Gudang Seng di Romangloe Diduga Jadi Penampungan Solar Subsidi, Oknum Aparat Disorot

Gudang berdinding seng di wilayah Romangloe, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, yang diduga digunakan sebagai lokasi penampungan solar subsidi. Di sekitar bangunan tampak kondisi tertutup dan sederhana, namun disebut-sebut menjadi tempat aktivitas penyimpanan BBM, berdasarkan hasil pantauan dan informasi sumber di lapangan.

Gudang berdinding seng di wilayah Romangloe, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, yang diduga digunakan sebagai lokasi penampungan solar subsidi. Di sekitar bangunan tampak kondisi tertutup dan sederhana, namun disebut-sebut menjadi tempat aktivitas penyimpanan BBM, berdasarkan hasil pantauan dan informasi sumber di lapangan.

Mobil bertangki modifikasi dan alat pompa ditemukan di lokasi, pemilik gudang belum memberikan klarifikasi

DNID.CO.ID, Gowa — Dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi kembali mencuat di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Hasil pantauan di lapangan Sabtu (17/1/2026) ditemukan sebuah gudang berdinding seng yang diduga kuat digunakan sebagai tempat

penampungan solar subsidi di wilayah Romangloe, Kecamatan Bontomarannu kabupaten Gowa.

Bagian dalam gudang berdinding seng di Romangloe, Terlihat beberapa tandon dan jeriken berkapasitas besar, selang, serta peralatan pemindahan cairan yang diduga digunakan untuk menyimpan dan memindahkan solar subsidi. Kondisi ini memperkuat dugaan aktivitas penampungan BBM di lokasi tersebut.

Gudang tersebut disinyalir berkaitan dengan seorang oknum anggota Divisi lll Kostrad berinisial L. Informasi ini disampaikan oleh seorang sumber terpercaya yang mengetahui aktivitas di lokasi tersebut, namun meminta identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan.

Menurut sumber tersebut, solar diduga diperoleh langsung dari Pertamina dengan menggunakan mobil yang tangkinya telah dimodifikasi, sehingga mampu menampung BBM dalam jumlah besar, mencapai ratusan liter dalam sekali pengambilan.

Mobil Mitsubishi Kuda yang memiliki tangki modifikasi

“Dia ambil di Pertamina pakai mobil yang tangkinya sudah dimodifikasi. Bisa muat banyak,” ujar sumber tersebut, Senin (19/1/2026).

Pantauan di lokasi turut menguatkan dugaan tersebut. Terlihat sebuah mobil Mitsubishi Kuda berwarna biru bernomor plat DD 1426 KH terparkir tidak jauh dari gudang.

Mobil itu diduga digunakan untuk aktivitas pengangkutan BBM. Karena dalam kendaraan tersebut, tampak tangki berkapasitas besar yang dilengkapi mesin dinamo, alat yang lazim digunakan untuk memindahkan atau memompa BBM.

Bagian dalam mobil Mitsubishi Kuda yang telah dimodifikasi untuk pengangkutan BBM. Terlihat tangki berkapasitas besar, selang, serta mesin pompa/dinamo di belakang jok depan, yang mengindikasikan kendaraan tersebut digunakan untuk memuat dan memindahkan solar dalam jumlah besar

Keberadaan peralatan tersebut menimbulkan pertanyaan serius terkait legalitas aktivitas di dalam gudang, mengingat solar subsidi diperuntukkan bagi masyarakat kecil dan sektor tertentu sesuai ketentuan pemerintah.

Perlu diketahui, praktik penimbunan, pengangkutan, maupun penyalahgunaan BBM subsidi diatur tegas dalam peraturan perundang-undangan.

Merujuk Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan/atau niaga BBM yang disubsidi pemerintah dapat dikenakan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp60 miliar.

Selain itu, Pasal 53 huruf b UU Migas juga mengatur bahwa setiap pihak yang melakukan pengangkutan BBM tanpa izin usaha yang sah dapat dipidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan denda hingga Rp40 miliar.

Terkait dugaan tersebut, wartawan telah melakukan upaya konfirmasi kepada oknum berinisial L. Namun, yang bersangkutan tidak memberikan jawaban terkait apakah gudang dan aktivitas penampungan BBM subsidi tersebut merupakan miliknya atau bukan.

Sikap diam tersebut menambah sorotan publik terhadap dugaan aktivitas di lokasi, sekaligus memperkuat urgensi penelusuran oleh aparat berwenang.

Jika dalam praktiknya ditemukan adanya modifikasi kendaraan untuk mengangkut BBM subsidi secara ilegal, maka perbuatan tersebut juga berpotensi melanggar ketentuan tata niaga dan distribusi BBM sebagaimana diatur dalam peraturan turunan Kementerian ESDM.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pihak Pertamina, kepolisian, maupun institusi TNI terkait dugaan keterlibatan oknum aparat dan aktivitas penampungan BBM subsidi tersebut.

Kasus ini menambah daftar panjang dugaan kebocoran distribusi solar subsidi di Sulawesi Selatan, di tengah keluhan masyarakat, petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil yang justru kesulitan memperoleh BBM bersubsidi.

Publik kini menanti langkah tegas aparat penegak hukum, baik kepolisian, aparat militer, maupun pengawas migas, untuk mengusut tuntas dugaan pelanggaran hukum ini secara transparan dan profesional.

Redaksi membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Senin, 19 Januari 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Ricky

Editor: Redaksi

Sumber Berita: Hasil investigasi lapangan

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation
4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk
Cegah Sejak Dini, Sosialisasi Bahaya Narkoba Sasar Pelajar SMP Wujudkan Generasi Bersih Narkoba
Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat
Pengacara dan Legislator Makassar Bahas Usulan Kontes Ayam Lotteng Bangkok Tanpa Judi Sebagai Warisan Budaya
Bupati Gowa Dorong Kampung Zakat Bontomanai Dikembangkan Jadi Program Unggulan
Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam
Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi
Berita ini 101 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 01:33 WITA

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Selasa, 3 November 2026 - 00:52 WITA

4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk

Senin, 2 November 2026 - 18:40 WITA

Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat

Senin, 2 November 2026 - 18:25 WITA

Pengacara dan Legislator Makassar Bahas Usulan Kontes Ayam Lotteng Bangkok Tanpa Judi Sebagai Warisan Budaya

Senin, 2 November 2026 - 14:29 WITA

Bupati Gowa Dorong Kampung Zakat Bontomanai Dikembangkan Jadi Program Unggulan

Senin, 2 November 2026 - 14:11 WITA

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam

Senin, 2 November 2026 - 11:16 WITA

Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi

Senin, 2 November 2026 - 10:00 WITA

Cegah Penyalahgunaan Narkotika, Polda Sulsel Tegaskan Larangan Penggunaan Vape bagi Seluruh Personel

Berita Terbaru

Serba-Serbi

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Selasa, 3 Nov 2026 - 01:33 WITA

Serba-Serbi

4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk

Selasa, 3 Nov 2026 - 00:52 WITA