Mahasiswa KKN Internasional UIN Walisongo Telusuri Jejak Sejarah Islam di Gua Hira
MAKKAH – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional UIN Walisongo Semarang mengunjungi Gua Hira di Jabal Nur, Makkah, Arab Saudi, Selasa (18/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembelajaran lapangan untuk memperdalam pemahaman mahasiswa terhadap sejarah awal penyebaran Islam.
Kunjungan ke Gua Hira dilakukan sebagai upaya mengenalkan secara langsung salah satu lokasi bersejarah yang memiliki peran penting dalam perjalanan kenabian Rasulullah SAW. Selain menjadi destinasi religius, Gua Hira juga menjadi simbol perjuangan dan awal turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW.
Perjalanan dimulai pada pukul 00.00 waktu setempat. Dalam suasana malam yang tenang, para mahasiswa memulai pendakian menuju puncak Jabal Nur dengan penuh semangat.
Meski dilakukan pada malam hari, proses pendakian tidak berjalan mudah. Medan yang cukup terjal serta minimnya penerangan di beberapa titik menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta.
Setelah menempuh perjalanan selama hampir dua jam, mahasiswa akhirnya tiba di kawasan Gua Hira sekitar pukul 01.46 dini hari. Setibanya di lokasi, mereka mendapati kawasan tersebut dipadati oleh jemaah dari berbagai negara yang juga ingin mengunjungi salah satu situs bersejarah dalam Islam tersebut.
Kepadatan pengunjung dan keterbatasan waktu membuat rombongan mahasiswa belum berkesempatan memasuki bagian dalam Gua Hira. Setelah mempertimbangkan situasi di lapangan, mereka memutuskan untuk mengakhiri kunjungan dan memulai perjalanan turun pada pukul 02.15 waktu setempat.
Perjalanan turun berakhir sekitar pukul 03.40 dini hari. Meskipun belum dapat memasuki gua secara langsung, kunjungan tersebut tetap memberikan pengalaman yang berkesan bagi para mahasiswa.
Salah satu peserta KKN Internasional, Masyitoh, mengaku perjalanan menuju Gua Hira memberikan pengalaman yang berbeda karena mampu menghadirkan gambaran nyata tentang perjuangan Rasulullah SAW dalam menerima wahyu dan menyebarkan ajaran Islam.
Kunjungan ke Jabal Nur tidak hanya menjadi aktivitas wisata religi, tetapi juga menjadi sarana refleksi bagi mahasiswa untuk memahami nilai-nilai perjuangan, keteladanan, dan semangat dakwah Rasulullah SAW.
Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa KKN Internasional UIN Walisongo diharapkan mampu menjadikan setiap perjalanan di Tanah Suci sebagai bagian dari proses pembelajaran yang lebih bermakna. Dengan melihat langsung lokasi bersejarah, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi juga dapat mengambil hikmah yang dapat diterapkan dalam kehidupan maupun pengabdian kepada masyarakat.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Mahasiswa KKN Internasional UIN Walisongo Telusuri Jejak Sejarah Islam di Gua Hira
RABU, 19 AGUSTUS 2026
MAKKAH – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional UIN Walisongo Semarang mengunjungi Gua Hira di Jabal Nur, Makkah, Arab Saudi, Selasa (18/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembelajaran lapangan untuk memperdalam pemahaman mahasiswa terhadap sejarah awal penyebaran Islam.
Kunjungan ke Gua Hira dilakukan sebagai upaya mengenalkan secara langsung salah satu lokasi bersejarah yang memiliki peran penting dalam perjalanan kenabian Rasulullah SAW. Selain menjadi destinasi religius, Gua Hira juga menjadi simbol perjuangan dan awal turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW.
Perjalanan dimulai pada pukul 00.00 waktu setempat. Dalam suasana malam yang tenang, para mahasiswa memulai pendakian menuju puncak Jabal Nur dengan penuh semangat.
Meski dilakukan pada malam hari, proses pendakian tidak berjalan mudah. Medan yang cukup terjal serta minimnya penerangan di beberapa titik menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta.
Setelah menempuh perjalanan selama hampir dua jam, mahasiswa akhirnya tiba di kawasan Gua Hira sekitar pukul 01.46 dini hari. Setibanya di lokasi, mereka mendapati kawasan tersebut dipadati oleh jemaah dari berbagai negara yang juga ingin mengunjungi salah satu situs bersejarah dalam Islam tersebut.
Kepadatan pengunjung dan keterbatasan waktu membuat rombongan mahasiswa belum berkesempatan memasuki bagian dalam Gua Hira. Setelah mempertimbangkan situasi di lapangan, mereka memutuskan untuk mengakhiri kunjungan dan memulai perjalanan turun pada pukul 02.15 waktu setempat.
Perjalanan turun berakhir sekitar pukul 03.40 dini hari. Meskipun belum dapat memasuki gua secara langsung, kunjungan tersebut tetap memberikan pengalaman yang berkesan bagi para mahasiswa.
Salah satu peserta KKN Internasional, Masyitoh, mengaku perjalanan menuju Gua Hira memberikan pengalaman yang berbeda karena mampu menghadirkan gambaran nyata tentang perjuangan Rasulullah SAW dalam menerima wahyu dan menyebarkan ajaran Islam.
Kunjungan ke Jabal Nur tidak hanya menjadi aktivitas wisata religi, tetapi juga menjadi sarana refleksi bagi mahasiswa untuk memahami nilai-nilai perjuangan, keteladanan, dan semangat dakwah Rasulullah SAW.
Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa KKN Internasional UIN Walisongo diharapkan mampu menjadikan setiap perjalanan di Tanah Suci sebagai bagian dari proses pembelajaran yang lebih bermakna. Dengan melihat langsung lokasi bersejarah, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi juga dapat mengambil hikmah yang dapat diterapkan dalam kehidupan maupun pengabdian kepada masyarakat.