Jangan Cuma Bicara, Warga Tuntut Tindakan Nyata Atasi Antrian BBM Menggila

Ratusan Meter Mengular, Situasi Kian Kacau Siapa Bertanggung Jawab?

Bone,DNID.co.id — Krisis antrian bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Bone kian memburuk. Antrean kendaraan, terutama sepeda motor, kini mengular hingga ratusan meter dan memenuhi badan jalan, menyebabkan kemacetan serta mengganggu aktivitas warga. Sabtu (04/04/2026)

Fenomena ini terjadi hampir di seluruh SPBU. Setiap kali pasokan BBM masuk, antrean panjang tak terhindarkan. Warga bahkan rela datang sejak subuh dan menunggu berjam-jam demi mendapatkan BBM.

“Setiap BBM masuk ke SPBU selalu terjadi antrian panjang. Untuk mendapatkan minyak masyarakat rela antre dari subuh hingga sore, bahkan ada juga yang sudah antre berjam-jam malah tidak dapat minyak,” keluh seorang warga.

Tak sedikit warga yang akhirnya pulang dengan tangan kosong karena BBM keburu habis sebelum giliran mereka tiba. Kondisi ini memicu kekecewaan dan memperbesar kepanikan di tengah masyarakat.

“Sekarang bukan cuma mobil, motor juga sudah antre panjang. Orang panik karena takut tidak kebagian,” ujar Wawan, pengendara yang ikut antre.

Warga menilai situasi ini bukan semata akibat keterbatasan pasokan, melainkan juga lemahnya pengawasan di lapangan. Mereka menyoroti praktik pembelian dalam jumlah besar yang dinilai memperparah antrean.

“Kalau satu orang bisa isi puluhan jerigen, jelas antrean tidak akan pernah habis. Ini seperti dibiarkan,” kata Wawan.

Kritik keras diarahkan kepada pengelola SPBU dan pengawas distribusi BBM yang dianggap tidak menjalankan fungsi kontrol secara maksimal.

“Di mana pengawasnya? Kenapa ini bisa terjadi terus? Ini merugikan masyarakat banyak,” tegas Sukri, sopir truk.

Desakan juga ditujukan kepada pemerintah daerah dan wakil rakyat. Warga menilai hingga saat ini belum ada langkah konkret di lapangan untuk mengurai persoalan yang semakin kompleks.

“Jangan hanya beri pernyataan di media. Kami butuh tindakan langsung, lihat sendiri kondisi di lapangan,” ujar warga dengan nada kecewa.

Masyarakat memperingatkan, tanpa intervensi cepat dan tegas, situasi ini berpotensi memicu konflik sosial akibat tingginya tekanan di lapangan.

Mereka mendesak langkah nyata seperti pembatasan pembelian, pengawasan distribusi yang ketat, serta kehadiran langsung pemangku kebijakan di SPBU.

“Ini sudah tidak bisa dibiarkan. Yang kami butuhkan sekarang tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan,” tutup warga.

 

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Sabtu, 4 April 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Ricky

Editor: Kingzhie

Sumber Berita: Pantauan lapangan

Penanggung Jawab: Ir Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat
Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam
Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi
Mengapa Maslih Jadi Tersangka tetapi Tidak Ditahan, Ini Penjelasan Kapolres Belitung
Kasus BBM Belitung Memanas, Polisi Akhirnya Buka Suara
Sengketa Lahan Pantai Takari: Ahli Waris Ajukan PK ke Mahkamah Agung, Soroti Dugaan Mafia Tanah
Polisi Hadir di Rumah Ibadah, Ini Pesan Kapolsek Tempilang kepada Jemaat
Dampak Video Viral Dugaan Penolakaan Pasien, Petugas Keamanan RSUD La Palaloi Dikeluarkan
Berita ini 123 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:40 WITA

Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat

Senin, 2 November 2026 - 14:11 WITA

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam

Senin, 2 November 2026 - 11:16 WITA

Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi

Minggu, 1 November 2026 - 20:16 WITA

Mengapa Maslih Jadi Tersangka tetapi Tidak Ditahan, Ini Penjelasan Kapolres Belitung

Minggu, 1 November 2026 - 19:23 WITA

Kasus BBM Belitung Memanas, Polisi Akhirnya Buka Suara

Minggu, 1 November 2026 - 17:02 WITA

Sengketa Lahan Pantai Takari: Ahli Waris Ajukan PK ke Mahkamah Agung, Soroti Dugaan Mafia Tanah

Minggu, 1 November 2026 - 14:53 WITA

Polisi Hadir di Rumah Ibadah, Ini Pesan Kapolsek Tempilang kepada Jemaat

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:08 WITA

Dampak Video Viral Dugaan Penolakaan Pasien, Petugas Keamanan RSUD La Palaloi Dikeluarkan

Berita Terbaru

Serba-Serbi

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Selasa, 3 Nov 2026 - 01:33 WITA

Serba-Serbi

4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk

Selasa, 3 Nov 2026 - 00:52 WITA