Anggaran Miliaran Digelontorkan, Pemkab Padang Pariaman Pulihkan Sekolah Terdampak

Padang Pariaman, DND Sumbar – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas Pendidikan melalui percepatan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, khususnya bagi sekolah-sekolah yang terdampak Bencana Hidrometeorologi pada akhir 2025 lalu.

Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Padang Pariaman, Hendra Aswara, menegaskan bahwa program ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam menjamin keberlangsungan proses belajar mengajar yang aman, nyaman, dan berkualitas.

Hal tersebut disampaikannya di ruang kerjanya, Jumat (18/04/2026). Menurut Hendra, revitalisasi tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan sekolah, tetapi juga memastikan tersedianya lingkungan belajar yang layak bagi peserta didik.

“Program ini bukan sekadar membangun kembali, tetapi memastikan anak-anak kita mendapatkan fasilitas pendidikan yang mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Program Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan mandat dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 dan masuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC). Program ini mencakup rehabilitasi, pembangunan, serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan guna menunjang proses pembelajaran yang lebih efektif.

Berdasarkan data per 17 April 2026, Kabupaten Padang Pariaman memiliki 773 satuan pendidikan dengan total 66.532 murid, yang didukung oleh 5.277 guru dan 1.859 tenaga kependidikan.

Namun, bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat pada akhir 2025 turut berdampak signifikan terhadap fasilitas pendidikan. Tercatat sebanyak 57 sekolah terdampak, terdiri dari 21 unit PAUD, 27 unit SD, dan 3 unit SMP. Dari jumlah tersebut, tiga sekolah mengalami kerusakan berat dan membutuhkan relokasi, salah satunya SDN 05 Batang Anai.

“Untuk sekolah yang rusak ringan hingga sedang, penanganannya telah dilakukan melalui program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Sementara yang rusak berat akan ditangani melalui pembangunan unit sekolah baru,” jelasnya.

Secara keseluruhan, total anggaran revitalisasi yang dikucurkan mencapai Rp25,3 miliar, dengan rincian Rp11,3 miliar untuk PAUD, Rp6,39 miliar untuk SD, dan Rp7,55 miliar untuk SMP. Saat ini, dana sebesar 70 persen telah ditransfer langsung ke rekening masing-masing sekolah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Padang Pariaman, Hendri, menambahkan bahwa pelaksanaan revitalisasi dilakukan secara swakelola dengan melibatkan kepala sekolah dan masyarakat setempat.

“Model swakelola ini kami pilih agar proses pengerjaan lebih cepat, tepat sasaran, dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar,” ungkap Hendri.

Ia menjelaskan, jangka waktu pelaksanaan pekerjaan ditargetkan selama tiga bulan, dengan pengawasan ketat dari pemerintah daerah dan tim teknis guna memastikan kualitas pembangunan sesuai standar.

“Kami juga melakukan pendampingan teknis secara berkala agar setiap tahapan berjalan sesuai perencanaan, baik dari sisi kualitas bangunan maupun administrasi,” tambahnya.

Hendra Aswara menegaskan, pemerintah daerah akan terus mengawal seluruh proses revitalisasi hingga seluruh sekolah terdampak dapat kembali berfungsi secara optimal.

“Kami pastikan program ini berjalan cepat, tepat sasaran, dan berkualitas. Harapannya, seluruh satuan pendidikan dapat kembali pulih dan memberikan layanan terbaik bagi anak-anak kita,” tutupnya.

Dengan percepatan revitalisasi ini, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman optimistis seluruh satuan pendidikan yang terdampak bencana dapat segera beroperasi normal, sehingga proses pembelajaran tetap berjalan secara aman, nyaman, dan berkualitas. (Kominfo)

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Sabtu, 18 April 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Al Nahyan

Editor: Redaksi Sumbar

Sumber Berita: Dinas Kominfo Padang Pariaman

Penanggung Jawab: Sang Bijuangsa

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Sulsel Jadi Provinsi Luar Jawa dengan Penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terbanyak
Upacara Sumpah Pemuda di Athirah, Siswa Belajar Kepemimpinan dan Tanggung Jawab
Menelusuri Jejak Lintas Laut, Alumni FIB Unhas Bedah Hubungan Bugis Makassar–Melayu Pahang
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Munafri: Santri Punya Peran Strategis Bangun Negeri
Semarak Hari Santri 2026, Siswa MA YMPI Rappang Tuangkan Kreativitas Lewat Mading
Santri MAN 2 Parepare Gelar Lomba Pidato dan Cerdas Cermat Fikih, Semarakkan Hari Santri Nasional 2026
Cegah Tawuran Anak Muda, Disdik Makassar Berikan Beasiswa untuk Siswa Lanjut Sekolah
BPK Bongkar Rp2,7 Miliar KIP-Kuliah Disalurkan kepada 320 Mahasiswa yang Telah Meninggal
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:13 WITA

Sulsel Jadi Provinsi Luar Jawa dengan Penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terbanyak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:03 WITA

Upacara Sumpah Pemuda di Athirah, Siswa Belajar Kepemimpinan dan Tanggung Jawab

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:31 WITA

Menelusuri Jejak Lintas Laut, Alumni FIB Unhas Bedah Hubungan Bugis Makassar–Melayu Pahang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:00 WITA

Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Munafri: Santri Punya Peran Strategis Bangun Negeri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:29 WITA

Semarak Hari Santri 2026, Siswa MA YMPI Rappang Tuangkan Kreativitas Lewat Mading

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:51 WITA

Santri MAN 2 Parepare Gelar Lomba Pidato dan Cerdas Cermat Fikih, Semarakkan Hari Santri Nasional 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Cegah Tawuran Anak Muda, Disdik Makassar Berikan Beasiswa untuk Siswa Lanjut Sekolah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 00:23 WITA

BPK Bongkar Rp2,7 Miliar KIP-Kuliah Disalurkan kepada 320 Mahasiswa yang Telah Meninggal

Berita Terbaru

Serba-Serbi

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Selasa, 3 Nov 2026 - 01:33 WITA

Serba-Serbi

4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk

Selasa, 3 Nov 2026 - 00:52 WITA