Truk Diduga Bawa Solar Subsidi Kembali Meluncur ke Siwa, Warga Sebut Nama LN
Foto Ilustrasi
Warga mengaku sopir menyebut muatan milik HE untuk dikirim kepada LN di Siwa. Truk disebut berulang kali melintas pada malam hari membawa jeriken diduga berisi solar subsidi.
Bone, DNID.co.id – Dugaan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar dari Kabupaten Bone ke Siwa, Kabupaten Wajo, kembali mencuat.
Dalam rentang dua hari, sebuah truk bak kayu disebut dua kali terpantau warga mengangkut puluhan jeriken yang diduga berisi solar subsidi, Pada Sabtu (4/7/2026) malam.
Warga bahkan mengaku sopir truk menyebut muatan tersebut merupakan milik pria berinisial HE yang akan dikirim kepada pria berinisial LN di Siwa.
Muatan mobil Jerigen yang berisi solar Subsidi akan di suplay ke LN di Siwa kabupaten Wajo
Keterangan itu disampaikan seorang warga yang mengaku melihat langsung aktivitas truk tersebut saat memuat jeriken pada hari yang sama di malam hari di wilayah Kecamatan Palakka.
“Kata sopir, barangnya HE dan mau dikirim ke tempatnya LN di Siwa,” ujar warga kepada media ini.
Warga mengatakan, saat pertama kali dilihat, muatan truk belum terisi penuh. Kendaraan itu diduga masih akan mengambil tambahan muatan di wilayah Cabalu sebelum melanjutkan perjalanan menuju Siwa, Kabupaten Wajo.
“Mobil itu muat jeriken diduga berisi solar subsidi yang diperoleh dari Kecamatan Palakka. Waktu saya lihat, muatannya belum penuh,” katanya.
“Kalau sudah penuh baru berangkat menuju Siwa,” lanjutnya.
Menurut warga, truk yang sama sebelumnya juga telah terlihat melintas pada Kamis (2/7/2026) malam dengan dugaan membawa muatan serupa.
Dengan demikian, dalam selang waktu dua hari, kendaraan tersebut sudah dua kali terpantau melakukan aktivitas yang sama.
Dia juga menyebut truk tersebut bukan kendaraan yang baru sekali terlihat. Menurutnya, kendaraan itu kerap melintas pada malam hari di ruas jalan poros Bone–Wajo dengan membawa jeriken dalam jumlah besar yang diduga berisi solar subsidi.
“Mobil itu memang sering lewat malam hari dengan muatan jeriken dalam jumlah banyak yang diduga berisi solar subsidi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, warga mengaku nama HE dan LN bukan hal baru dalam dugaan distribusi solar subsidi.
Menurut keterangannya, HE diduga memperoleh solar subsidi dari sejumlah SPBU di Kabupaten Bone, termasuk dari pelangsir, kemudian memasoknya kepada LN di Siwa.
“Mereka sudah lama jadi rekanan, sudah bertahun-tahun. Namun aksi mereka diduga selalu berjalan mulus tanpa hambatan,” ujar warga.
Hingga berita ini diterbitkan, seluruh informasi tersebut masih berdasarkan keterangan warga dan belum dapat dipastikan kebenarannya secara independen.
Media ini telah menghubungi HE dan LN untuk meminta tanggapan atas dugaan tersebut. Namun, hingga berita ini diterbitkan, keduanya belum memberikan klarifikasi maupun jawaban.
Media ini juga masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak terkait guna memastikan seluruh informasi yang berkembang sesuai prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Truk Diduga Bawa Solar Subsidi Kembali Meluncur ke Siwa, Warga Sebut Nama LN
SENIN, 6 JULI 2026
Warga mengaku sopir menyebut muatan milik HE untuk dikirim kepada LN di Siwa. Truk disebut berulang kali melintas pada malam hari membawa jeriken diduga berisi solar subsidi.
Bone, DNID.co.id – Dugaan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar dari Kabupaten Bone ke Siwa, Kabupaten Wajo, kembali mencuat.
Dalam rentang dua hari, sebuah truk bak kayu disebut dua kali terpantau warga mengangkut puluhan jeriken yang diduga berisi solar subsidi, Pada Sabtu (4/7/2026) malam.
Warga bahkan mengaku sopir truk menyebut muatan tersebut merupakan milik pria berinisial HE yang akan dikirim kepada pria berinisial LN di Siwa.
Keterangan itu disampaikan seorang warga yang mengaku melihat langsung aktivitas truk tersebut saat memuat jeriken pada hari yang sama di malam hari di wilayah Kecamatan Palakka.
"Kata sopir, barangnya HE dan mau dikirim ke tempatnya LN di Siwa," ujar warga kepada media ini.
Warga mengatakan, saat pertama kali dilihat, muatan truk belum terisi penuh. Kendaraan itu diduga masih akan mengambil tambahan muatan di wilayah Cabalu sebelum melanjutkan perjalanan menuju Siwa, Kabupaten Wajo.
"Mobil itu muat jeriken diduga berisi solar subsidi yang diperoleh dari Kecamatan Palakka. Waktu saya lihat, muatannya belum penuh," katanya.
"Kalau sudah penuh baru berangkat menuju Siwa," lanjutnya.
Menurut warga, truk yang sama sebelumnya juga telah terlihat melintas pada Kamis (2/7/2026) malam dengan dugaan membawa muatan serupa.
Dengan demikian, dalam selang waktu dua hari, kendaraan tersebut sudah dua kali terpantau melakukan aktivitas yang sama.
Dia juga menyebut truk tersebut bukan kendaraan yang baru sekali terlihat. Menurutnya, kendaraan itu kerap melintas pada malam hari di ruas jalan poros Bone–Wajo dengan membawa jeriken dalam jumlah besar yang diduga berisi solar subsidi.
"Mobil itu memang sering lewat malam hari dengan muatan jeriken dalam jumlah banyak yang diduga berisi solar subsidi," ungkapnya.
Lebih lanjut, warga mengaku nama HE dan LN bukan hal baru dalam dugaan distribusi solar subsidi.
Menurut keterangannya, HE diduga memperoleh solar subsidi dari sejumlah SPBU di Kabupaten Bone, termasuk dari pelangsir, kemudian memasoknya kepada LN di Siwa.
"Mereka sudah lama jadi rekanan, sudah bertahun-tahun. Namun aksi mereka diduga selalu berjalan mulus tanpa hambatan," ujar warga.
Hingga berita ini diterbitkan, seluruh informasi tersebut masih berdasarkan keterangan warga dan belum dapat dipastikan kebenarannya secara independen.
Media ini telah menghubungi HE dan LN untuk meminta tanggapan atas dugaan tersebut. Namun, hingga berita ini diterbitkan, keduanya belum memberikan klarifikasi maupun jawaban.
Media ini juga masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak terkait guna memastikan seluruh informasi yang berkembang sesuai prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.