Gowa, dnid.co.id – Mantan Wakil Presiden RI, Muhammad Jusuf Kalla, mengungkapkan kegelisahannya melihat kondisi politik nasional yang dinilainya semakin jauh dari ruang diskusi yang sehat dan jernih.
Tokoh bangsa asal Sulawesi Selatan yang akrab disapa JK itu mengaku kini memilih menjauh dari dunia politik dan lebih fokus pada kegiatan sosial, kemanusiaan, bisnis, hingga agenda perdamaian.
Pernyataan tersebut disampaikan JK saat menjadi bintang tamu dalam podcast di kanal YouTube Keadilan TV pada Selasa (19/5/2026). Dalam podcast itu, turut hadir wartawan senior sekaligus politikus Panda Nababan.
“Sekarang saya bukan politisi lagi. Saya menghindari politik. Saya sekarang hanya mengerjakan ABSD,” ujar JK.
Wakil Presiden RI periode 2004–2009 di era Susilo Bambang Yudhoyono dan periode 2014–2019 di era Joko Widodo itu menjelaskan, ABSD yang dimaksud adalah Agama, Bisnis, Sosial, dan Damai.
Untuk bisnis, JK mengaku kini hanya sebatas mengawasi. Sedangkan aktivitas sosial lebih banyak dijalankan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) serta berbagai agenda perdamaian.
“P (politik) tidak ada lagi,” katanya.
JK mengaku prihatin melihat situasi politik saat ini yang menurutnya membuat pandangan-pandangan jernih semakin sulit disampaikan.
“Saya bingung melihat keadaan politik. Sudah tidak bisa lagi ada pandangan-pandangan jernih. Jadi buat apa? Kita bicara nanti dibilang melawan pemerintah, kita tidak bicara tapi keadaannya begini,” ucapnya.
Dalam podcast tersebut, Muhammad Jusuf Kalla juga mengungkap perannya dalam perjalanan politik Joko Widodo. JK mengaku sempat membujuk Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, agar mencalonkan Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2012.
Tak hanya itu, JK juga mengungkap dirinya kemudian mendampingi Jokowi sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2014 atas permintaan Megawati.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
Daily News Indonesia
Tokoh Bangsa Asal Sulsel Prihatin Melihat Kondisi Politik Bangsa: “Sudah Tidak Bisa Lagi Ada Pandangan Jernih”
Gowa, dnid.co.id - Mantan Wakil Presiden RI, Muhammad Jusuf Kalla, mengungkapkan kegelisahannya melihat kondisi politik nasional yang dinilainya semakin jauh dari ruang diskusi yang sehat dan jernih.
Tokoh bangsa asal Sulawesi Selatan yang akrab disapa JK itu mengaku kini memilih menjauh dari dunia politik dan lebih fokus pada kegiatan sosial, kemanusiaan, bisnis, hingga agenda perdamaian.
Pernyataan tersebut disampaikan JK saat menjadi bintang tamu dalam podcast di kanal YouTube Keadilan TV pada Selasa (19/5/2026). Dalam podcast itu, turut hadir wartawan senior sekaligus politikus Panda Nababan.
“Sekarang saya bukan politisi lagi. Saya menghindari politik. Saya sekarang hanya mengerjakan ABSD,” ujar JK.
Wakil Presiden RI periode 2004–2009 di era Susilo Bambang Yudhoyono dan periode 2014–2019 di era Joko Widodo itu menjelaskan, ABSD yang dimaksud adalah Agama, Bisnis, Sosial, dan Damai.
Untuk bisnis, JK mengaku kini hanya sebatas mengawasi. Sedangkan aktivitas sosial lebih banyak dijalankan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) serta berbagai agenda perdamaian.
“P (politik) tidak ada lagi,” katanya.
JK mengaku prihatin melihat situasi politik saat ini yang menurutnya membuat pandangan-pandangan jernih semakin sulit disampaikan.
“Saya bingung melihat keadaan politik. Sudah tidak bisa lagi ada pandangan-pandangan jernih. Jadi buat apa? Kita bicara nanti dibilang melawan pemerintah, kita tidak bicara tapi keadaannya begini,” ucapnya.
Dalam podcast tersebut, Muhammad Jusuf Kalla juga mengungkap perannya dalam perjalanan politik Joko Widodo. JK mengaku sempat membujuk Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, agar mencalonkan Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2012.
Tak hanya itu, JK juga mengungkap dirinya kemudian mendampingi Jokowi sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2014 atas permintaan Megawati.
Penulis: Dito
Editor: Redaksi Sulawesi Selatan
Sumber: YouTube Keadilan TV
Penanggung Jawab: Ir. Herman Maddaung
Penulis: Dito
Editor: Redaksi Sulawesi Selatan
Sumber Berita: YouTube Keadilan TV
Penanggung Jawab: Ir. Herman Maddaung

























