Rp794 Juta Biaya Transportasi DPRD Bone Tak Didukung Bukti, Warga Minta APH Telusuri

LHP BPK mencatat tiga persoalan perjalanan dinas Setwan dengan total Rp845,9 juta. Warga meminta temuan tersebut ditindaklanjuti dan diperiksa lebih lanjut jika ditemukan pelanggaran.

 

Bone, DNID.co.id – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan biaya transportasi darat sebesar Rp794.135.500,00 di Sekretariat DPRD Kabupaten Bone yang tidak didukung bukti pertanggungjawaban sesuai perjalanan dinas yang dilaporkan.

Temuan ini menjadi bagian dari tiga persoalan perjalanan dinas Sekretariat DPRD Bone dengan total nilai Rp845.939.700,00 dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Bone Tahun Anggaran 2025.

Selain biaya transportasi darat, BPK mencatat kelebihan pembayaran perjalanan dinas yang beririsan sebesar Rp23.594.200,00 dan kelebihan pembayaran penginapan sebesar Rp28.210.000,00.

BPK juga mencatat 12 orang pelaksana perjalanan dinas yang dalam laporan pertanggungjawaban tercatat menginap di rumah pribadi, bukan di hotel sesuai standar yang berlaku.

Dalam temuan biaya transportasi darat, BPK menyebut pembayaran tidak didukung tiket, bukti pembayaran, atau dokumen lain yang bisa membuktikan perjalanan tersebut benar-benar dilakukan sesuai laporan.

Artinya, BPK mempersoalkan bukti yang dipakai untuk mempertanggungjawabkan uang transportasi itu.

BPK meminta pemerintah daerah menindaklanjuti persoalan tersebut, termasuk melakukan pemeriksaan dan memastikan kelebihan pembayaran dikembalikan ke kas daerah sesuai aturan.

BPK juga meminta Pemkab Bone memperkuat pengawasan, terutama saat memeriksa bukti perjalanan dinas sebelum pembayaran dilakukan.

Sejumlah warga meminta aparat penegak hukum menelaah temuan tersebut jika dalam pemeriksaan ditemukan dugaan pelanggaran pidana.

Majid, warga Bone, mengatakan penggunaan uang perjalanan dinas perlu mendapat penjelasan yang terbuka.

“Kami minta Kejaksaan dan Kepolisian menelaah temuan ini. Kalau memang ada pelanggaran, harus ditindaklanjuti sesuai aturan,” kata Majid.

Di media sosial, sejumlah komentar juga meminta temuan tersebut tidak berhenti pada penyelesaian administrasi.

Salah satunya akun @warga_bone yang menulis, “BPK sudah temukan. Sekarang giliran APH yang kerja. Usut tuntas mi itu.”

Komentar tersebut menjadi salah satu bentuk respons publik terhadap temuan perjalanan dinas.

DNID.co.id telah berupaya mengonfirmasi Sekretaris DPRD Bone Andi Muchlis, yang dilantik pada 18 Juni 2026, serta mantan Sekwan Hj. Faidah.

Hingga berita ini diterbitkan, keduanya belum memberikan tanggapan terkait temuan biaya transportasi darat, kelebihan pembayaran perjalanan dinas, maupun penginapan.

DNID.co.id juga masih menunggu penjelasan resmi dari Sekretariat DPRD Bone mengenai tindak lanjut rekomendasi BPK.

Pengamat kebijakan publik Andi Gaffar Haris menilai, temuan tersebut perlu ditindaklanjuti untuk memastikan apakah ada pelanggaran administrasi atau unsur pidana.

“Kalau uang negara dicairkan tanpa bukti, itu pertanyaan besar. Lembaga legislatif harusnya jadi contoh. Sekarang bola ada di APH untuk menelusuri lebih jauh,” ujarnya.

Ia mendorong Kejaksaan Negeri Bone dan Kepolisian melakukan telaah terhadap LHP BPK tersebut.

Sementara itu, tindak lanjut atas temuan BPK tetap menjadi tanggung jawab pemerintah daerah sesuai rekomendasi pemeriksaan.

Jika dalam proses pemeriksaan ditemukan indikasi pidana, penanganannya menjadi kewenangan aparat penegak hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Selasa, 8 September 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Ricky

Editor: Kingzhie

Penanggung Jawab: Ir Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Momentum Besar PJS di Batam! Menko Zulkifli Hasan Tiba, Besok Resmi Buka Rakernas III
Dandim 0502/JU Bersama Forkopimko Jakarta Utara Dampingi Kapolda Metro Jaya Tinjau Lokasi Pasca Penertiban di Kampung Bahari
PT. Mutiara Gunung Agung Klarifikasi Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng: Hanya Plesteran Karena Panas
Operasi Patuh Pallawa 2026, Satlantas Polrestabes Makassar Edukasi Pelajar SMA
Pasca RSUD La Palaloi Disorot, Chaidir Syam Minta Pelayanan Diperbaiki: ASN Itu Pelayan, Bukan Bos
Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa
Masuk Tahap Verifikasi Lapangan PUG, Darmawangsyah Muin Harap Gowa kembali Raih APE 2026
Aliansi Mahasiswa Pemuda Demo DLH, Dugaan Pelanggaran Lingkungan Limbah MBG Tamanroya
Berita ini 76 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 19:13 WITA

Momentum Besar PJS di Batam! Menko Zulkifli Hasan Tiba, Besok Resmi Buka Rakernas III

Selasa, 3 November 2026 - 18:24 WITA

Dandim 0502/JU Bersama Forkopimko Jakarta Utara Dampingi Kapolda Metro Jaya Tinjau Lokasi Pasca Penertiban di Kampung Bahari

Selasa, 3 November 2026 - 17:17 WITA

PT. Mutiara Gunung Agung Klarifikasi Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng: Hanya Plesteran Karena Panas

Selasa, 3 November 2026 - 11:30 WITA

Pasca RSUD La Palaloi Disorot, Chaidir Syam Minta Pelayanan Diperbaiki: ASN Itu Pelayan, Bukan Bos

Selasa, 3 November 2026 - 09:13 WITA

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa

Selasa, 3 November 2026 - 08:39 WITA

Masuk Tahap Verifikasi Lapangan PUG, Darmawangsyah Muin Harap Gowa kembali Raih APE 2026

Selasa, 3 November 2026 - 08:16 WITA

Aliansi Mahasiswa Pemuda Demo DLH, Dugaan Pelanggaran Lingkungan Limbah MBG Tamanroya

Selasa, 3 November 2026 - 01:33 WITA

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Berita Terbaru