Wapres Gibran Anjurkan Agnesia dan Febiola di Rujuk ke Jakarta
Ket foto: Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka didampingi Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, Bupati Karo, Antonius Ginting, direktur RS Efarina Etaham Berastagi, drg. Irna Safrina Meliala, M.Kes., saat menjenguk pelajar korban keracunan MBGp pada Jum'at (11-9-2026).(Ist)
Tanah karo DNID.co.id– Pasca keracunan masal siswa-siswi pelajar dari SMAN 1 Berastagi dan Yayasan SMP, SMA dan SMK Berastagi 13 Agustus lalu menjadi perhatian serius oleh pemerintah pusat.
Satu bulan berselang insiden tersebut, para orang tua kecewa dengan kinerja Pemkab Karo yang seharusnya memanggil pihak-pihak bertanggungjawab dalam hal penanganan perobatan putra putri mereka sehingga tidak berlarut-larut dan bolak-balik masuk rumah sakit.
“Ini akibat lambatnya Pemerintah Daerah Karo penanganan dan tidak tepatnya obat yang diberikan kepada anak-anak kami sehingga ada 4 orang yang harus mendapatkan perawatan secara intensif, ” tegas Edy Manik pada Jumat (11-9-2026) disela sela menunggu kedatangan Wakil presiden menjenguk korban keracunan MBG di RS Efarina Etaham Berastagi.
Adapun ke-empat siswa yang sangat memprihatinkan kondisinya yaitu, Febiola br Purba Agnesia br Silitonga, Karissa br Aritonang dan Crismast Sihite.
Namun dari keempat tersebut 2 orang bernama, Febiola br Purba menderita penyempitan pada Otak dan bisa mengakibatkan hilang ingatan dan Agnesia br Silitonga menderita penyakit gagal Ginjal.
Menanggapi permintaan orang tua, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merespon langsung keinginan orang tua supaya anaknya dapat penanganan perobatan secara intensif agar dapat pulih sedia kala sehingga bisa sekolah kembali untuk merujuk keduanya ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) di Jakarta.
“Saya harapkan agar ke-dua anak pelajar ini berkoordinasikan terlebih dahulu dengan orang tua untuk segera di rujuk ke RSCM Jakarta”, perintah Wapres kepada Dirut Efarina dan Gubernur Sumut.
Direktur RS Efarina Berastagi, drg. Irna Safrina Meliala, M.Kes., menuturkan bahwa rujukan ke Jakarta dilakukan atas perhatian Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming Raka. “Atas atensi Pak Wapres, dikarenakan kita tidak ada alat dan dokter ginjal khusus anak, Pak Wapres meminta agar dirawat ke Jakarta, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM),” Ucapnya.
Irna melanjutkan, Agnesia terlebih dahulu dibawa ke Rumah Sakit Haji Medan untuk beristirahat selama satu malam. Selanjutnya, Agnesia akan berangkat ke Jakarta dengan didampingi tim Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara dan pihak rumah sakit di Medan.
“Agnesia ke Rumah Sakit Haji Medan dulu untuk beristirahat satu malam dan besok akan berangkat ke Jakarta didampingi oleh tim dinas kesehatan provinsi dan rumah sakit Medan,” ucapnya.
Menurut direktur RS Efarina itu., kondisi Agnesia saat ini sudah mulai membaik. Namun, beberapa hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya sedikit nilai di luar batas normal sehingga diperlukan rujukan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Sedangkan, Dua orang lagi Karissa br Aritonang Tanggal 23 September 2026 akan menjalani pemeriksaan dalam hal menjalani Operasi Medis Jantung di RS Adam Malik. Dan Crismast Sihite mendapat perawatan di RS Haji Medan.
