Stok Beras Diklaim Aman 11 Bulan, Mentan Amran: El Nino 6 Bulan Tak Ganggu Pasokan
Stok Capai 4,5 Juta Ton dan Berpotensi Naik 5 Juta Ton, Andi Amran Sulaiman Sebut Cadangan Nasional Diperkuat Horeka dan Standing Crop hingga Tembus 28 Juta Ton
Bone, DNID.co.id — Di tengah ancaman fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga enam bulan, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman memastikan stok beras nasional tetap aman hingga 11 bulan ke depan.
Pernyataan itu disampaikan Andi Amran usai mengikuti kegiatan Jalan Santai Anti Mager dalam rangkaian Hari Jadi Bone ke-696 di halaman rumah jabatan Bupati Bone didampimgi Bupati Bone Andi Asman Sulaiman, Minggu (5/4/2026).
“Gini. Itu (El Nino) Godzilla kan? Katanya kering 6 bulan. Tapi sepertinya masih lebih tinggi dulu El Nino yang dulu, 2015,” kata Andi Amran.
Dia menegaskan, pemerintah telah memiliki pengalaman menghadapi kondisi iklim ekstrem, termasuk El Nino dan La Nina, sehingga langkah antisipasi telah disiapkan.
“2015, 2023, 2024. La Nina, El Nino. Oke, kita kembali,” ujarnya.
Menurut Amran, stok beras pemerintah saat ini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka.
“Sekarang stok kita tertinggi selama merdeka 4,5 juta ton. InsyaAllah 10-20 hari, 20 hari ke depan itu 5 juta ton,” ungkapnya.
Selain cadangan pemerintah, ia memaparkan kontribusi sektor perhotelan, restoran, dan katering (Horeka) yang mencapai 12,5 juta ton, serta potensi panen dari standing crop sebesar 11 juta ton.
“Itu 12,5 juta ton. Kemudian standing crop kita, yang standing crop adalah yang ditanam sekarang siap panen, itu 11 juta ton. Berarti sudah 23 juta ton,” jelasnya.
Jika seluruh potensi tersebut digabungkan, Amran menilai stok beras nasional cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga hampir satu tahun ke depan.
“Nah, kemudian tambah ini 23, anggaplah 28. Kalau bagi ya 11 lah, 11 bulan. Artinya, 11 bulan ke depan ini aman stoknya. Untuk rakyat Indonesia 11 bulan ke depan aman. Sedangkan kekeringan 6 bulan. Berarti aman kan,” tegasnya.
Pemerintah juga mengandalkan program pompanisasi irigasi untuk menjaga produksi selama musim kering.
“Seluruh irigasi pompanisasi yang kami rancang itu produksinya minimal 2 juta ton per bulan. 2 juta ton kali 6 berarti 12 juta ton,” kata Andi Amran lagi.
“Artinya sampai 12 berarti bisa 4 bulan lebih. Berarti bisa sampai Maret panen puncak tahun depan aman. Berarti aman kan? Overlap. Bisa sampai April. Jadi aman,” tambahnya.
Andi Amran menekankan, kesiapan menghadapi potensi krisis pangan tidak lepas dari arahan Presiden yang telah memprediksi berbagai tantangan global.
“Itulah hebatnya Presiden kita, Beliau sudah prediksikan krisis energi, krisis pangan, dan geopolitik memanas terjadi hari ini. Perang Iran dengan Israel dan Amerika,” pungkasnya.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Stok Beras Diklaim Aman 11 Bulan, Mentan Amran: El Nino 6 Bulan Tak Ganggu Pasokan
MINGGU, 5 APRIL 2026
Stok Capai 4,5 Juta Ton dan Berpotensi Naik 5 Juta Ton, Andi Amran Sulaiman Sebut Cadangan Nasional Diperkuat Horeka dan Standing Crop hingga Tembus 28 Juta Ton
Bone, DNID.co.id — Di tengah ancaman fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga enam bulan, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman memastikan stok beras nasional tetap aman hingga 11 bulan ke depan.
Pernyataan itu disampaikan Andi Amran usai mengikuti kegiatan Jalan Santai Anti Mager dalam rangkaian Hari Jadi Bone ke-696 di halaman rumah jabatan Bupati Bone didampimgi Bupati Bone Andi Asman Sulaiman, Minggu (5/4/2026).
“Gini. Itu (El Nino) Godzilla kan? Katanya kering 6 bulan. Tapi sepertinya masih lebih tinggi dulu El Nino yang dulu, 2015,” kata Andi Amran.
Dia menegaskan, pemerintah telah memiliki pengalaman menghadapi kondisi iklim ekstrem, termasuk El Nino dan La Nina, sehingga langkah antisipasi telah disiapkan.
“2015, 2023, 2024. La Nina, El Nino. Oke, kita kembali,” ujarnya.
Menurut Amran, stok beras pemerintah saat ini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka.
“Sekarang stok kita tertinggi selama merdeka 4,5 juta ton. InsyaAllah 10-20 hari, 20 hari ke depan itu 5 juta ton,” ungkapnya.
Selain cadangan pemerintah, ia memaparkan kontribusi sektor perhotelan, restoran, dan katering (Horeka) yang mencapai 12,5 juta ton, serta potensi panen dari standing crop sebesar 11 juta ton.
“Itu 12,5 juta ton. Kemudian standing crop kita, yang standing crop adalah yang ditanam sekarang siap panen, itu 11 juta ton. Berarti sudah 23 juta ton,” jelasnya.
Jika seluruh potensi tersebut digabungkan, Amran menilai stok beras nasional cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga hampir satu tahun ke depan.
“Nah, kemudian tambah ini 23, anggaplah 28. Kalau bagi ya 11 lah, 11 bulan. Artinya, 11 bulan ke depan ini aman stoknya. Untuk rakyat Indonesia 11 bulan ke depan aman. Sedangkan kekeringan 6 bulan. Berarti aman kan,” tegasnya.
Pemerintah juga mengandalkan program pompanisasi irigasi untuk menjaga produksi selama musim kering.
“Seluruh irigasi pompanisasi yang kami rancang itu produksinya minimal 2 juta ton per bulan. 2 juta ton kali 6 berarti 12 juta ton,” kata Andi Amran lagi.
“Artinya sampai 12 berarti bisa 4 bulan lebih. Berarti bisa sampai Maret panen puncak tahun depan aman. Berarti aman kan? Overlap. Bisa sampai April. Jadi aman,” tambahnya.
Andi Amran menekankan, kesiapan menghadapi potensi krisis pangan tidak lepas dari arahan Presiden yang telah memprediksi berbagai tantangan global.
“Itulah hebatnya Presiden kita, Beliau sudah prediksikan krisis energi, krisis pangan, dan geopolitik memanas terjadi hari ini. Perang Iran dengan Israel dan Amerika,” pungkasnya.