone – Wajo. Warga menduga kuat muatan itu dibawa ke rumah seorang oknum Sekdes.

“Pak Sekdes juga itu sering ambil barangnya LK. Kalau jalur menuju ke Wajo itu kemungkinan ke Sekdes karena penutup terpalnya tidak rapi,” ujar warga.

Hingga berita ini diterbitkan, nama dan identitas “Sekdes” yang disebut belum dapat dikonfirmasi kebenarannya oleh DNID.co.id

Menurut keterangan warga, seluruh solar subsidi itu diambil di SPBU Taccipi, Kecamatan Ulaweng.

“Dia itu ambil di SPBU Taccipi, Ulaweng Kabupaten Bone. Kebanyakan mobil-mobil pasedot yang antri itu na kasih LK. Jalan terus itu LK,” katanya.

Kondisi ini dikeluhkan warga karena menyebabkan antrean panjang dan kelangkaan.

“Kebanyakan itu pa sedot. Banyak juga pakai pelat yang tidak sesuai dengan barcode,” kata Nasir, sopir yang ditemui saat antre di SPBU beberapa waktu lalu.

Atas temuan ini, warga mendesak Aparat Penegak Hukum Polres Bone segera menyelidiki dugaan lokasi penampungan dan memeriksa kendaraan pick up yang disebut.

Warga juga meminta Pemerintah merekomendasikan teguran kepada SPBU yang diduga menjadi tempat sarang mafia BBM bersubsidi jenis Solar.

Sementara BPH Migas diminta memeriksa distribusi, dan Pertamina Patra Niaga didorong mengaudit penyaluran Biosolar subsidi memeriksa Operator dan meneger di SPBU Taccipi serta di beberapa SPBU lainya.

Hingga berita ini diterbitkan, seluruh informasi di atas masih berdasarkan keterangan sejumlah narasumber dan belum dapat diverifikasi secara independen.

Redaksi masih berupaya mengonfirmasi ke Polres Bone, BPH Migas, Pertamina Patra Niaga, pengelola SPBU Taccipi, pihak LK, dan pihak yang disebut sebagai “Sekdes”.

Apabila telah diperoleh klarifikasi atau hasil penyelidikan resmi, berita ini akan diperbarui dengan tetap menjunjung asas keberimbangan dan praduga tak bersalah.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Kamis, 30 Juli 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Ricky

Editor: Kingzhie

Sumber Berita: Hasil investigasi

Penanggung Jawab: Ir Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation
4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk
Cegah Sejak Dini, Sosialisasi Bahaya Narkoba Sasar Pelajar SMP Wujudkan Generasi Bersih Narkoba
Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat
Pengacara dan Legislator Makassar Bahas Usulan Kontes Ayam Lotteng Bangkok Tanpa Judi Sebagai Warisan Budaya
Bupati Gowa Dorong Kampung Zakat Bontomanai Dikembangkan Jadi Program Unggulan
Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam
Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi
Berita ini 124 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 01:33 WITA

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Selasa, 3 November 2026 - 00:52 WITA

4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk

Senin, 2 November 2026 - 18:40 WITA

Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat

Senin, 2 November 2026 - 18:25 WITA

Pengacara dan Legislator Makassar Bahas Usulan Kontes Ayam Lotteng Bangkok Tanpa Judi Sebagai Warisan Budaya

Senin, 2 November 2026 - 14:29 WITA

Bupati Gowa Dorong Kampung Zakat Bontomanai Dikembangkan Jadi Program Unggulan

Senin, 2 November 2026 - 14:11 WITA

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam

Senin, 2 November 2026 - 11:16 WITA

Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi

Senin, 2 November 2026 - 10:00 WITA

Cegah Penyalahgunaan Narkotika, Polda Sulsel Tegaskan Larangan Penggunaan Vape bagi Seluruh Personel

Berita Terbaru

Serba-Serbi

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Selasa, 3 Nov 2026 - 01:33 WITA

Serba-Serbi

4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk

Selasa, 3 Nov 2026 - 00:52 WITA