Bukan Hanya Berbagi Daging Kurban, RR Clinic Bone Juga Ingin Warga Merasa Lebih Tenang Saat Berobat
Di tengah suasana Idul Adha, pasangan dokter pemilik RR Clinic Bone memilih berbagi bukan hanya lewat kurban, tapi juga lewat pelayanan kesehatan yang bikin warga merasa lebih diperhatikan,
Bone, DNID.co.id — Suasana Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah terasa penuh kehangatan di kediaman pasangan dokter pemilik RR Clinic Bone, dr. Andi Ryad Baso Padjalangi dan dr. Rizqah Aulyna Rachmat, di Jalan Bhayangkara, Watampone, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Rabu (27/05/2026).
Di momentum hari besar umat Islam itu, satu ekor sapi kurban dengan bobot lebih dari 100 kilogram disembelih sebagai bentuk rasa syukur sekaligus semangat berbagi kepada masyarakat.
Pelaksanaan pemotongan hewan kurban dilakukan langsung di halaman rumah kediaman mereka. Sejak pagi, keluarga dan kerabat terlihat sibuk membantu proses penyembelihan hingga pembagian daging kurban kepada warga sekitar.
Tradisi berkurban ini bukan pertama kali dilakukan keluarga besar RR Clinic Bone. Kegiatan tersebut disebut rutin dilaksanakan sejak tahun 2019 hingga sekarang.
dr. Andi Ryad Baso Padjalangi mengatakan, Hari Raya Idul Adha menjadi momentum penting untuk mengingat makna keikhlasan dan pengorbanan yang diajarkan Nabi Ibrahim AS.
“Qurban itu bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT. Ini juga cara kita melanjutkan nilai sosial dan semangat berbagi seperti yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS. Kurban itu gambaran keikhlasan, ketaatan, dan pengorbanan yang sempurna,” ujarnya di sela kegiatan.
Menurutnya, suasana kebersamaan saat proses kurban menjadi nilai yang paling dirasakan setiap tahun.
“Dari penyembelihan sampai pembagian daging, semua dilakukan bersama-sama. Ada rasa kekompakan yang terus terjaga. Itu yang membuat suasana Idul Adha terasa hangat dan penuh makna,” katanya.
Sementara itu, dr. Rizqah Aulyna Rachmat atau yang akrab disapa Yuliana menuturkan, sejak awal RR Clinic berdiri, mereka berusaha menjaga tradisi berkurban sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan pelayanan kesehatan yang terus berkembang.
“Kita berupaya menjaga kebersamaan dan kekompakan lewat kurban. Dengan berkurban, kita menunjukkan rasa syukur. Insya Allah urusan dimudahkan dan kesehatan kita semakin ditambah Allah,” tuturnya.
Di tengah aktivitas pelayanan kesehatan yang padat, pasangan dokter ini tetap berusaha hadir langsung dalam setiap proses kurban. Bagi mereka, Idul Adha bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga tentang menumbuhkan kepedulian dan rasa berbagi kepada sesama.
Suasana pemotongan hewan kurban berlangsung sederhana namun penuh kekeluargaan. Warga yang datang tampak ikut membantu sambil bercengkerama. Aroma masakan dari dapur rumah mulai tercium sejak pagi hari, menambah nuansa khas Hari Raya Idul Adha.
Selain aktif dalam kegiatan sosial, RR Clinic Bone juga terus menghadirkan berbagai layanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Bone.
RR Clinic menyediakan layanan dokter ahli, home care atau pelayanan dokter langsung ke rumah pasien, USG abdomen, rekam jantung (EKG), terapi uap (nebulizer), suntik lutut, tes narkoba enam parameter, apotek, rawat luka, fisioterapi, hingga layanan infus multivitamin dan vitamin C.
Selain itu tersedia pula layanan infus platinum, health booster, serta dokter ahli penyakit dalam.
RR Clinic juga telah bekerja sama dengan dokter spesialis saraf, dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis gizi, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, hingga dokter umum.
Salah satu layanan yang kini banyak membantu masyarakat yakni Home Care RR Clinic, di mana dokter umum dapat datang langsung ke rumah pasien.
Layanan tersebut dinilai praktis, aman, dan nyaman, terutama bagi lansia, pasien yang membutuhkan istirahat total, maupun warga yang memerlukan perawatan khusus tanpa harus keluar rumah.
Di Hari Raya Idul Adha ini, keluarga besar RR Clinic berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial tidak hanya hadir lewat pembagian daging kurban, tetapi juga terus diwujudkan dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat setiap hari.
“Pada akhirnya, yang paling penting bukan seberapa besar yang kita punya, tapi seberapa banyak yang bisa kita bagi untuk orang lain,” tutup dr. Andi Ryad.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Bukan Hanya Berbagi Daging Kurban, RR Clinic Bone Juga Ingin Warga Merasa Lebih Tenang Saat Berobat
RABU, 27 MEI 2026
Di tengah suasana Idul Adha, pasangan dokter pemilik RR Clinic Bone memilih berbagi bukan hanya lewat kurban, tapi juga lewat pelayanan kesehatan yang bikin warga merasa lebih diperhatikan,
Bone, DNID.co.id — Suasana Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah terasa penuh kehangatan di kediaman pasangan dokter pemilik RR Clinic Bone, dr. Andi Ryad Baso Padjalangi dan dr. Rizqah Aulyna Rachmat, di Jalan Bhayangkara, Watampone, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Rabu (27/05/2026).
Di momentum hari besar umat Islam itu, satu ekor sapi kurban dengan bobot lebih dari 100 kilogram disembelih sebagai bentuk rasa syukur sekaligus semangat berbagi kepada masyarakat.
Pelaksanaan pemotongan hewan kurban dilakukan langsung di halaman rumah kediaman mereka. Sejak pagi, keluarga dan kerabat terlihat sibuk membantu proses penyembelihan hingga pembagian daging kurban kepada warga sekitar.
Tradisi berkurban ini bukan pertama kali dilakukan keluarga besar RR Clinic Bone. Kegiatan tersebut disebut rutin dilaksanakan sejak tahun 2019 hingga sekarang.
dr. Andi Ryad Baso Padjalangi mengatakan, Hari Raya Idul Adha menjadi momentum penting untuk mengingat makna keikhlasan dan pengorbanan yang diajarkan Nabi Ibrahim AS.
“Qurban itu bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT. Ini juga cara kita melanjutkan nilai sosial dan semangat berbagi seperti yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS. Kurban itu gambaran keikhlasan, ketaatan, dan pengorbanan yang sempurna,” ujarnya di sela kegiatan.
Menurutnya, suasana kebersamaan saat proses kurban menjadi nilai yang paling dirasakan setiap tahun.
“Dari penyembelihan sampai pembagian daging, semua dilakukan bersama-sama. Ada rasa kekompakan yang terus terjaga. Itu yang membuat suasana Idul Adha terasa hangat dan penuh makna,” katanya.
Sementara itu, dr. Rizqah Aulyna Rachmat atau yang akrab disapa Yuliana menuturkan, sejak awal RR Clinic berdiri, mereka berusaha menjaga tradisi berkurban sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan pelayanan kesehatan yang terus berkembang.
“Kita berupaya menjaga kebersamaan dan kekompakan lewat kurban. Dengan berkurban, kita menunjukkan rasa syukur. Insya Allah urusan dimudahkan dan kesehatan kita semakin ditambah Allah,” tuturnya.
Di tengah aktivitas pelayanan kesehatan yang padat, pasangan dokter ini tetap berusaha hadir langsung dalam setiap proses kurban. Bagi mereka, Idul Adha bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga tentang menumbuhkan kepedulian dan rasa berbagi kepada sesama.
Suasana pemotongan hewan kurban berlangsung sederhana namun penuh kekeluargaan. Warga yang datang tampak ikut membantu sambil bercengkerama. