Putusan PN Jeneponto Inkracht, Praktisi Hukum Ingatkan Kepatuhan Hukum

Ilustrasi palu hakim dalam persidangan. (dok:ist)

Ilustrasi palu hakim dalam persidangan. (dok:ist)

JENEPONTO, DNID.co.id – Pengadilan Negeri (PN) Jeneponto menegaskan putusan perkara perdata Nomor 31/Pdt.G/2021/PN Jnp telah berkekuatan hukum tetap atau inkracht van gewijsde sejak 11 Maret 2022.

Perkara tersebut merupakan gugatan perdata yang diajukan Syamsuddin, Jihad, Sarelu, dan Naha terhadap Zainuddin, Tini, Solle, dan Rahma.

Kuasa Hukum Tergugat, Bohari, SH., MH., mengatakan dalam perkara tersebut majelis hakim mengabulkan eksepsi para tergugat karena gugatan dinilai kurang pihak (plurium litis consortium) serta terdapat persoalan salah subjek (error in persona).

“Gugatan para Penggugat tidak dapat diterima dan majelis hakim mengabulkan eksepsi para Tergugat,” kata Bohari, Sabtu (8/8/2026).

Menurutnya, putusan tersebut telah memperoleh kekuatan hukum tetap sehingga tidak lagi berada dalam tahap pemeriksaan perkara pada pokok persoalan.

“Oleh karena eksepsi yang diajukan oleh para Tergugat dikabulkan, maka majelis hakim tidak mempertimbangkan dan memutus tentang pokok perkaranya,” jelasnya.

Hal itu, kata Bohari, sebagaimana tertuang dalam amar putusan yang menyatakan gugatan para penggugat tidak dapat diterima (niet ontvankelijke verklaard).

Dalam amar putusan, majelis hakim pada pokoknya memutus:

1. Mengabulkan eksepsi Tergugat I, II, dan IV.
2. Menyatakan gugatan para Penggugat tidak dapat diterima (niet ontvankelijke verklaard).
3. Menghukum para Penggugat membayar biaya perkara sebesar Rp2.730.000.

Bohari menegaskan, istilah niet ontvankelijke verklaard (NO) berbeda dengan putusan yang menyatakan gugatan ditolak. Dalam perkara ini, gugatan dinyatakan tidak dapat diterima karena terdapat persoalan formil sebagaimana eksepsi yang dikabulkan majelis hakim.

Praktisi hukum, Samsul Lallo, SH., MH. (dok:daeng sunu)

Terpisah, Praktisi hukum, Samsul, SH., MH., menambahkan bahwa putusan PN Jeneponto yang telah berkekuatan hukum tetap seharusnya dihormati dan dipatuhi para pihak.

“Jika ada pihak yang merasa tidak puas dengan suatu putusan, jalur yang benar adalah menggunakan mekanisme hukum yang tersedia seperti banding, bukan dengan mengabaikan atau membangkang terhadap putusan tersebut,” tegas Samsul.

Ia menilai kepastian hukum menjadi penting setelah suatu putusan memperoleh kekuatan hukum tetap. Para pihak, menurutnya, harus menghormati putusan pengadilan serta menempuh mekanisme hukum yang berlaku apabila masih terdapat upaya hukum yang secara prosedural dapat dilakukan.

Dengan demikian, perkara Nomor 31/Pdt.G/2021/PN Jnp ditegaskan telah inkracht sejak 11 Maret 2022, sementara gugatan para Penggugat dalam perkara tersebut dinyatakan tidak dapat diterima oleh majelis hakim.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Sabtu, 8 Agustus 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Muh Alam Nasrullah Syam

Editor: Arief Daeng Sunu

Sumber Berita: Wawancara Narasumber

Penanggung Jawab: Ir. Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam
Kasus Tanah Sadiq Belum Tuntas Sejak 2022, Unit Tahbang Polrestabes Makassar Buka Suara soal Tersangka Tak Ditahan
Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi
Kasus Tanah Mandek Sejak 2022, Sadiq Pertanyakan Tersangka Bebas yang Diduga Hendak Jual Objek Sengketa
Mengapa Maslih Jadi Tersangka tetapi Tidak Ditahan, Ini Penjelasan Kapolres Belitung
Kasus BBM Belitung Memanas, Polisi Akhirnya Buka Suara
Sengketa Lahan Pantai Takari: Ahli Waris Ajukan PK ke Mahkamah Agung, Soroti Dugaan Mafia Tanah
Polisi Hadir di Rumah Ibadah, Ini Pesan Kapolsek Tempilang kepada Jemaat
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 14:11 WITA

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam

Senin, 2 November 2026 - 12:10 WITA

Kasus Tanah Sadiq Belum Tuntas Sejak 2022, Unit Tahbang Polrestabes Makassar Buka Suara soal Tersangka Tak Ditahan

Senin, 2 November 2026 - 11:16 WITA

Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi

Minggu, 1 November 2026 - 20:19 WITA

Kasus Tanah Mandek Sejak 2022, Sadiq Pertanyakan Tersangka Bebas yang Diduga Hendak Jual Objek Sengketa

Minggu, 1 November 2026 - 20:16 WITA

Mengapa Maslih Jadi Tersangka tetapi Tidak Ditahan, Ini Penjelasan Kapolres Belitung

Minggu, 1 November 2026 - 17:02 WITA

Sengketa Lahan Pantai Takari: Ahli Waris Ajukan PK ke Mahkamah Agung, Soroti Dugaan Mafia Tanah

Minggu, 1 November 2026 - 14:53 WITA

Polisi Hadir di Rumah Ibadah, Ini Pesan Kapolsek Tempilang kepada Jemaat

Minggu, 1 November 2026 - 14:18 WITA

Sempat Viral Usai Dianiaya, Korban Resmi Laporkan Appang ke Polres Gowa, Kuasa Hukum Minta Keadilan

Berita Terbaru

Peristiwa

Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi

Senin, 2 Nov 2026 - 11:16 WITA