Forum “Kaltim Menyala” Soroti Penguatan Infrastruktur Listrik, DPD Cermin Muda Kaltim Apresiasi Komitmen PLN
DNID.co.id, Samarinda – Keandalan sistem kelistrikan di Kalimantan Timur kembali menjadi perhatian seiring meningkatnya kebutuhan energi di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Di tengah peran strategis provinsi ini sebagai salah satu pusat energi nasional, PT PLN (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga pasokan listrik agar tetap andal dan berkelanjutan. Meski demikian, sejumlah tantangan masih perlu diselesaikan bersama, khususnya terkait penguatan jaringan transmisi dan pemerataan layanan listrik hingga ke wilayah pedalaman.
Sebagai bentuk kontribusi dalam merumuskan solusi, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Cermin Muda Kalimantan Timur menyelenggarakan forum diskusi sekaligus meluncurkan kajian strategis bertajuk “Kaltim Menyala”. Kegiatan tersebut menghadirkan Anggota DPR RI Komisi XII, Syafruddin, untuk membahas tata kelola sektor energi di Kalimantan Timur sekaligus menyampaikan sejumlah rekomendasi kebijakan kepada para pemangku kepentingan.
Dalam paparannya, Syafruddin menjelaskan bahwa sistem interkoneksi kelistrikan di Kalimantan Timur masih memiliki sejumlah tantangan, terutama pada aspek keandalan distribusi. Meskipun kapasitas daya listrik saat ini berada dalam kondisi surplus, stabilitas jaringan dinilai masih membutuhkan penguatan.
“Gangguan pada jalur transmisi utama kerap memicu efek domino yang berdampak pada aktivitas masyarakat dan dunia usaha di sejumlah daerah, seperti Samarinda, Balikpapan, dan Bontang,” ujar Syafruddin Selasa, (30/06/2026).
Ia menambahkan, kondisi tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan jalur transmisi cadangan serta masih besarnya ketergantungan terhadap pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbasis energi fosil.
Menurutnya, ketika pembangkit utama mengalami gangguan, sistem cadangan yang tersedia belum sepenuhnya mampu menjaga kestabilan pasokan listrik sehingga berpotensi menimbulkan pemadaman di beberapa wilayah.
“Sebagai solusi, forum merekomendasikan percepatan pembangunan jaringan transmisi berbentuk Looping System pada jaringan 150 kV dan 275 kV. Selain itu, penerapan teknologi Smart Grid dan pembangunan Battery Energy Storage System (BESS) dinilai penting untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan, khususnya dalam mendukung kebutuhan energi IKN,” bebernya.
Selain membahas aspek teknis kelistrikan, forum juga menyoroti pentingnya pemerataan manfaat sektor energi bagi masyarakat Kalimantan Timur. Ketua DPD Cermin Muda Kalimantan Timur, Ulul Azmi, mengusulkan penerapan kebijakan Tarif Afirmatif Daerah Penghasil agar sebagian nilai tambah dari pemanfaatan sumber daya alam dapat dialokasikan untuk membantu subsidi tarif listrik bagi masyarakat dan pelaku UMKM.
“Isu lain yang menjadi perhatian adalah belum meratanya akses listrik di wilayah pedalaman. Hingga saat ini, sejumlah desa di Mahakam Ulu, Kutai Barat, Kutai Timur, dan Berau masih belum menikmati layanan listrik selama 24 jam. Sebagian masyarakat masih bergantung pada generator diesel dengan biaya operasional tinggi dan waktu penggunaan yang terbatas,” pungkasnya.
Sebagai langkah jangka panjang, forum turut mendorong percepatan pengembangan pembangkit berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) yang melibatkan partisipasi masyarakat. Potensi yang dinilai layak dikembangkan meliputi PLTS komunal, PLTMH, hingga pemanfaatan biomassa dari limbah perkebunan sebagai alternatif penyediaan listrik bagi kawasan terpencil.
Melalui forum tersebut, sejumlah rekomendasi strategis turut dihasilkan, antara lain memperkuat keandalan sistem transmisi PLN, mempercepat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, mendorong penyusunan regulasi insentif bagi pengembangan EBT oleh pemerintah daerah, serta membangun kolaborasi generasi muda dalam memetakan potensi energi terbarukan di desa-desa yang belum terjangkau layanan listrik optimal.
Di akhir rangkaian kegiatan ini, DPD Cermin Muda Indonesia Kalimantan Timur, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada PLN atas dukungan serta fasilitasi penyelenggaraan Forum “Kaltim Menyala”. Menurutnya, sinergi yang terjalin antara PLN, pemerintah, legislatif, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan sistem kelistrikan yang semakin andal, merata, dan mampu menopang pembangunan Kalimantan Timur sebagai gerbang Ibu Kota Nusantara. Kami menegaskan bahwa DPD Cermin Muda Kalimantan Timur akan terus berkomitmen mengawasi kebijakan energi yang dilakukan PLN untuk kepentingan masyarakat Kalimantan Timur. Pungkasnya(*)
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Forum "Kaltim Menyala" Soroti Penguatan Infrastruktur Listrik, DPD Cermin Muda Kaltim Apresiasi Komitmen PLN
SELASA, 30 JUNI 2026
DNID.co.id, Samarinda – Keandalan sistem kelistrikan di Kalimantan Timur kembali menjadi perhatian seiring meningkatnya kebutuhan energi di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Di tengah peran strategis provinsi ini sebagai salah satu pusat energi nasional, PT PLN (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga pasokan listrik agar tetap andal dan berkelanjutan. Meski demikian, sejumlah tantangan masih perlu diselesaikan bersama, khususnya terkait penguatan jaringan transmisi dan pemerataan layanan listrik hingga ke wilayah pedalaman.
