Bagi Hasil Proyek Ratusan Juta Diduga Fiktif, CV Rajawali Konstruksi Sejahtera Terancam Jalur Hukum

Makassar, dnid.co.id — CV Rajawali Konstruksi Sejahtera disorot setelah Muhammad Ismail, warga Kota Makassar, mengaku mengalami kerugian finansial akibat kerja sama proyek konstruksi yang diduga sarat ketidakjujuran dan penipuan terstruktur.

Ismail menyebut kerja sama tersebut berkaitan dengan proyek pembangunan pintu gerbang di kawasan Ciputra CitraLand. Dalam kesepakatan awal, ia dijanjikan pembagian keuntungan 50:50 dari nilai kontrak proyek. Untuk memenuhi kebutuhan modal, Ismail mengaku mengeluarkan dana hingga Rp160 juta, sebagian besar berasal dari pinjaman berbunga di pegadaian.

“Saya diiming-imingi bagi hasil 50:50. Karena tidak punya modal, saya ambil pinjaman di pegadaian. Total semua Rp160 juta,” ujar Ismail.

Kerja sama tersebut berawal dari hubungan pertemanan di bidang konstruksi. Namun, seiring berjalannya proyek, Ismail mengaku tidak pernah dilibatkan atau diberi informasi terkait pencairan dana. Setiap kali hendak menagih, ia disebut selalu dihalangi dengan alasan pembayaran proyek belum dilakukan.

Belakangan, pihak CV Rajawali hanya mengembalikan modal tanpa pembagian keuntungan dengan alasan proyek belum dibayar. Ismail menolak klaim tersebut setelah melakukan pengecekan langsung dan menemukan bahwa pembayaran proyek telah dilakukan sebanyak tiga kali termin, namun tidak pernah disampaikan kepadanya.

“Ternyata sudah dibayarkan. Saya lihat sendiri bukti transfernya, tapi tidak pernah diinformasikan ke saya,” tegasnya.

Pemilik PT. Aaz Prima Karya menegaskan bahwa dalam kesepakatan awal, pembagian keuntungan dilakukan setelah pengembalian modal. Namun hingga kini, ia mengaku tidak menerima keuntungan apa pun. Ia juga membantah klaim pihak CV Rajawali yang menyebut keuntungan hanya 10–15 persen.

Selain kerugian modal, Ismail mengaku menanggung beban bunga pinjaman pegadaian dengan skema sekitar 8 persen per empat bulan. Selama lebih dari satu tahun, ia telah lima kali membayar bunga dengan total mencapai Rp64 juta. Untuk menutup bunga yang terus berjalan, ia bahkan terpaksa kembali mengambil pinjaman berbunga lain.

Ia juga mengaku mengalami kerugian imaterial berupa waktu, terhambatnya pekerjaan lain, serta terganggunya perputaran modal usaha.

Berdasarkan komitmen awal, pembagian keuntungan disepakati dilakukan setelah pengembalian modal dengan skema bagi hasil 50:50 dari nilai kontrak proyek sebesar Rp498.564.761. Setelah dikurangi modal Rp160 juta, sisa dana proyek Rp338.564.761, sehingga porsi bagi hasil yang seharusnya diterima masing-masing pihak sebesar Rp169.282.380,50. Namun nilai tersebut tidak pernah diterima Ismail.

Atas dasar itu, Ismail menuntut CV Rajawali Konstruksi Sejahtera memenuhi komitmen bagi hasil sesuai kesepakatan serta mengganti kerugian yang timbul. Ia menegaskan, apabila tidak ada itikad baik, maka jalur hukum akan ditempuh.

Terpisah, saat dikonfimasi melalui pesaf WhatsApp, pihak CV Rajawali mengatakan baru akan mengadakan pertemuan dengan Ismail untuk membahas hal ini.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Rabu, 18 Februari 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Dito

Editor: Redaksi Sulawesi Selatan

Sumber Berita: Muhammad Ismail

Penanggung Jawab: Ir.Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Perumda Terminal Berubah Jadi PT Makassar Membangun Indonesia, Pemkot Bidik Investasi Lebih Luas
Limbah Diduga Cemari Lingkungan, LAM Sulsel Siapkan Aksi Boikot Mayora Group dan PT Bogarasa
Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Dukung Pengembangan Usaha Lokal untuk Mendorong Ekonomi Makassar
Bone Memanggil Pulang: Dari Usaha Besar di Papua, Rahmat Hidayat Rintis Industri Kelapa di Tanah Kelahiran
Dukung Kemajuan Olahraga Berkuda Nasional, PLN Icon Plus Hadirkan Digitalisasi dan Live Streaming
Melinda Aksa Buka Pameran UMKM dan Jambore HKG PKK Makassar, Dorong Kader Lebih Berdaya dan Kreatif
Enam Tahun Mengabdi, Mantan Pegawai PNM Mekar Keluhkan Nomor BPJS Ketenagakerjaan Belum Diberikan
Antrean Mengular, Sopir Truk Mengeluh Karyawan SPBU Larompong Luwu Diduga Utamakan Pengisian Jerigen
Berita ini 119 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:57 WITA

Limbah Diduga Cemari Lingkungan, LAM Sulsel Siapkan Aksi Boikot Mayora Group dan PT Bogarasa

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:25 WITA

Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Dukung Pengembangan Usaha Lokal untuk Mendorong Ekonomi Makassar

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:20 WITA

Bone Memanggil Pulang: Dari Usaha Besar di Papua, Rahmat Hidayat Rintis Industri Kelapa di Tanah Kelahiran

Minggu, 25 Oktober 2026 - 07:44 WITA

Dukung Kemajuan Olahraga Berkuda Nasional, PLN Icon Plus Hadirkan Digitalisasi dan Live Streaming

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:36 WITA

Melinda Aksa Buka Pameran UMKM dan Jambore HKG PKK Makassar, Dorong Kader Lebih Berdaya dan Kreatif

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:25 WITA

Enam Tahun Mengabdi, Mantan Pegawai PNM Mekar Keluhkan Nomor BPJS Ketenagakerjaan Belum Diberikan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 04:18 WITA

Antrean Mengular, Sopir Truk Mengeluh Karyawan SPBU Larompong Luwu Diduga Utamakan Pengisian Jerigen

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:00 WITA

PKL Tak Cuma Ditertibkan, Pemkot Makassar Siapkan Ruang Usaha Lewat CFD Jalan Rusa

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Curas di Samping Tol Makassar, Pelaku Diringkus Polrestabes Makassar

Selasa, 3 Nov 2026 - 08:28 WITA

Serba-Serbi

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Selasa, 3 Nov 2026 - 01:33 WITA

Serba-Serbi

4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk

Selasa, 3 Nov 2026 - 00:52 WITA