Tragedi NTT: Wamen HAM Sebut Peringatan Keras bagi Negara

Jakarta, DNID.co.id — Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) Mugiyanto menyebut tragedi meninggalnya seorang siswa sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur (NTT), YBH (10 tahun), yang diduga mengakhiri hidup akibat persoalan ekonomi keluarga, sebagai peringatan keras (wake-up call) bagi negara.

 

Wamen HAM mengatakan peristiwa tersebut mengingatkan pentingnya kehadiran pemerintah di semua tingkatan hingga ke pelosok desa dan lingkup keluarga.

 

“Ini menjadi peringatan bagi pemerintah dan negara untuk benar-benar hadir di rumah-rumah warga. Negara harus memastikan hak atas hidup yang layak, pendidikan, kesehatan, perumahan, dan pekerjaan terpenuhi,” ujar Wamen HAM, Jumat (6/2/2026).

 

Ia menyebut tragedi itu sangat memprihatinkan dan menggugah nurani bangsa. Wamen HAM mengaku dapat merasakan langsung kondisi tersebut karena memiliki pengalaman hidup yang serupa semasa kecil di kampung.

 

Ia juga menyoroti latar belakang keluarga korban yang berada dalam kategori kemiskinan ekstrem. Menurut dia, kondisi tersebut menjadi dasar pemerintah menjalankan berbagai program pengentasan kemiskinan, seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, pemeriksaan kesehatan gratis, koperasi desa, penyediaan perumahan, dan penciptaan lapangan kerja.

 

Ia menegaskan bahwa upaya pemerintah tidak hanya bertujuan memutus rantai kemiskinan, tetapi juga mendorong masyarakat miskin agar naik kelas dan berdaya. “Semua warga negara harus setara dan dapat menikmati hak-haknya. Tidak boleh ada satu pun yang tertinggal,” katanya.

 

Pemerintah, lanjut Wamen HAM, terus bekerja keras mengentaskan kemiskinan agar tidak ada lagi anak-anak yang terjebak dalam kondisi serupa. Ia berharap peristiwa yang menimpa YBH tidak menjadi pengorbanan yang sia-sia.

 

Selain itu, Kementerian HAM berkomitmen bekerja sama dengan seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk memastikan kesejahteraan warga. Terkait kasus tersebut, Kementerian HAM telah menugaskan Kantor Wilayah HAM NTT untuk turun langsung ke lapangan guna mendampingi keluarga korban dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

 

“Melalui langkah ini, kami ingin memahami persoalan yang dihadapi masyarakat sebagai upaya mitigasi agar peristiwa serupa tidak terulang di mana pun di Indonesia,” ujarnya.

 

Sebelumnya, pada Kamis (29/1/2026), YBH, siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada, NTT, ditemukan meninggal dunia setelah diduga mengakhiri hidup dan meninggalkan sepucuk surat untuk ibunya. Korban diketahui tinggal bersama neneknya, sementara sang ibu berada di kampung lain bersama empat saudara korban.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Sabtu, 7 Februari 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Editor: Hasriady

Sumber Berita: Redaksi

Penanggung Jawab: Andi AP

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Adinda Putri Nabiilah Resmi Jadi Advokat, Siap Dampingi Masyarakat dan Insan Pers Babel
Kanit Reskrim Polres Jeneponto Klarifikasi Soal Uang Rp25 Juta yang Viral: Itu Uang Jaminan
Supervisi Divisi Humas Polri di Polda Babel Perkuat Kehumasan Satwil dan Relasi Publik
Kapolres Bangka Barat Perintahkan Polsek Jebus Perkuat Pencegahan Karhutla
Kunjungan Kapolres Memperkuat Komunikasi Sekaligus Menunjukkan Perhatian Terhadap Personel Yang Sakit
Kas Pemkab Bone Bermasalah, Rp2,6 Miliar SP2D-LS Diduga Mengalir Lewat Rekening Bendahara
Sidang Praperadilan Hendy Memanas, Kerusakan MOT Dipersoalkan dalam Dugaan Korupsi
Praperadilan Hendy di PN Pangkalpinang: Penyidik Dicecar Dasar Penetapan Tersangka Dugaan Korupsi MOT
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 22:44 WITA

Adinda Putri Nabiilah Resmi Jadi Advokat, Siap Dampingi Masyarakat dan Insan Pers Babel

Kamis, 17 September 2026 - 22:31 WITA

Kanit Reskrim Polres Jeneponto Klarifikasi Soal Uang Rp25 Juta yang Viral: Itu Uang Jaminan

Kamis, 17 September 2026 - 19:55 WITA

Supervisi Divisi Humas Polri di Polda Babel Perkuat Kehumasan Satwil dan Relasi Publik

Kamis, 17 September 2026 - 19:23 WITA

Kunjungan Kapolres Memperkuat Komunikasi Sekaligus Menunjukkan Perhatian Terhadap Personel Yang Sakit

Kamis, 17 September 2026 - 19:22 WITA

Kas Pemkab Bone Bermasalah, Rp2,6 Miliar SP2D-LS Diduga Mengalir Lewat Rekening Bendahara

Kamis, 17 September 2026 - 18:51 WITA

Sidang Praperadilan Hendy Memanas, Kerusakan MOT Dipersoalkan dalam Dugaan Korupsi

Kamis, 17 September 2026 - 18:30 WITA

Praperadilan Hendy di PN Pangkalpinang: Penyidik Dicecar Dasar Penetapan Tersangka Dugaan Korupsi MOT

Kamis, 17 September 2026 - 15:54 WITA

Sembilan Jurnalis Kepri Bergabung dengan DPP PJS, Kompetensi dan Advokasi Jadi Fokus

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran

Kamis, 17 Sep 2026 - 23:06 WITA