Diduga Tak Bayar Jasa Alat Berat Rp41,9 Juta, Pria Asal Gowa Mengaku Malah Diusir Oknum DPRD Makassar

Gowa, dnid.co.id – Seorang operator alat berat asal Kabupaten Gowa berinisial L (26), mengaku dirugikan setelah pengerjaan lahan kapling di kawasan Malino tak kunjung dibayar oleh oknum anggota DPRD Kota Makassar berinisial RTQ dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Total tunggakan disebut mencapai Rp41,9 juta.

Dari penjelasan L, pengerjaan dimulai sejak 16 Juli 2025 dan berlangsung selama 14 hari. Dari total nilai pekerjaan lebih Rp50 juta, Lutfi hanya menerima pembayaran uang muka. Sisanya, hingga kini, tak kunjung dilunasi meski telah dijanjikan.

“Dia janji tiap minggu bayar, tapi setelah seminggu tidak ada pembayaran. Saya lanjut kerja lagi seminggu, tetap tidak dibayar. Akhirnya saya berhenti karena takut makin besar tagihan. Sampai sekarang Rp41,9 juta belum dibayarkan,” ujarnya, Kamis (02/09/2025).

Berbagai upaya penagihan sudah ditempuh, mulai dari menghubungi lewat telepon, mendatangi rumah dan kantor Rahman Takwa, hingga meminta mediasi lurah dan RT. Namun, tak ada titik temu. L bahkan mengaku sempat diusir ketika mendatangi rumah legislator dari partai berlambang Ka’bah tersebut.

“Sudah dua minggu ini hampir tiap hari saya datang menagih. Tapi tidak ada hasil. Malah saya pernah diusir ketika ke rumahnya,” katanya.

L berharap agar apa yang menjadi haknya segera dibayarkan. Jika RTQ tak kunjung menyelesaikan tanggungjawabnya, L menegaskan dirinya akan melaporkan kasus ini ke Badan Kehormatan DPRD.

“Kalau tidak (dibayarkan), saya akan laporkan ke Badan Kehormatan DPRD,” tegasnya.

Kami telah berusaha menginformasi hal ini kepada RTQ. Namun, hingga berita ini diterbitkan, permintaan konfirmasi kami tak kunjung direspon olehnya.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Jumat, 3 Oktober 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Dto

Editor: Admin

Sumber Berita: Narasumber Inisial L

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat
Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam
Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi
Mengapa Maslih Jadi Tersangka tetapi Tidak Ditahan, Ini Penjelasan Kapolres Belitung
Kasus BBM Belitung Memanas, Polisi Akhirnya Buka Suara
Sengketa Lahan Pantai Takari: Ahli Waris Ajukan PK ke Mahkamah Agung, Soroti Dugaan Mafia Tanah
Polisi Hadir di Rumah Ibadah, Ini Pesan Kapolsek Tempilang kepada Jemaat
Dampak Video Viral Dugaan Penolakaan Pasien, Petugas Keamanan RSUD La Palaloi Dikeluarkan
Berita ini 245 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:40 WITA

Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat

Senin, 2 November 2026 - 14:11 WITA

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam

Senin, 2 November 2026 - 11:16 WITA

Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi

Minggu, 1 November 2026 - 20:16 WITA

Mengapa Maslih Jadi Tersangka tetapi Tidak Ditahan, Ini Penjelasan Kapolres Belitung

Minggu, 1 November 2026 - 19:23 WITA

Kasus BBM Belitung Memanas, Polisi Akhirnya Buka Suara

Minggu, 1 November 2026 - 17:02 WITA

Sengketa Lahan Pantai Takari: Ahli Waris Ajukan PK ke Mahkamah Agung, Soroti Dugaan Mafia Tanah

Minggu, 1 November 2026 - 14:53 WITA

Polisi Hadir di Rumah Ibadah, Ini Pesan Kapolsek Tempilang kepada Jemaat

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:08 WITA

Dampak Video Viral Dugaan Penolakaan Pasien, Petugas Keamanan RSUD La Palaloi Dikeluarkan

Berita Terbaru

Serba-Serbi

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Selasa, 3 Nov 2026 - 01:33 WITA

Serba-Serbi

4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk

Selasa, 3 Nov 2026 - 00:52 WITA