Bone, DNID.co.id — Instruksi penghematan bahan bakar minyak (BBM) yang digaungkan pemerintah daerah mulai menuai sorotan. Di tengah ajakan efisiensi kepada masyarakat, sejumlah pejabat justru terpantau mengikuti kegiatan off-road yang dikenal sebagai aktivitas dengan konsumsi BBM tinggi.
Kebijakan penghematan BBM sebelumnya disampaikan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi keterbatasan pasokan serta upaya menekan beban pengeluaran. Namun, realitas di lapangan dinilai tidak sejalan dengan imbauan tersebut.
“Di satu sisi masyarakat diminta berhemat, tapi di sisi lain pejabat ikut kegiatan yang jelas boros BBM. Ini kontradiktif,” ujar Erik salah satu warga
Kegiatan off-road sendiri identik dengan penggunaan kendaraan berpenggerak empat roda (4WD) yang mengonsumsi bahan bakar lebih besar, terutama saat melintasi medan berat seperti lumpur, tanjakan, dan jalur berbatu.
Pengamat kebijakan publik menilai, inkonsistensi ini berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap imbauan pemerintah.
“Kalau ingin kebijakan efektif, harus dimulai dari keteladanan. Jangan sampai ada kesan aturan hanya berlaku untuk masyarakat, bukan untuk pejabat,” tegasnya.
Sorotan tersebut menguat setelah kegiatan Offroad Overland Beramal Jelajah Bone Selatan 2026 digelar di Lapangan Desa Bulu Tanah, Kecamatan Kajuara, Jumat (3/4/2026).
Dalam kegiatan itu, terlihat Kepala daerah, anggota DPRD Bone, para kepala OPD, camat, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tamu undangan lainnya turut hadir.
Kegiatan yang diinisiasi langsung oleh pemerintah daerah tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Bone ke-696, sekaligus ajang mempererat silaturahmi antar komunitas off-road dari berbagai daerah.
Namun, kehadiran para pejabat dalam kegiatan tersebut justru memunculkan pertanyaan publik terkait komitmen pemerintah terhadap kebijakan penghematan BBM yang sedang digaungkan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai keterlibatan pejabat dalam kegiatan tersebut serta kaitannya dengan instruksi penghematan BBM.
Situasi ini memunculkan pertanyaan publik, apakah instruksi hemat BBM benar-benar menjadi prioritas, atau sekadar imbauan tanpa komitmen nyata di lapangan.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Instruksi Hemat BBM Digencarkan, Pejabat Justru Ikut Off-Road
JUMAT, 3 APRIL 2026
Kebijakan Efisiensi Dipertanyakan, Aktivitas Hobi yang Boros Energi Jadi Sorotan Publik
Bone, DNID.co.id — Instruksi penghematan bahan bakar minyak (BBM) yang digaungkan pemerintah daerah mulai menuai sorotan. Di tengah ajakan efisiensi kepada masyarakat, sejumlah pejabat justru terpantau mengikuti kegiatan off-road yang dikenal sebagai aktivitas dengan konsumsi BBM tinggi.
Kebijakan penghematan BBM sebelumnya disampaikan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi keterbatasan pasokan serta upaya menekan beban pengeluaran. Namun, realitas di lapangan dinilai tidak sejalan dengan imbauan tersebut.
“Di satu sisi masyarakat diminta berhemat, tapi di sisi lain pejabat ikut kegiatan yang jelas boros BBM. Ini kontradiktif,” ujar Erik salah satu warga
Kegiatan off-road sendiri identik dengan penggunaan kendaraan berpenggerak empat roda (4WD) yang mengonsumsi bahan bakar lebih besar, terutama saat melintasi medan berat seperti lumpur, tanjakan, dan jalur berbatu.
Pengamat kebijakan publik menilai, inkonsistensi ini berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap imbauan pemerintah.
“Kalau ingin kebijakan efektif, harus dimulai dari keteladanan. Jangan sampai ada kesan aturan hanya berlaku untuk masyarakat, bukan untuk pejabat,” tegasnya.
Sorotan tersebut menguat setelah kegiatan Offroad Overland Beramal Jelajah Bone Selatan 2026 digelar di Lapangan Desa Bulu Tanah, Kecamatan Kajuara, Jumat (3/4/2026).
Dalam kegiatan itu, terlihat Kepala daerah, anggota DPRD Bone, para kepala OPD, camat, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tamu undangan lainnya turut hadir.
Kegiatan yang diinisiasi langsung oleh pemerintah daerah tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Bone ke-696, sekaligus ajang mempererat silaturahmi antar komunitas off-road dari berbagai daerah.
Namun, kehadiran para pejabat dalam kegiatan tersebut justru memunculkan pertanyaan publik terkait komitmen pemerintah terhadap kebijakan penghematan BBM yang sedang digaungkan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai keterlibatan pejabat dalam kegiatan tersebut serta kaitannya dengan instruksi penghematan BBM.
Situasi ini memunculkan pertanyaan publik, apakah instruksi hemat BBM benar-benar menjadi prioritas, atau sekadar imbauan tanpa komitmen nyata di lapangan.