Suara Kemerdekaan Berpadu Deru Mesin, Makassar Racing Soroti Isu Darurat Sirkuit
Makassar,DNID.co.id — Komunitas otomotif Makassar Racing kembali menggelar aksi berkendara bersama (riding) mengelilingi sudut Kota Makassar. Momen ini digelar dalam rangka memeriahkan Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 sekaligus menyuarakan jeritan hati para pegiat balap lokal. Selasa (18/8/2026).
Ratusan pembalap, mekanik, hingga pencinta otomotif merapatkan barisan dalam konvoi tertib ini. Namun, di balik kibaran bendera Merah Putih dan gemuruh suara mesin, ada pesan menohok yang diusung: “Makassar Butuh Sirkuit, Makassar Darurat Sirkuit!”
Aksi turun ke jalan ini bukan sekadar euforia tahunan. Komunitas menilai, potensi dan bakat-bakat muda pembalap asal Makassar dan Sulawesi Selatan sangat luar biasa di kancah nasional maupun internasional, tetapi tidak diimbangi dengan fasilitas pendukung yang memadai.
Kamal Losari pendiri Makassar Racing menegaskan bahwa kemerdekaan sejatinya juga berarti merdeka dalam menyalurkan hobi dan bakat secara positif tanpa harus berhadapan dengan bahaya jalan raya.
“Kami rindu memiliki ‘rumah’ sendiri. Makassar adalah salah satu kiblat otomotif di Indonesia Timur, namun miris ketika pembalap kita harus menyewa sirkuit di daerah lain hanya untuk latihan. Kami mendesak pemerintah daerah untuk merealisasikan pembangunan sirkuit permanen di Makassar,” ujar Kamal Losari pendiri Makassar Racing
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
Suara Kemerdekaan Berpadu Deru Mesin, Makassar Racing Soroti Isu Darurat Sirkuit
RABU, 19 AGUSTUS 2026
Makassar,DNID.co.id — Komunitas otomotif Makassar Racing kembali menggelar aksi berkendara bersama (riding) mengelilingi sudut Kota Makassar. Momen ini digelar dalam rangka memeriahkan Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 sekaligus menyuarakan jeritan hati para pegiat balap lokal. Selasa (18/8/2026).
Ratusan pembalap, mekanik, hingga pencinta otomotif merapatkan barisan dalam konvoi tertib ini. Namun, di balik kibaran bendera Merah Putih dan gemuruh suara mesin, ada pesan menohok yang diusung: "Makassar Butuh Sirkuit, Makassar Darurat Sirkuit!"
Aksi turun ke jalan ini bukan sekadar euforia tahunan. Komunitas menilai, potensi dan bakat-bakat muda pembalap asal Makassar dan Sulawesi Selatan sangat luar biasa di kancah nasional maupun internasional, tetapi tidak diimbangi dengan fasilitas pendukung yang memadai.
Kamal Losari pendiri Makassar Racing menegaskan bahwa kemerdekaan sejatinya juga berarti merdeka dalam menyalurkan hobi dan bakat secara positif tanpa harus berhadapan dengan bahaya jalan raya.
"Kami rindu memiliki 'rumah' sendiri. Makassar adalah salah satu kiblat otomotif di Indonesia Timur, namun miris ketika pembalap kita harus menyewa sirkuit di daerah lain hanya untuk latihan. Kami mendesak pemerintah daerah untuk merealisasikan pembangunan sirkuit permanen di Makassar," ujar Kamal Losari pendiri Makassar Racing