Selangkah Lagi, Senator Asal Sulsel Andi Waris Halid Raih Gelar Doktor Bidang Administrasi Publik

Makassar,DNID.co.id – Senator Asal Sulsel Andi Waris Halid  selangkah lagi meraih Gelar Doktor dalam bidang Administrasi Publik pada Program Doktoral Universitas Negeri Makassar (UNM) setelah melewati tahapan seminar  Proposal disertasi yang dilaksanakan di Ruang AD 302 PPs  Universitas Negeri Makassar (UNM) Makassar, Jumat ( 19/09/2025).

Dihadapan para penguji dan promotor serta Kopromotor, Prof.Dr. Wahira M
Pd., Prof.Dr. Kasmawati,M.Hum., Prof.Dr. Kartajaya, M.Sn., Prof.Dr. Haedar Akib, M.Pd., Dr.H.Herman H.S.Pd., Prof. Dr.Andi Aslinda,M.Si., dan Prof.Dr.Jasruddin,M.Si., Andi Waris Halid Mahasiswa jurusan Program studi Ilmu Administrasi Publik (S3 ) Universitas Negeri Makassar mengangkat judul disertasi ” OPTIMALISASI PERAN DPD-RI UNTUK MENGARTIKULASI KEPENTINGAN DAERAH DALAM RANGKA POLYCENTRIC GOVERNACE”.

Dalam uraiannnya, Andi Waris Halid yang juga adalah Wakil ketua komite 2 DPD RI, menjelaskan tentang
Karakteristik utama polycentric governance meliputi: (1) adanya multiple centers of authority yang memiliki otonomi relatif, (2) koordinasi horizontal dan vertikal yang berlapis, (3) mekanisme saling mengawasi (mutual monitoring), dan (4) kemampuan untuk beradaptasi melalui pembelajaran lintas unit

Pendekatan ini menolak asumsi bahwa satu institusi dapat mengendalikan seluruh proses pengambilan keputusan, dan justru menekankan pentingnya keberagaman aktor dan tumpang tindih yurisdiksi sebagai kekuatan, bukan kelemahan.

Secara teoretis, polycentric governance tidak hanya relevan untuk pengelolaan sumber daya -seperti state of the art-nya, tetapi juga diperluas dalam maksud dan tujuan untuk memahami dinamika politik dan administrasi publik dalam sistem multi-level governance terutama dalam ruang lingkup kelembagaan negara

Dalam perspektif ini, negara, pemerintah daerah, lembaga legislatif, lembaga yudikatif, dan aktor non-pemerintah dipandang sebagai pusat-pusat otoritas yang saling berinteraksi. Setiap pusat memiliki kewenangan, kepentingan, dan kapasitas berbeda, namun keberhasilan sistem secara keseluruhan bergantung pada kemampuan mereka untuk berkoordinasi dan berbagi tanggung jawab.

Kaitan ini sangat erat kaitannya dengan studi tentang Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Indonesia. DPD dapat dipandang sebagai salah satu pusat otoritas di tingkat nasional yang berfungsi mengartikulasikan kepentingan daerah. Dalam kerangka polycentric governance, peran DPD tidak berdiri sendiri, melainkan berinteraksi dengan DPR, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan aktor lain. Keberhasilan DPD dalam memperjuangkan aspirasi daerah bergantung pada kualitas koordinasi dan kemampuan membangun jejaring lintas pusat otoritas tersebut.

Dalam konteks DPD, hal ini berarti bahwa meskipun lembaga ini memiliki kewenangan terbatas secara konstitusional, ia tetap dapat memainkan peran strategis melalui diplomasi politik, forum konsultasi, dan aliansi kebijakan. Misalnya, keberhasilan memperjuangkan RUU Daerah Kepulauan menunjukkan bahwa dengan dukungan koalisi lintas pusat otoritas, usulan DPD dapat diadopsi menjadi kebijakan nasional.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Jumat, 19 September 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Mursalim Thahir

Editor: Kingzhie

Sumber Berita: Narasumber

Penanggung Jawab: Mursalim Thahir

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Ditbinmas Polda Sulsel Dorong Kolaborasi Polri dan Masyarakat Ciptakan Kamtibmas Kondusif di Pangkep
Adinda Putri Nabiilah Resmi Jadi Advokat, Siap Dampingi Masyarakat dan Insan Pers Babel
Supervisi Divisi Humas Polri di Polda Babel Perkuat Kehumasan Satwil dan Relasi Publik
Kapolres Bangka Barat Perintahkan Polsek Jebus Perkuat Pencegahan Karhutla
Kunjungan Kapolres Memperkuat Komunikasi Sekaligus Menunjukkan Perhatian Terhadap Personel Yang Sakit
Kas Pemkab Bone Bermasalah, Rp2,6 Miliar SP2D-LS Diduga Mengalir Lewat Rekening Bendahara
Sembilan Jurnalis Kepri Bergabung dengan DPP PJS, Kompetensi dan Advokasi Jadi Fokus
Di Balik Gunting Pita Jalan Lemo-Pasaka Kahu, Nama AIA Tidak Muncul di Pemberitaan
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 06:54 WITA

Ditbinmas Polda Sulsel Dorong Kolaborasi Polri dan Masyarakat Ciptakan Kamtibmas Kondusif di Pangkep

Kamis, 17 September 2026 - 22:44 WITA

Adinda Putri Nabiilah Resmi Jadi Advokat, Siap Dampingi Masyarakat dan Insan Pers Babel

Kamis, 17 September 2026 - 19:55 WITA

Supervisi Divisi Humas Polri di Polda Babel Perkuat Kehumasan Satwil dan Relasi Publik

Kamis, 17 September 2026 - 19:32 WITA

Kapolres Bangka Barat Perintahkan Polsek Jebus Perkuat Pencegahan Karhutla

Kamis, 17 September 2026 - 19:23 WITA

Kunjungan Kapolres Memperkuat Komunikasi Sekaligus Menunjukkan Perhatian Terhadap Personel Yang Sakit

Kamis, 17 September 2026 - 19:22 WITA

Kas Pemkab Bone Bermasalah, Rp2,6 Miliar SP2D-LS Diduga Mengalir Lewat Rekening Bendahara

Kamis, 17 September 2026 - 15:54 WITA

Sembilan Jurnalis Kepri Bergabung dengan DPP PJS, Kompetensi dan Advokasi Jadi Fokus

Kamis, 17 September 2026 - 15:50 WITA

Di Balik Gunting Pita Jalan Lemo-Pasaka Kahu, Nama AIA Tidak Muncul di Pemberitaan

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran

Kamis, 17 Sep 2026 - 23:06 WITA