Sebelumnya, Elemen Masyarakat Karo Peduli (EMKAP) dengan para orang tua maupun Penasehat Hukum melakukan RDP Tanggal 7 September lalu bersama DPRD, Kapolres, Dandim 0205/TK, Sekda Karo, Kepala SPPG, Ahli Gizi, Akuntan, Korwil BGN Kabupaten Karo, dan pihak-pihak berkompeten serta perwakilan Kepala ke-dua Sekolah tersebut.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Wapres Gibran Anjurkan Agnesia dan Febiola di Rujuk ke Jakarta
SABTU, 12 SEPTEMBER 2026
Tanah Karo DNID.co.id- Pasca keracunan masal siswa-siswi pelajar dari SMAN 1 Berastagi dan Yayasan SMP, SMA dan SMK Berastagi 13 Agustus lalu menjadi perhatian serius oleh pemerintah pusat.
Satu bulan berselang insiden tersebut, para orang tua kecewa dengan kinerja Pemkab Karo yang seharusnya memanggil pihak-pihak bertanggungjawab dalam hal penanganan perobatan putra putri mereka sehingga tidak berlarut-larut dan bolak-balik masuk rumah sakit.
"Ini akibat lambatnya Pemerintah Daerah Karo penanganan dan tidak tepatnya obat yang diberikan kepada anak-anak kami sehingga ada 4 orang yang harus mendapatkan perawatan secara intensif, " tegas Edy Manik pada Jumat (11-9-2026) disela sela menunggu kedatangan Wakil Presiden menjenguk korban keracunan MBG di RS Efarina Etaham Berastagi.
Adapun ke-empat siswa yang sangat memprihatinkan kondisinya yaitu, Febiola br Purba Agnesia br Silitonga, Karissa br Aritonang dan Crismast Sihite.
Namun dari keempat tersebut 2 orang bernama, Febiola br Purba menderita penyempitan pada Otak dan bisa mengakibatkan hilang ingatan dan Agnesia br Silitonga menderita penyakit gagal Ginjal.
Menanggapi permintaan orang tua, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merespon langsung keinginan orang tua supaya anaknya dapat penanganan perobatan secara intensif agar dapat pulih sedia kala sehingga bisa sekolah kembali untuk merujuk keduanya ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) di Jakarta.
"Saya harapkan agar ke-dua anak pelajar ini berkoordinasikan terlebih dahulu dengan orang tua untuk segera di rujuk ke RSCM Jakarta", perintah Wapres kepada Dirut Efarina dan Gubernur Sumut.
Direktur RS Efarina Berastagi, drg. Irna Safrina Meliala, M.Kes., menuturkan bahwa rujukan ke Jakarta dilakukan atas perhatian Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming Raka. "Atas atensi Pak Wapres, dikarenakan kita tidak ada alat dan dokter ginjal khusus anak, Pak Wapres meminta agar dirawat ke Jakarta, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM)," Ucapnya.
Irna melanjutkan, Agnesia terlebih dahulu dibawa ke Rumah Sakit Haji Medan untuk beristirahat selama satu malam. Selanjutnya, Agnesia akan berangkat ke Jakarta dengan didampingi tim Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara dan pihak rumah sakit di Medan.
"Agnesia ke Rumah Sakit Haji Medan dulu untuk beristirahat satu malam dan besok akan berangkat ke Jakarta didampingi oleh tim dinas kesehatan provinsi dan rumah sakit Medan," ucapnya.
Menurut direktur RS Efarina itu., kondisi Agnesia saat ini sudah mulai membaik. Namun, beberapa hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya sedikit nilai di luar batas normal sehingga diperlukan rujukan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Sedangkan, Dua orang lagi Karissa br Aritonang Tanggal 23 September 2026 akan menjalani pemeriksaan dalam hal menjalani Operasi Medis Jantung di RS Adam Malik. Dan Crismast Sihite mendapat perawatan di RS Haji Medan.
Sebelumnya, Elemen Masyarakat Karo Peduli (EMKAP) dengan para orang tua maupun Penasehat Hukum melakukan RDP Tanggal 7 September lalu bersama DPRD, Kapolres, Dandim 0205/TK, Sekda Karo, Kepala SPPG, Ahli Gizi, Akuntan, Korwil BGN Kabupaten Karo, dan pihak-pihak berkompeten serta perwakilan Kepala ke-dua Sekolah tersebut.