Diduga Bawa Kabur Rp1,6 Miliar, Pria Tampan Asal Toraja Terlibat Penipuan Modus Lolos Akpol
Makassar-Dnid.co.id Seorang pria bernama Rudi, asal Toraja, Sulawesi Selatan, diduga membawa kabur uang milik pengusaha asal Makassar, H. Andika, dengan total kerugian mencapai Rp1,6 Miliar.
Kasus ini bermula saat H. Andika mengikutkan anaknya dalam seleksi Akademi Kepolisian (Akpol). Saat itu, ia mengaku dijanjikan kelulusan oleh AKP Saharuddin, yang kini diketahui telah diberhentikan dari institusi kepolisian. Dalam praktiknya, Saharuddin dibantu oleh Rudi untuk mengurus proses tersebut.
Tergiur janji tersebut, H. Andika kemudian memenuhi permintaan uang yang diajukan secara bertahap. Penyerahan dana dilakukan baik secara tunai maupun melalui transfer kepada Rudi dan juga kepada AKP Saharuddin.
Namun, dalam perjalanannya, anak H. Andika tidak lulus dalam seleksi Akpol. Sejak saat itu, Rudi dinilai tidak menunjukkan itikad baik untuk mengembalikan uang tersebut.
“Pernah saya minta baik-baik, tapi hanya janji terus. Sekarang malah ganti-ganti nomor HP. Ini jelas penipuan,” tegasnya.
Korban mengaku telah beberapa kali mendatangi kediaman Rudi di Toraja. Namun, setiap kali ditemui, Rudi hanya memberikan janji tanpa realisasi pengembalian uang.
“Sudah beberapa kali saya datangi ke Toraja, tapi selalu janji dan tidak ada itikad baik,” tambahnya.
H. Andika juga mengungkapkan bahwa dirinya memiliki bukti transfer yang cukup kuat, dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah, yang menguatkan dugaan penipuan tersebut.
Atas kejadian ini, ia meminta pihak kepolisian, khususnya Polrestabes Makassar, segera mengambil tindakan tegas.
“Saya minta kepada Polrestabes Makassar agar segera menangkap Rudi dan anaknya yang masih berkeliaran,” harapnya.
Diketahui, AKP Saharuddin telah resmi diberhentikan dari institusi kepolisian setelah terbukti terlibat dalam kasus penipuan terhadap korban lainnya. Kasus ini pun menambah panjang daftar dugaan praktik penipuan dengan modus janji kelulusan dalam seleksi institusi negara.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Diduga Bawa Kabur Rp1,6 Miliar, Pria Tampan Asal Toraja Terlibat Penipuan Modus Lolos Akpol
SABTU, 4 APRIL 2026
Makassar-Dnid.co.id Seorang pria bernama Rudi, asal Toraja, Sulawesi Selatan, diduga membawa kabur uang milik pengusaha asal Makassar, H. Andika, dengan total kerugian mencapai Rp1,6 miliar.
Kasus ini bermula saat H. Andika mengikutkan anaknya dalam seleksi Akademi Kepolisian (Akpol). Saat itu, ia mengaku dijanjikan kelulusan oleh AKP Saharuddin, yang kini diketahui telah diberhentikan dari institusi kepolisian. Dalam praktiknya, Saharuddin dibantu oleh Rudi untuk mengurus proses tersebut.
Tergiur janji tersebut, H. Andika kemudian memenuhi permintaan uang yang diajukan secara bertahap. Penyerahan dana dilakukan baik secara tunai maupun melalui transfer kepada Rudi dan juga kepada AKP Saharuddin.
“Awalnya saya dijanjikan pasti lolos. Karena itu saya berani kasih uang. Totalnya sampai Rp1,6 miliar, diberikan bertahap,” ungkap H. Andika.
Ia menjelaskan, Rudi kerap meminta uang dengan alasan atas perintah AKP Saharuddin. Bahkan, sebagian dana juga ditransfer ke rekening anak Rudi.
“Rudi ini minta uang terus, katanya atas perintah AKP Saharuddin. Saya juga pernah transfer ke rekening anaknya,” jelasnya.
Namun, dalam perjalanannya, anak H. Andika tidak lulus dalam seleksi Akpol. Sejak saat itu, Rudi dinilai tidak menunjukkan itikad baik untuk mengembalikan uang tersebut.
“Pernah saya minta baik-baik, tapi hanya janji terus. Sekarang malah ganti-ganti nomor HP. Ini jelas penipuan,” tegasnya.
Korban mengaku telah beberapa kali mendatangi kediaman Rudi di Toraja. Namun, setiap kali ditemui, Rudi hanya memberikan janji tanpa realisasi pengembalian uang.
“Sudah beberapa kali saya datangi ke Toraja, tapi selalu janji dan tidak ada itikad baik,” tambahnya.
H. Andika juga mengungkapkan bahwa dirinya memiliki bukti transfer yang cukup kuat, dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah, yang menguatkan dugaan penipuan tersebut.
Atas kejadian ini, ia meminta pihak kepolisian, khususnya Polrestabes Makassar, segera mengambil tindakan tegas.
“Saya minta kepada Polrestabes Makassar agar segera menangkap Rudi dan anaknya yang masih berkeliaran,” harapnya.
Diketahui, AKP Saharuddin telah resmi diberhentikan dari institusi kepolisian setelah terbukti terlibat dalam kasus penipuan terhadap korban lainnya. Kasus ini pun menambah panjang daftar dugaan praktik penipuan dengan modus janji kelulusan dalam seleksi institusi negara.