Korban Pengancaman Sajam keluhkan kinerja Polisi, 2 orang Tersangka Diduga Bebas Berkeliaran
Jeneponto,DNID.co.id – Institusi kepolisian kembali di terpa angin tidak baik,hal itu terkait penanganan kasus pengancaman menggunakam sajam yang sempat Viral, jumat lalu (09/01/2026) sekitaran pukul 20:03 wita Malam, di lingkungan sarroanging, Kec. Tamalatea Kab Jeneponto.
Diketahui,pengancaman sajam terjadi dalam kondisi mabuk kepada seorang perempuan.
Responsibilitas, Integritas dalam memberikan Pelayanan hukum terhadap masyarakat Polres jeneponto pun dinilai tidak mampu dalam mengambil langkah tegas terhadap 2 terduga pelaku kejahatan.
Korban NRF saat di konfirmasi Media DNID.co.id, Rabu (20/5/2026) mengatakan Malam itu juga jumat lalu (09/01/2026), ia langsung melaporkan kejadian tersebut ke polres Jeneponto. Namun sampai saat ini pihak kepolisian tak kunjung mengambil langkah tegas dan menangkap pelakunya, bukti- bukti sudah jelas dan saksi sudah terperiksa,bahkan rekaman cctv yang memuat kejadian tersebut juga sudah di berikan kepada Penyidik.
“Hingga saat ini saya merasa trauma dan takut karna saya di kejar dan di ancam dengan badik oleh pelaku”,ucap NRF.
” Pelaku sudah di tetapkan tersangka tapi sampai sekarang belum ada kejelasan dan keadilan yang saya dapatkan “, sambungnya.
Hal ini tentunya menimbulkan pertanyaan terkait kinerja dan keseriusan kepolisan Polres jeneponto dalam menumpas para pelaku kejahatan dan premanisme.
“Saya minta segera pelakunya di tangkap, Polres jeneponto mesti bertanggung jawab, Ini tentunya menjadi PR penting bagi kepolisian sebagai pelayan masyarakat dan pelindung masyarakat dan menegakkan keadilan “,tegas NRF
“Saya meminta secara tegas pihak kepolisian Satreskrim polres jeneponto untuk lebih proaktif dalam menumpas segala bentuk kejahatan terhadap perempuan. Saya Takut dan Trauma nyawa Saya Terancam,” lanjutnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jeneponto Nurman Matasa Saat Di konfirmasi melalui Whatsap mengatakan dirinya sementara tugas diluar daerah.
“Ketemu dengan kanit Saya, Saya lagi sementara tugas di luar Daerah”, katanya.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Korban Pengancaman Sajam keluhkan kinerja Polisi, 2 orang Tersangka Diduga Bebas Berkeliaran
RABU, 20 MEI 2026
Jeneponto,DNID.co.id - Institusi kepolisian kembali di terpa angin tidak baik,hal itu terkait penanganan kasus pengancaman menggunakam sajam yang sempat Viral, jumat lalu (09/01/2026) sekitaran pukul 20:03 wita Malam, di lingkungan sarroanging, Kec. Tamalatea Kab Jeneponto.
Diketahui,pengancaman sajam terjadi dalam kondisi mabuk kepada seorang perempuan.
Responsibilitas, Integritas dalam memberikan Pelayanan hukum terhadap masyarakat Polres jeneponto pun dinilai tidak mampu dalam mengambil langkah tegas terhadap 2 terduga pelaku kejahatan.
Korban NRF saat di konfirmasi Media DNID.co.id, Rabu (20/5/2026) mengatakan Malam itu juga jumat lalu (09/01/2026), ia langsung melaporkan kejadian tersebut ke polres Jeneponto. Namun sampai saat ini pihak kepolisian tak kunjung mengambil langkah tegas dan menangkap pelakunya, bukti- bukti sudah jelas dan saksi sudah terperiksa,bahkan rekaman cctv yang memuat kejadian tersebut juga sudah di berikan kepada Penyidik.
"Hingga saat ini saya merasa trauma dan takut karna saya di kejar dan di ancam dengan badik oleh pelaku",ucap NRF.
" Pelaku sudah di tetapkan tersangka tapi sampai sekarang belum ada kejelasan dan keadilan yang saya dapatkan ", sambungnya.
Hal ini tentunya menimbulkan pertanyaan terkait kinerja dan keseriusan kepolisan Polres jeneponto dalam menumpas para pelaku kejahatan dan premanisme.
"Saya minta segera pelakunya di tangkap, Polres jeneponto mesti bertanggung jawab, Ini tentunya menjadi PR penting bagi kepolisian sebagai pelayan masyarakat dan pelindung masyarakat dan menegakkan keadilan ",tegas NRF
"Saya meminta secara tegas pihak kepolisian Satreskrim polres jeneponto untuk lebih proaktif dalam menumpas segala bentuk kejahatan terhadap perempuan. Saya Takut dan Trauma nyawa Saya Terancam," lanjutnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jeneponto Nurman Matasa Saat Di konfirmasi melalui Whatsap mengatakan dirinya sementara tugas diluar daerah.
"Ketemu dengan kanit Saya, Saya lagi sementara tugas di luar Daerah", katanya.