Humas Polrestabes Makassar Angkat Bicara Usai Viral Dugaan Penganiayaan Wanita Paruh Baya Asal Bone

DNID.CO.ID-MAKASSAR- Pemberitaan terkait dugaan penganiayaan terhadap seorang wanita paruh baya di Kota Makassar yang viral di media sosial dan sejumlah portal berita akhirnya mendapat klarifikasi dari berbagai pihak, termasuk kepolisian dan pemerintah setempat.

Anggota Polsek Bontoala berinisial S membantah keras tudingan telah melakukan Pengeroyokan maupun penganiayaan terhadap seorang wanita paruh baya asal Kabupaten Bone berinisial K (56). Tuduhan tersebut sebelumnya disampaikan oleh AR (33), yang mengaku sebagai anak korban.

Menurut penjelasan S, peristiwa itu bermula saat dirinya mendengar adanya keributan di samping rumah tempat tinggalnya, tepatnya di Jalan Rappokalling Raya No. 31, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, sekitar pukul 14.30 WITA.

“Awal mula kejadian sekitar pukul 14.30 WITA ada keributan di samping rumah saya. Kemudian saya mendatangi lokasi, di mana saat itu personel Polsek Tallo sekitar tiga orang sudah berada di dalam rumah guna memediasi keributan tersebut,” ujar S dalam keterangan tertulis yang diterima awak media via WhatsApp, Selasa (16/12/2025).

S menjelaskan, keributan terjadi lantaran K tidak menerima fakta bahwa rumah yang pernah ditempatinya telah dilelang oleh salah satu Bank BUMN sejak tahun 2022.

“Dari hasil mediasi yang dilakukan personel Polsek Tallo tidak berhasil dan perempuan tersebut tetap tidak mau keluar dari rumah,” lanjutnya.

Situasi semakin memanas ketika pemilik rumah yang sah, YSF, yang membeli rumah tersebut melalui proses lelang resmi, meminta bantuan kepolisian untuk menertibkan K karena dinilai membuat keributan di dalam rumahnya.

“Setelah berhasil dikeluarkan dari rumah tersebut, K tetap tidak terima dan kembali membuat keributan di luar rumah. Warga kemudian keluar untuk menenangkan, namun K tetap melakukan perlawanan dan kekerasan kepada siapa pun yang berusaha menghalanginya,” jelas S.

Dalam rekaman video yang beredar dan diterima awak media, tampak K memberontak sambil menarik-narik baju seorang pria berjenggot pendek dan bertubuh kurus, sembari melontarkan kata-kata bernada emosi.

“Bapak Kapolres lihat ini, saya sudah dizolimi, ini penyerobotan,” ucap pria tersebut dalam video sambil menahan tarikan K.

Beberapa suara warga juga terdengar berusaha menenangkan situasi.

“Lepas ki Bu, lepas ki Bu, sudahmi sudahmi,” terdengar suara perekam video.
“Setop mi kak K, oe sadar ki,” ujar pria lain yang mencoba menenangkan.

Meski demikian, K tetap terlihat melawan dan menolak ditenangkan oleh warga sekitar.

Menanggapi viralnya peristiwa tersebut, Lurah Tammua Kecamatan Tallo, Ikhlasul Amal, menegaskan bahwa tidak ada unsur penganiayaan yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

“Saya ingin menegaskan bahwa tidak ada unsur penganiayaan yang dilakukan oleh pihak kepolisian dalam kejadian tersebut,” kata Amal dalam keterangan video yang diterima awak media, Selasa (16/12/2025).

Amal mengaku berada langsung di lokasi saat kejadian berlangsung.

“Pada saat itu saya juga berada di lokasi. Pihak kepolisian hanya melerai dan menjalankan tugas untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Jadi tidak benar jika ada informasi yang menyebutkan terjadi penganiayaan oleh polisi,” tegasnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Wahiduddin, turut memberikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan yang berkembang.

“Perlu kami luruskan bahwa kepolisian tidak melakukan kekerasan. Anggota hanya memediasi keributan yang terjadi di lokasi,” ujar Wahiduddin melalui pesan WhatsApp, Selasa (16/12/2025).

Ia menjelaskan bahwa permasalahan berawal dari penolakan K untuk keluar dari rumah yang telah dilelang oleh pihak bank sejak 2022.

“Ibu tersebut tidak terima rumahnya dilelang, lalu tidak mau keluar, sehingga pembeli melaporkan ke pihak berwajib untuk dilakukan mediasi karena telah membuat keributan,” terangnya.

Terkait adanya dugaan luka lebam sebagaimana disebutkan dalam hasil visum, Wahiduddin menegaskan bahwa hal tersebut belum tentu akibat penganiayaan.

“Kalau ada luka lebam, belum tentu itu karena penganiayaan. Kami juga masih menunggu hasil pemeriksaan Propam terhadap personel polisi yang berada di lokasi saat kejadian,” tutupnya.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Rabu, 17 Desember 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Daeng Sunu

Editor: Kingzhee

Sumber Berita: Wawancara Narasumber dan Siaran Pers

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Ditbinmas Polda Sulsel Dorong Kolaborasi Polri dan Masyarakat Ciptakan Kamtibmas Kondusif di Pangkep
Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran
Adinda Putri Nabiilah Resmi Jadi Advokat, Siap Dampingi Masyarakat dan Insan Pers Babel
Kanit Reskrim Polres Jeneponto Klarifikasi Soal Uang Rp25 Juta yang Viral: Itu Uang Jaminan
Supervisi Divisi Humas Polri di Polda Babel Perkuat Kehumasan Satwil dan Relasi Publik
Kapolres Bangka Barat Perintahkan Polsek Jebus Perkuat Pencegahan Karhutla
Kunjungan Kapolres Memperkuat Komunikasi Sekaligus Menunjukkan Perhatian Terhadap Personel Yang Sakit
Kas Pemkab Bone Bermasalah, Rp2,6 Miliar SP2D-LS Diduga Mengalir Lewat Rekening Bendahara
Berita ini 251 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 06:54 WITA

Ditbinmas Polda Sulsel Dorong Kolaborasi Polri dan Masyarakat Ciptakan Kamtibmas Kondusif di Pangkep

Kamis, 17 September 2026 - 23:06 WITA

Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran

Kamis, 17 September 2026 - 22:44 WITA

Adinda Putri Nabiilah Resmi Jadi Advokat, Siap Dampingi Masyarakat dan Insan Pers Babel

Kamis, 17 September 2026 - 22:31 WITA

Kanit Reskrim Polres Jeneponto Klarifikasi Soal Uang Rp25 Juta yang Viral: Itu Uang Jaminan

Kamis, 17 September 2026 - 19:32 WITA

Kapolres Bangka Barat Perintahkan Polsek Jebus Perkuat Pencegahan Karhutla

Kamis, 17 September 2026 - 19:23 WITA

Kunjungan Kapolres Memperkuat Komunikasi Sekaligus Menunjukkan Perhatian Terhadap Personel Yang Sakit

Kamis, 17 September 2026 - 19:22 WITA

Kas Pemkab Bone Bermasalah, Rp2,6 Miliar SP2D-LS Diduga Mengalir Lewat Rekening Bendahara

Kamis, 17 September 2026 - 18:51 WITA

Sidang Praperadilan Hendy Memanas, Kerusakan MOT Dipersoalkan dalam Dugaan Korupsi

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran

Kamis, 17 Sep 2026 - 23:06 WITA