Hampir Sebulan Berlalu, Kasus Pengeroyokan Pemuda Di Jeneponto Belum Temui Titik Terang

Jeneponto,DNID.co.id – Kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang pemuda di Kampung Ganrang Batu, Desa Kayuloe Timur, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, hingga kini belum menunjukkan perkembangan berarti. Padahal, laporan terkait peristiwa tersebut telah masuk ke pihak kepolisian sejak 18 April 2026 lalu.

Korban diketahui bernama Muhammad Sulhaji Syamsir. Ia diduga menjadi korban penganiayaan brutal oleh sejumlah warga hingga mengalami luka serius di beberapa bagian tubuhnya.

Ayah korban, Syamsir (48), mengaku kecewa karena sampai saat ini belum ada satu pun terduga pelaku yang diamankan oleh aparat kepolisian. Menurutnya, kasus yang menimpa anaknya sudah berjalan hampir satu bulan, namun belum ada kepastian hukum.

“Ini sudah hampir satu bulan, laporan saya belum ada kepastian di Polres Jeneponto,” ujar Syamsir kepada awak media, Jumat (15/5/2026).

Syamsir mengaku sempat mendatangi Mapolres Jeneponto guna mempertanyakan perkembangan penanganan kasus tersebut. Namun, ia hanya mendapat penjelasan bahwa perkara itu masih dalam proses penyelidikan.

“Mereka hanya bilang ini kasus anak termasuk cepat karena laporannya langsung diproses. Tapi kenyataannya sampai sekarang belum ada tanda-tanda pelaku diamankan,” katanya.

Ia kemudian menceritakan kronologi kejadian yang menimpa anaknya. Peristiwa itu disebut bermula saat korban melintas di lokasi yang saat itu dipadati rombongan pelajar yang sedang melakukan pawai motor.

Korban, kata Syamsir, hanya mendahului rombongan tersebut sekitar 40 hingga 50 meter karena hendak menuju rumah neneknya. Namun, setibanya di wilayah Kampung Ganrang Batu, korban tiba-tiba dihadang oleh sejumlah warga.

“Saat dihadang, anakku sudah bilang kalau dia bukan bagian dari gerombolan mereka. Tapi warga tidak percaya dan langsung memukul,” ungkapnya.

Menurut Syamsir, anaknya dipukuli menggunakan berbagai benda keras seperti balok kayu, batu hingga potongan kayu lainnya. Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka cukup parah dan tubuhnya dipenuhi darah.

“Ada yang pukul pakai balok, ada yang lempar batu. Anak saya mengalami luka serius di tubuhnya,” jelasnya.

Ia menyebut aksi pengeroyokan itu baru berhenti setelah kondisi korban sudah tidak berdaya dan bersimbah darah.

“Sangat memilukan. Anak saya bukan bagian dari massa pawai itu. Dia sudah lama selesai sekolah, tapi tetap dipukul walaupun sudah menjelaskan dirinya bukan kelompok mereka,” tambahnya.

Atas kejadian tersebut, pihak keluarga berharap kepolisian dapat segera mengusut tuntas kasus itu dan menangkap para pelaku yang terlibat.

“Kami hanya ingin keadilan. Anak saya hancur babak belur karena dianiaya oleh warga,” tegas Syamsir.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Jeneponto belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penanganan kasus dugaan pengeroyokan tersebut.

Setelah di konfirmasi Kasat AKP Norman mengarahkan korban datang ke kantor

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Jumat, 15 Mei 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Daeng Sunu

Editor: Redaksi Sulawesi Selatan

Sumber Berita: Ayah Korban: Samsir

Penanggung Jawab: Ir.Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa
Curas di Samping Tol Makassar, Pelaku Diringkus Polrestabes Makassar
Antisipasi Bentrokan Kelompok, Polsek Manggala Amankan Pemuda Bawa Parang
Kawal Kasus Kematian Tahanan di Sel Polsek Kajang, Aliansi Mahasiswa Bulukumba Tegaskan Tidak Berhenti
Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat
Dua Tahanan Polres Bulukumba Kabur Saat Salat Duhur, Satu Berhasil Ditangkap Kembali
Kasus Tanah Sadiq Belum Tuntas Sejak 2022, Unit Tahbang Polrestabes Makassar Buka Suara soal Tersangka Tak Ditahan
Kadus dan Rekannya Diduga Tipu Warga Bantaeng dengan Modus Titip Mobil, Korban Rugi Puluhan Juta
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 09:13 WITA

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa

Selasa, 3 November 2026 - 08:28 WITA

Curas di Samping Tol Makassar, Pelaku Diringkus Polrestabes Makassar

Senin, 2 November 2026 - 19:43 WITA

Antisipasi Bentrokan Kelompok, Polsek Manggala Amankan Pemuda Bawa Parang

Senin, 2 November 2026 - 19:26 WITA

Kawal Kasus Kematian Tahanan di Sel Polsek Kajang, Aliansi Mahasiswa Bulukumba Tegaskan Tidak Berhenti

Senin, 2 November 2026 - 18:40 WITA

Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat

Senin, 2 November 2026 - 18:00 WITA

Dua Tahanan Polres Bulukumba Kabur Saat Salat Duhur, Satu Berhasil Ditangkap Kembali

Senin, 2 November 2026 - 12:10 WITA

Kasus Tanah Sadiq Belum Tuntas Sejak 2022, Unit Tahbang Polrestabes Makassar Buka Suara soal Tersangka Tak Ditahan

Senin, 2 November 2026 - 11:12 WITA

Kadus dan Rekannya Diduga Tipu Warga Bantaeng dengan Modus Titip Mobil, Korban Rugi Puluhan Juta

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Curas di Samping Tol Makassar, Pelaku Diringkus Polrestabes Makassar

Selasa, 3 Nov 2026 - 08:28 WITA

Serba-Serbi

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Selasa, 3 Nov 2026 - 01:33 WITA