BBM Subsidi Langka di Jeneponto, SPBU Bulo-Bulo Diduga Dipenuhi Jeriken Pelangsir

Suasana SPBU Pertamina 74.923.01 Bulo-Bulo, Kecamatan Arungkeke, Jeneponto, yang menjadi sorotan akibat dugaan aktivitas pelangsiran BBM subsidi. Terlihat kendaraan dan pengguna SPBU melintas di area pengisian.

Suasana SPBU Pertamina 74.923.01 Bulo-Bulo, Kecamatan Arungkeke, Jeneponto, yang menjadi sorotan akibat dugaan aktivitas pelangsiran BBM subsidi. Terlihat kendaraan dan pengguna SPBU melintas di area pengisian.

Puluhan jeriken diduga milik pelangsir memenuhi area SPBU Bulo-Bulo JENEPONTO, membuat sopir mobil kesulitan mendapatkan BBM subsidi dan memicu antrean panjang sejak pagi.

Jeneponto, Dnid.co.id Aktivitas dugaan pelangsiran BBM bersubsidi kembali dikeluhkan para sopir di Kabupaten Jeneponto.

SPBU Pertamina 74.923.01 Bulo-Bulo, Desa Kalumpang Loe, Kecamatan Arungkeke, diduga dikuasai puluhan jeriken yang memenuhi area pengisian sejak pagi hingga siang.

Dari pantauan di lokasi, Senin (24/11/2025) terlihat puluhan tumpukan jerigen milik diduga pelansir dan operator sibuk mengisi jerigen dengan BBM jenis Solar juga Pertalite.

“Susah sekali mi dapat BBM subsidi di sini. Jeriken-jeriken itu duluan terus yang masuk di antrian, kami sopir mobil cuma bisa tunggu,” keluh Ansar, salah seorang sopir mobil yang diwawancarai, Minggu.

Menurut Ansar, antrean panjang yang didominasi pelangsir membuat sopir komersial yang sebenarnya menjadi sasaran utama kebijakan subsidi menjadi korban.

“Kami ini kerja di jalan, tapi kalau mau isi BBM saja bisa habis setengah hari. Bagaimana mau cari nafkah kalau begini?” tambahnya.

Ia mengaku kerap harus pindah dari satu SPBU ke SPBU lain demi mendapatkan solar atau pertalite bersubsidi.

“Kadang pas sampai di SPBU lain, kosong lagi bilangnya. Sudah langka memang sekarang gara-gara pelangsir itu,” tuturnya.

Kelangkaan pasokan ini, kata dia, memperparah keterlambatan aktivitas para sopir dan berdampak pada masyarakat umum.

“Kami terlambat antar barang, terlambat jemput orang, semua jadi kacau. Masyarakat juga jadi ikut terganggu karena antreannya panjang dan tidak teratur,” ujar Ansar.

Sejumlah saksi mata menyebut bentuk pelangsiran dilakukan dengan cara mengantre berulang-ulang menggunakan jeriken yang disembunyikan di sekitar area SPBU.

“Ada yang bolak-balik, isi jeriken, lalu keluar sebentar, masuk lagi. Itu yang bikin antrean tidak pernah habis,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebut namanya.

Para sopir berharap pihak berwenang segera turun tangan melakukan penindakan.

“Kami mohon aparat penegak hukum dan pemerintah daerah jangan tutup mata. Tegasmi itu pelangsir, supaya kami yang benar-benar butuh bisa terlayani,” tegas Ansar.

Ansar juga meminta pengelola SPBU lebih peka terhadap aktivitas mencurigakan yang menghambat layanan bagi masyarakat umum.

“Pengelola SPBU harus lebih tegas atur antrean, jangan biarkan jeriken-jeriken itu kuasai tempat. Kami butuh pelayanan yang adil,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak SPBU Bulo-Bulo belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan aktivitas pelangsiran di lokasi mereka.

Daeng Tawang selalu pengawas diduga bermain yang coba dikonfirmasi hanya diam dan coba di hubungi tidak pernah merespom.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Selasa, 25 November 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Ricky

Sumber Berita: Pantauan lansung di lokasi

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Adinda Putri Nabiilah Resmi Jadi Advokat, Siap Dampingi Masyarakat dan Insan Pers Babel
Supervisi Divisi Humas Polri di Polda Babel Perkuat Kehumasan Satwil dan Relasi Publik
Kapolres Bangka Barat Perintahkan Polsek Jebus Perkuat Pencegahan Karhutla
Kunjungan Kapolres Memperkuat Komunikasi Sekaligus Menunjukkan Perhatian Terhadap Personel Yang Sakit
Kas Pemkab Bone Bermasalah, Rp2,6 Miliar SP2D-LS Diduga Mengalir Lewat Rekening Bendahara
Sembilan Jurnalis Kepri Bergabung dengan DPP PJS, Kompetensi dan Advokasi Jadi Fokus
Di Balik Gunting Pita Jalan Lemo-Pasaka Kahu, Nama AIA Tidak Muncul di Pemberitaan
Distribusi BBM kembali Normal Pembelajaran Tatap Muka di Maros kembali Normal
Berita ini 93 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 22:44 WITA

Adinda Putri Nabiilah Resmi Jadi Advokat, Siap Dampingi Masyarakat dan Insan Pers Babel

Kamis, 17 September 2026 - 19:32 WITA

Kapolres Bangka Barat Perintahkan Polsek Jebus Perkuat Pencegahan Karhutla

Kamis, 17 September 2026 - 19:23 WITA

Kunjungan Kapolres Memperkuat Komunikasi Sekaligus Menunjukkan Perhatian Terhadap Personel Yang Sakit

Kamis, 17 September 2026 - 19:22 WITA

Kas Pemkab Bone Bermasalah, Rp2,6 Miliar SP2D-LS Diduga Mengalir Lewat Rekening Bendahara

Kamis, 17 September 2026 - 15:54 WITA

Sembilan Jurnalis Kepri Bergabung dengan DPP PJS, Kompetensi dan Advokasi Jadi Fokus

Kamis, 17 September 2026 - 15:50 WITA

Di Balik Gunting Pita Jalan Lemo-Pasaka Kahu, Nama AIA Tidak Muncul di Pemberitaan

Kamis, 17 September 2026 - 13:26 WITA

Distribusi BBM kembali Normal Pembelajaran Tatap Muka di Maros kembali Normal

Kamis, 17 September 2026 - 11:00 WITA

Kapolres Bulukumba Lantik Kompol H. Haedar Muis sebagai Kapolsek Gantarang

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran

Kamis, 17 Sep 2026 - 23:06 WITA