Sebagai bentuk kontribusi dalam merumuskan solusi, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Cermin Muda Kalimantan Timur menyelenggarakan forum diskusi sekaligus meluncurkan kajian strategis bertajuk "Kaltim Menyala". Kegiatan tersebut menghadirkan Anggota DPR RI Komisi XII, Syafruddin, untuk membahas tata kelola sektor energi di Kalimantan Timur sekaligus menyampaikan sejumlah rekomendasi kebijakan kepada para pemangku kepentingan.
Dalam paparannya, Syafruddin menjelaskan bahwa sistem interkoneksi kelistrikan di Kalimantan Timur masih memiliki sejumlah tantangan, terutama pada aspek keandalan distribusi. Meskipun kapasitas daya listrik saat ini berada dalam kondisi surplus, stabilitas jaringan dinilai masih membutuhkan penguatan.
“Gangguan pada jalur transmisi utama kerap memicu efek domino yang berdampak pada aktivitas masyarakat dan dunia usaha di sejumlah daerah, seperti Samarinda, Balikpapan, dan Bontang,” ujar Syafruddin Selasa, (30/06/2026).
Ia menambahkan, kondisi tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan jalur transmisi cadangan serta masih besarnya ketergantungan terhadap pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbasis energi fosil.
Menurutnya, ketika pembangkit utama mengalami gangguan, sistem cadangan yang tersedia belum sepenuhnya mampu menjaga kestabilan pasokan listrik sehingga berpotensi menimbulkan pemadaman di beberapa wilayah.
“Sebagai solusi, forum merekomendasikan percepatan pembangunan jaringan transmisi berbentuk Looping System pada jaringan 150 kV dan 275 kV. Selain itu, penerapan teknologi Smart Grid dan pembangunan Battery Energy Storage System (BESS) dinilai penting untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan, khususnya dalam mendukung kebutuhan energi IKN,” bebernya.
Selain membahas aspek teknis kelistrikan, forum juga menyoroti pentingnya pemerataan manfaat sektor energi bagi masyarakat Kalimantan Timur. Ketua DPD Cermin Muda Kalimantan Timur, Ulul Azmi, mengusulkan penerapan kebijakan Tarif Afirmatif Daerah Penghasil agar sebagian nilai tambah dari pemanfaatan sumber daya alam dapat dialokasikan untuk membantu subsidi tarif listrik bagi masyarakat dan pelaku UMKM.
“Isu lain yang menjadi perhatian adalah belum meratanya akses listrik di wilayah pedalaman. Hingga saat ini, sejumlah desa di Mahakam Ulu, Kutai Barat, Kutai Timur, dan Berau masih belum menikmati layanan listrik selama 24 jam. Sebagian masyarakat masih bergantung pada generator diesel dengan biaya operasional tinggi dan waktu penggunaan yang terbatas,” pungkasnya.
Sebagai langkah jangka panjang, forum turut mendorong percepatan pengembangan pembangkit berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) yang melibatkan partisipasi masyarakat. Potensi yang dinilai layak dikembangkan meliputi PLTS komunal, PLTMH, hingga pemanfaatan biomassa dari limbah perkebunan sebagai alternatif penyediaan listrik bagi kawasan terpencil.
Melalui forum tersebut, sejumlah rekomendasi strategis turut dihasilkan, antara lain memperkuat keandalan sistem transmisi PLN, mempercepat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, mendorong penyusunan regulasi insentif bagi pengembangan EBT oleh pemerintah daerah, serta membangun kolaborasi generasi muda dalam memetakan potensi energi terbarukan di desa-desa yang belum terjangkau layanan listrik optimal.
Di akhir rangkaian kegiatan ini, DPD Cermin Muda Indonesia Kalimantan Timur, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada PLN atas dukungan serta fasilitasi penyelenggaraan Forum "Kaltim Menyala". Menurutnya, sinergi yang terjalin antara PLN, pemerintah, legislatif, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan sistem kelistrikan yang semakin andal, merata, dan mampu menopang pembangunan Kalimantan Timur sebagai gerbang Ibu Kota Nusantara. Kami menegaskan bahwa DPD Cermin Muda Kalimantan Timur akan terus berkomitmen mengawasi kebijakan energi yang dilakukan PLN untuk kepentingan masyarakat Kalimantan Timur. Pungkasnya(*)