Nyaris Setahun Menanti Keadilan di Polsek Binamu, Korban Minta Segera Tangkap Tersangka

Gambar ilustrasi kasus dugaan penganiayaan yang ditangani Polsek Binamu. (dok:AI)

Gambar ilustrasi kasus dugaan penganiayaan yang ditangani Polsek Binamu. (dok:AI)

JENEPONTO, DNID.co.id – Kasus dugaan penganiayaan yang berjalan kurang lebih sepuluh bulan dari Oktober 2025 di Polsek Binamu Polres Jeneponto Polda Sulsel, yang ditangani Penyidik Sebelumnya, terbilang lambat penanganannya. Korban S hampir tak mendapat keadilan.

Kasus penganiayaan itu terjadi di Ka’nea Desa Sapanang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Pada saat pelaku melakukan penganiayaan juga menghunuskan senjata tajam kearah pelaku.

Kepada DNID, Kuasa Hukum Samsul Lallo, SH., MH., mengatakan kasus hukum itu mulai terang pada tahun 2026. Pelaku inisial R akhirnya resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik baru atas dugaan kasus Penganiayaan.

“Iya, kasus tersebut sudah lama ditangani di Polsek Binamu, dengan serangkaian penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan penyidik, akhirnya pelaku inisial R resmi ditetapkan sebagai tersangka, penyidik juga sudah mengamankan barang bukti Senjata Tajam jenis badik,” sebutnya, Minggu (2/8/2026).

Informasi yang diperoleh, Tersangka kasus penganiayaan inisial R mangkir dari panggilan penyidik kepolisian. Pelaku inisial R masih berkeliaran diluar sana dan potensi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau konflik sosial ditengah masyarakat.

“Saat ini korban mengalami trauma atas kejadian penganiayaan. Korban dan keluarganya berharap agar pelaku segera diamankan,” pungkasnya.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Minggu, 2 Agustus 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Muh Alam Nasrullah Syam

Editor: Arief Daeng Sunu

Sumber Berita: Wawancara Narasumber

Penanggung Jawab: Ir. Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Beredar Kabar Penangkapan Pelaku Pemerkosaan Adik Ipar di Bantaeng, Identitas Korban-Pelaku Masih Rahasia
Dari Pers, Pemerintahan hingga Bisnis, Alias Wello Beri Suntikan Motivasi untuk PJS
Pemuda Rumbia Soroti Kualitas Proyek Talud dan Drainase, DPRD Sulsel Diminta Turun Mengawasi
Modus Barcode Ganda dan Pelat Palsu Terungkap, Polisi Telusuri Jaringan Penyelewengan.
Aliansi Mahasiswa Anti Mafia Hukum Tegas: Kawal Bibit Nanas dan Reklamasi Tanjung Bunga hingga Kejagung
Mesin Kapal Mati dan Kabut Tebal, Begini Perjuangan Tiga Pemancing Pulang Selamat
Setelah Hak Jawab Dimuat, Fakta Baru Terbongkar: Perbaikan Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng
A. Patarai Amir Kembali Nakhodai Golkar Maros, Begini Perjalanan Karir Politiknya di Partai Beringin
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 00:08 WITA

Beredar Kabar Penangkapan Pelaku Pemerkosaan Adik Ipar di Bantaeng, Identitas Korban-Pelaku Masih Rahasia

Rabu, 4 November 2026 - 23:48 WITA

Dari Pers, Pemerintahan hingga Bisnis, Alias Wello Beri Suntikan Motivasi untuk PJS

Rabu, 4 November 2026 - 22:00 WITA

Pemuda Rumbia Soroti Kualitas Proyek Talud dan Drainase, DPRD Sulsel Diminta Turun Mengawasi

Rabu, 4 November 2026 - 20:06 WITA

Modus Barcode Ganda dan Pelat Palsu Terungkap, Polisi Telusuri Jaringan Penyelewengan.

Rabu, 4 November 2026 - 20:00 WITA

Aliansi Mahasiswa Anti Mafia Hukum Tegas: Kawal Bibit Nanas dan Reklamasi Tanjung Bunga hingga Kejagung

Rabu, 4 November 2026 - 19:19 WITA

Mesin Kapal Mati dan Kabut Tebal, Begini Perjuangan Tiga Pemancing Pulang Selamat

Rabu, 4 November 2026 - 18:44 WITA

Setelah Hak Jawab Dimuat, Fakta Baru Terbongkar: Perbaikan Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng

Rabu, 4 November 2026 - 17:44 WITA

A. Patarai Amir Kembali Nakhodai Golkar Maros, Begini Perjalanan Karir Politiknya di Partai Beringin

Berita Terbaru