Wabup Andi Akmal Datang ke Pasar Palakka, Pedagang Langsung Curhat Soal Kios dan HGB
Dialog usai Sholat Jumat di Masjid Nurut Tijarah itu jadi ruang curhat pedagang soal pelunasan kios, sertifikat HGB, hingga sepinya Pasar Palakka akibat pasar bayangan
Bone, DNID.co.id — Persoalan pelunasan kios, penerbitan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB), hingga keberadaan “pasar bayangan” mencuat saat Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin berdialog langsung dengan pedagang di kawasan Pasar Palakka, Jumat (22/5/2026).
Dialog tersebut berlangsung usai Sholat Jumat berjamaah di Masjid Nurut Tijarah dan menjadi sorotan karena membahas persoalan pengelolaan pasar yang sebelumnya masuk dalam temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Dalam pertemuan itu, para pedagang meminta kepastian pemerintah daerah terkait pembagian sertifikat HGB bagi pedagang yang telah melunasi kewajibannya, sekaligus solusi terhadap aktivitas “pasar bayangan” yang dinilai mengurangi keramaian Pasar Palakka.
“Kami berharap ada solusi terbaik terkait aktivitas pasar bayangan karena sangat mempengaruhi keramaian Pasar Palakka,” ujar perwakilan pedagang, H. Muhammad dan H. Muliadi, di hadapan pemerintah daerah.
Pedagang juga meminta adanya kebijakan terkait pelunasan biaya sewa kios maupun los yang dinilai masih menjadi beban bagi sebagian pedagang.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bone Muhammad Rusdi memastikan pemerintah daerah terus membuka komunikasi terkait penyelesaian kewajiban pedagang.
“Sertifikat HGB bagi pedagang yang sudah melunasi kewajibannya akan segera diterbitkan,” kata Muh. Rusdi.
Rusdi menambahkan, pemerintah daerah juga berharap pedagang yang belum menyelesaikan pelunasan kios maupun los segera memenuhi kewajibannya sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Wakil Bupati Bone menegaskan Pasar Palakka memiliki potensi besar sebagai pusat perdagangan masyarakat yang harus dijaga bersama.
“Pasar Palakka memiliki potensi besar sebagai pusat perdagangan masyarakat. Karena itu, dibutuhkan kerja sama semua pihak agar pasar ini semakin tertata, berkembang, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta PAD daerah,” ujar Andi Akmal.
Menurutnya, pasar bukan hanya tempat transaksi ekonomi, tetapi juga ruang interaksi sosial masyarakat yang berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten II Setda Bone Andi Amran, Staf Ahli Bupati Bone A. Arman Boby, Staf Ahli Bupati Bone Barham Bachtiar, Camat Tanete Riattang Barat Muhammad Amin Jaya, Lurah Bulu Tempe A. Irwan, Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Palakka, serta jamaah Masjid Nurut Tijarah.
Pemerintah Kabupaten Bone berharap komunikasi langsung bersama pedagang dapat menjadi langkah memperbaiki tata kelola Pasar Palakka sekaligus mengembalikan fungsi pasar sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat dan penopang Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Wabup Andi Akmal Datang ke Pasar Palakka, Pedagang Langsung Curhat Soal Kios dan HGB
JUMAT, 22 MEI 2026
Dialog usai Sholat Jumat di Masjid Nurut Tijarah itu jadi ruang curhat pedagang soal pelunasan kios, sertifikat HGB, hingga sepinya Pasar Palakka akibat pasar bayangan
Bone, DNID.co.id — Persoalan pelunasan kios, penerbitan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB), hingga keberadaan “pasar bayangan” mencuat saat Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin berdialog langsung dengan pedagang di kawasan Pasar Palakka, Jumat (22/5/2026).
Dialog tersebut berlangsung usai Sholat Jumat berjamaah di Masjid Nurut Tijarah dan menjadi sorotan karena membahas persoalan pengelolaan pasar yang sebelumnya masuk dalam temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Dalam pertemuan itu, para pedagang meminta kepastian pemerintah daerah terkait pembagian sertifikat HGB bagi pedagang yang telah melunasi kewajibannya, sekaligus solusi terhadap aktivitas “pasar bayangan” yang dinilai mengurangi keramaian Pasar Palakka.
“Kami berharap ada solusi terbaik terkait aktivitas pasar bayangan karena sangat mempengaruhi keramaian Pasar Palakka,” ujar perwakilan pedagang, H. Muhammad dan H. Muliadi, di hadapan pemerintah daerah.
Pedagang juga meminta adanya kebijakan terkait pelunasan biaya sewa kios maupun los yang dinilai masih menjadi beban bagi sebagian pedagang.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bone Muhammad Rusdi memastikan pemerintah daerah terus membuka komunikasi terkait penyelesaian kewajiban pedagang.
“Sertifikat HGB bagi pedagang yang sudah melunasi kewajibannya akan segera diterbitkan,” kata Muh. Rusdi.
Rusdi menambahkan, pemerintah daerah juga berharap pedagang yang belum menyelesaikan pelunasan kios maupun los segera memenuhi kewajibannya sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Wakil Bupati Bone menegaskan Pasar Palakka memiliki potensi besar sebagai pusat perdagangan masyarakat yang harus dijaga bersama.
“Pasar Palakka memiliki potensi besar sebagai pusat perdagangan masyarakat. Karena itu, dibutuhkan kerja sama semua pihak agar pasar ini semakin tertata, berkembang, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta PAD daerah,” ujar Andi Akmal.
Menurutnya, pasar bukan hanya tempat transaksi ekonomi, tetapi juga ruang interaksi sosial masyarakat yang berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten II Setda Bone Andi Amran, Staf Ahli Bupati Bone A. Arman Boby, Staf Ahli Bupati Bone Barham Bachtiar, Camat Tanete Riattang Barat Muhammad Amin Jaya, Lurah Bulu Tempe A. Irwan, Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Palakka, serta jamaah Masjid Nurut Tijarah.
Pemerintah Kabupaten Bone berharap komunikasi langsung bersama pedagang dapat menjadi langkah memperbaiki tata kelola Pasar Palakka sekaligus mengembalikan fungsi pasar sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat dan penopang Pendapatan Asli Daerah (PAD).