Bone, DNID.co.id — Ketua Himpunan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Bone, H. Rusli, menyampaikan pesan tegas kepada 18 kepala desa Pergantian Antar Waktu (PAW) yang baru dilantik agar meninggalkan perbedaan politik dan fokus membangun desa.
Pesan itu disampaikan H. Rusli usai pelantikan 18 kepala desa PAW di Kabupaten Bone, Senin (25/5/2026).
H. Rusli menegaskan, momentum pelantikan harus menjadi titik akhir persaingan politik di tingkat desa. Para kepala desa diminta kembali merangkul seluruh masyarakat tanpa membeda-bedakan pilihan saat pemilihan berlangsung.
“Sebagai Ketua APDESI saya mengucapkan selamat kepada 18 kepala desa antar waktu yang dilantik hari ini. Harapan kami, mari kita merangkul semua lawan politik kita waktu pemilihan. Sekarang kita bersatu membangun desa yang kita cintai,” kata H. Rusli.
Menurutnya, kepala desa memiliki posisi penting sebagai ujung tombak jalannya program pemerintah mulai dari pusat, provinsi hingga daerah. Karena itu, ia meminta para kepala desa PAW bekerja maksimal meski masa jabatan mereka terbatas.
“Sebagai kepala desa, kita ini ujung tombak pelaksanaan program pemerintah pusat, provinsi dan daerah. Jadi harus betul-betul bekerja untuk masyarakat,” ujarnya.
H. Rusli juga mengingatkan para kepala desa agar menjalankan tugas dengan ikhlas serta tidak membedakan pelayanan kepada masyarakat meski sebelumnya berbeda pilihan politik.
“Bekerjalah dengan ikhlas sebagai pelayan masyarakat tanpa membeda-bedakan. Setelah pelantikan ini tidak ada lagi kubu-kubuan,” tegasnya.
Selain itu, Ia meminta para kepala desa menjaga persatuan dan keharmonisan masyarakat desa di tengah dinamika politik yang sempat terjadi saat proses PAW berlangsung.
“Kita harus menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, H. Rusli turut mengutip pesan Bupati Bone kepada para kepala desa agar selalu bekerja dengan penuh tanggung jawab dan merasa diawasi dalam menjalankan amanah jabatan.
“Pesan bapak bupati, dalam bekerja kita harus merasa diawasi dan takut kepada Allah SWT,” ungkapnya.
Dia menilai masa jabatan sekitar tiga tahun bagi kepala desa PAW masih cukup untuk menghadirkan perubahan dan kerja nyata di tengah masyarakat jika dijalankan dengan sungguh-sungguh.
“Kata kuncinya sedikit bicara, banyak bekerja. Di waktu tiga tahun saya kira cukup untuk berbuat baik kepada masyarakat,” tutup H. Rusli.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Ketua APDESI Bone Ajak 18 Kades PAW Rangkul Lawan Politik dan Fokus Bekerja untuk Masyarakat
SENIN, 25 MEI 2026
H. Rusli Minta 18 Kades PAW Bone Tinggalkan Kubu Politik dan Prioritaskan Kepentingan Masyarakat Desa
Bone, DNID.co.id — Ketua Himpunan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Bone, H. Rusli, menyampaikan pesan tegas kepada 18 kepala desa Pergantian Antar Waktu (PAW) yang baru dilantik agar meninggalkan perbedaan politik dan fokus membangun desa.
Pesan itu disampaikan H. Rusli usai pelantikan 18 kepala desa PAW di Kabupaten Bone, Senin (25/5/2026).
H. Rusli menegaskan, momentum pelantikan harus menjadi titik akhir persaingan politik di tingkat desa. Para kepala desa diminta kembali merangkul seluruh masyarakat tanpa membeda-bedakan pilihan saat pemilihan berlangsung.
“Sebagai Ketua APDESI saya mengucapkan selamat kepada 18 kepala desa antar waktu yang dilantik hari ini. Harapan kami, mari kita merangkul semua lawan politik kita waktu pemilihan. Sekarang kita bersatu membangun desa yang kita cintai,” kata H. Rusli.
Menurutnya, kepala desa memiliki posisi penting sebagai ujung tombak jalannya program pemerintah mulai dari pusat, provinsi hingga daerah. Karena itu, ia meminta para kepala desa PAW bekerja maksimal meski masa jabatan mereka terbatas.
“Sebagai kepala desa, kita ini ujung tombak pelaksanaan program pemerintah pusat, provinsi dan daerah. Jadi harus betul-betul bekerja untuk masyarakat,” ujarnya.
H. Rusli juga mengingatkan para kepala desa agar menjalankan tugas dengan ikhlas serta tidak membedakan pelayanan kepada masyarakat meski sebelumnya berbeda pilihan politik.
“Bekerjalah dengan ikhlas sebagai pelayan masyarakat tanpa membeda-bedakan. Setelah pelantikan ini tidak ada lagi kubu-kubuan,” tegasnya.
Selain itu, Ia meminta para kepala desa menjaga persatuan dan keharmonisan masyarakat desa di tengah dinamika politik yang sempat terjadi saat proses PAW berlangsung.
“Kita harus menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, H. Rusli turut mengutip pesan Bupati Bone kepada para kepala desa agar selalu bekerja dengan penuh tanggung jawab dan merasa diawasi dalam menjalankan amanah jabatan.
“Pesan bapak bupati, dalam bekerja kita harus merasa diawasi dan takut kepada Allah SWT,” ungkapnya.
Dia menilai masa jabatan sekitar tiga tahun bagi kepala desa PAW masih cukup untuk menghadirkan perubahan dan kerja nyata di tengah masyarakat jika dijalankan dengan sungguh-sungguh.
“Kata kuncinya sedikit bicara, banyak bekerja. Di waktu tiga tahun saya kira cukup untuk berbuat baik kepada masyarakat,” tutup H. Rusli.