Publik Bertanya, Sejumlah Kasus Besar di Polres Bone Tak Kunjung Jelas

 

 

Mulai dari kasus penembakan hingga dugaan ruda paksa, sejumlah laporan kriminal disebut belum menunjukkan perkembangan signifikan.

 

 

BONE — Kinerja Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bone kembali menjadi sorotan tajam publik. Sejumlah laporan pidana, mulai dari delik aduan hingga delik umum, dinilai tak kunjung menunjukkan kejelasan penanganan. Bahkan, beberapa di antaranya menyangkut dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat.

Kritik tersebut disampaikan penggiat sosial Bone, Arman Rahim, yang menilai ada pola perkara “mengendap” tanpa kepastian hukum. Menurutnya, kondisi ini bukan lagi keluhan sporadis, melainkan akumulasi keresahan masyarakat yang berulang.

“Banyak laporan masuk, tapi progresnya tidak terlihat. Ada yang terkesan berhenti total,” ujar Arman, Minggu (1/2/2025).

Arman mencontohkan kasus dugaan ruda paksa di Kecamatan Cenrana yang terjadi pada Februari 2023 dan berujung pada meninggalnya korban. Hingga kini, kasus tersebut disebut belum menemukan titik terang. Hal serupa terjadi pada kasus penembakan di Kecamatan Lappariaja yang menewaskan seorang pengacara pada malam pergantian tahun, 31 Desember 2024.

Tak hanya itu, Arman juga menyinggung sederet laporan lain yang menurutnya “tertidur pulas”, mulai dari dugaan peredaran kosmetik ilegal, laporan kasus Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), hingga pengaduan dugaan penipuan dan penggelapan yang dilaporkan masyarakat.

“Laporan kosmetik ilegal sendiri saya laporkan sejak 14 Juli 2025, tapi sampai hari ini belum ada kejelasan yang bisa disampaikan ke publik,” tegasnya.

Arman juga mengkritisi pola komunikasi di internal kepolisian. Ia mengaku kerap mencoba meminta penjelasan terkait perkembangan kasus.

“Ketika kami hubungi Kapolres, diarahkan ke Kasat Reskrim. Namun saat dihubungi, komunikasi sering menemui jalan buntu. Kalau alasannya sibuk, seharusnya kesibukan itu berbanding lurus dengan hasil, yakni penyelesaian perkara,” paparnya.

Melihat kondisi tersebut, Arman menilai Polres Bone membutuhkan penyegaran serius, baik dari sisi struktur maupun sumber daya manusia.

“Bisa dimulai dari penambahan jumlah penyidik dengan SDM yang mumpuni, atau bahkan evaluasi kepemimpinan dari Kapolres hingga Kasat Reskrim,” ujarnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Bone AKP Alvin Aji Kurniawan membantah anggapan adanya pembekuan atau pembiaran perkara. Ia menegaskan setiap laporan ditangani sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Setiap perkara memiliki karakteristik berbeda. Penanganannya bergantung pada kecukupan alat bukti dan keterangan saksi,” kata Alvin.

Ia menekankan penyidik bekerja berlandaskan asas legalitas dan asas praduga tak bersalah, sebagaimana diatur dalam KUHAP dan KUHP yang baru, kecuali dalam kondisi tertangkap tangan.

“Kami tidak bisa memaksakan perkara. Jika dipaksakan tanpa dasar hukum yang kuat, justru penyidik berpotensi digugat oleh pihak terlapor atau tersangka,” ujarnya.

Menurut Alvin, proses pengumpulan alat bukti memang memerlukan waktu agar perkara dapat dipertanggungjawabkan secara hukum di pengadilan.

Namun demikian, minimnya penjelasan terbuka mengenai kendala penyidikan, tahapan perkara, serta target penyelesaian dinilai tetap menyisakan pertanyaan di ruang publik.

Tanpa transparansi yang terukur, kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di Kabupaten Bone dikhawatirkan terus mengalami erosi.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Senin, 2 Februari 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Ricky

Editor: Redaksi

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation
4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk
Cegah Sejak Dini, Sosialisasi Bahaya Narkoba Sasar Pelajar SMP Wujudkan Generasi Bersih Narkoba
Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat
Pengacara dan Legislator Makassar Bahas Usulan Kontes Ayam Lotteng Bangkok Tanpa Judi Sebagai Warisan Budaya
Bupati Gowa Dorong Kampung Zakat Bontomanai Dikembangkan Jadi Program Unggulan
Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam
Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi
Berita ini 84 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 01:33 WITA

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Selasa, 3 November 2026 - 00:52 WITA

4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk

Senin, 2 November 2026 - 18:40 WITA

Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat

Senin, 2 November 2026 - 18:25 WITA

Pengacara dan Legislator Makassar Bahas Usulan Kontes Ayam Lotteng Bangkok Tanpa Judi Sebagai Warisan Budaya

Senin, 2 November 2026 - 14:29 WITA

Bupati Gowa Dorong Kampung Zakat Bontomanai Dikembangkan Jadi Program Unggulan

Senin, 2 November 2026 - 14:11 WITA

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam

Senin, 2 November 2026 - 11:16 WITA

Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi

Senin, 2 November 2026 - 10:00 WITA

Cegah Penyalahgunaan Narkotika, Polda Sulsel Tegaskan Larangan Penggunaan Vape bagi Seluruh Personel

Berita Terbaru

Serba-Serbi

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Selasa, 3 Nov 2026 - 01:33 WITA

Serba-Serbi

4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk

Selasa, 3 Nov 2026 - 00:52 WITA