Polres Luwu Tak Beri Ruang Pelanggaran, Hari Kelima Operasi Zebra Fokus Tekan Potensi Laka

Luwu,DNID.co.id — Memasuki hari kelima Operasi Zebra Pallawa 2025, Satlantas Polres luwu terus melakukan penegakan dan pembinaan terhadap sejumlah pelanggaran kasat mata yang masih ditemukan di lapangan.

Pelanggaran tersebut didominasi oleh pengendara yang tidak menggunakan helm SNI, dan kelengkapan tehnis kendaraan , serta kurang mematuhi kelengkapan dasar berkendara yang sejatinya sangat berpengaruh terhadap keselamatan di jalan.

Operasi ini mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Lilin 2025.” Sebagai upaya memastikan kelancaran kegiatan, Kapolres Luwu AKBP Adnan Pandibu, S.H., S.I.K. memberikan arahan khusus kepada Kasat Lantas Polres Luwu terkait fokus penindakan yang harus menyesuaikan kondisi sosial dan karakteristik masyarakat di Kabupaten Luwu.

Menurut Kapolres, penindakan dalam operasi ini bukan hanya soal penerapan aturan, melainkan bagaimana menghadirkan keselamatan sebagai budaya di tengah masyarakat.

Kapolres menegaskan bahwa delapan prioritas pelanggaran menjadi fokus utama dalam operasi ini, meliputi berkendara di bawah pengaruh alkohol, berboncengan lebih dari satu orang, menggunakan ponsel saat berkendara, pengendara di bawah umur, tidak menggunakan helm SNI, melawan arus, penggunaan knalpot brong, dan balapan liar yang belakangan menjadi perhatian serius.

“Penegakan hukum dalam Operasi Zebra bukan untuk menakut-nakuti masyarakat. Ini adalah upaya bersama mewujudkan keselamatan di jalan. Setiap pelanggaran memiliki potensi menyebabkan kecelakaan, dan itu yang ingin kita cegah,” tegas Kapolres Luwu.

Kasat Lantas Polres Luwu AKP Sarifuddin, S.H., M.H. menjelaskan bahwa hingga hari kelima pelaksanaan operasi, puluhan kendaraan telah diberikan penindakan langsung, sementara ratusan pengendara yang melakukan pelanggaran seperti melawan arus masih diberikan teguran sebagai bentuk pembinaan.

Ia menegaskan bahwa Operasi Zebra Pallawa 2025 merupakan langkah strategis dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas sekaligus mengurangi fatalitas korban di jalan raya.

Menurutnya, kecelakaan lalu lintas hampir selalu diawali oleh pelanggaran, sehingga kepatuhan terhadap aturan adalah bentuk perlindungan bagi diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Selain penindakan, Satlantas Polres Luwu gencar melakukan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai media. Himbauan disampaikan melalui media sosial, kampanye keselamatan secara langsung kepada pengguna jalan, penyebaran stiker imbauan keselamatan oleh personel Satlantas dan personel Polres Luwu yang terlibat dalam operasi, serta kegiatan Police Goes to School untuk meningkatkan kesadaran berlalu lintas sejak usia pelajar.

Kasat Lantas juga meminta peran aktif orang tua dalam mengawasi anak-anaknya agar tidak terlibat dalam perilaku kenakalan remaja yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain, seperti balapan liar, tawuran pelajar, atau perkelahian antar kelompok.

Ia juga mengajak tokoh masyarakat dan tokoh pemuda untuk turut mengingatkan warga agar tidak berkendara di bawah pengaruh alkohol karena selain membahayakan diri, hal tersebut juga berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi orang lain.

AKP Sarifuddin menegaskan bahwa keselamatan di jalan tidak bisa terwujud tanpa kesadaran bersama.

“Keselamatan berlalu lintas dimulai dari tertibnya kita di jalan. Melengkapi kendaraan dan mematuhi aturan bukan hanya kewajiban, tetapi bentuk kepedulian terhadap nyawa,” ujarnya.

Di akhir penyampaiannya, Kasat Lantas mengajak seluruh masyarakat Luwu untuk menciptakan budaya tertib berlalu lintas sebagai bagian dari upaya bersama menekan kecelakaan. Ia mengingatkan bahwa setiap kecelakaan selalu diawali dari pelanggaran, sehingga kepatuhan adalah kunci utama mewujudkan Luwu yang aman dan tertib.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Minggu, 23 November 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Editor: Kingzhie

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Antisipasi Bentrokan Kelompok, Polsek Manggala Amankan Pemuda Bawa Parang
Kawal Kasus Kematian Tahanan di Sel Polsek Kajang, Aliansi Mahasiswa Bulukumba Tegaskan Tidak Berhenti
Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat
Dua Tahanan Polres Bulukumba Kabur Saat Salat Duhur, Satu Berhasil Ditangkap Kembali
Kasus Tanah Sadiq Belum Tuntas Sejak 2022, Unit Tahbang Polrestabes Makassar Buka Suara soal Tersangka Tak Ditahan
Kadus dan Rekannya Diduga Tipu Warga Bantaeng dengan Modus Titip Mobil, Korban Rugi Puluhan Juta
Terekam CCTV, Maling Kabel Penerangan Jalan di Bantaeng Diringkus Polisi: Duitnya Buat Sabu dan Judol
Kasus Tanah Mandek Sejak 2022, Sadiq Pertanyakan Tersangka Bebas yang Diduga Hendak Jual Objek Sengketa
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:43 WITA

Antisipasi Bentrokan Kelompok, Polsek Manggala Amankan Pemuda Bawa Parang

Senin, 2 November 2026 - 19:26 WITA

Kawal Kasus Kematian Tahanan di Sel Polsek Kajang, Aliansi Mahasiswa Bulukumba Tegaskan Tidak Berhenti

Senin, 2 November 2026 - 18:40 WITA

Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat

Senin, 2 November 2026 - 18:00 WITA

Dua Tahanan Polres Bulukumba Kabur Saat Salat Duhur, Satu Berhasil Ditangkap Kembali

Senin, 2 November 2026 - 12:10 WITA

Kasus Tanah Sadiq Belum Tuntas Sejak 2022, Unit Tahbang Polrestabes Makassar Buka Suara soal Tersangka Tak Ditahan

Senin, 2 November 2026 - 11:12 WITA

Kadus dan Rekannya Diduga Tipu Warga Bantaeng dengan Modus Titip Mobil, Korban Rugi Puluhan Juta

Senin, 2 November 2026 - 08:45 WITA

Terekam CCTV, Maling Kabel Penerangan Jalan di Bantaeng Diringkus Polisi: Duitnya Buat Sabu dan Judol

Minggu, 1 November 2026 - 20:19 WITA

Kasus Tanah Mandek Sejak 2022, Sadiq Pertanyakan Tersangka Bebas yang Diduga Hendak Jual Objek Sengketa

Berita Terbaru

Serba-Serbi

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Selasa, 3 Nov 2026 - 01:33 WITA

Serba-Serbi

4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk

Selasa, 3 Nov 2026 - 00:52 WITA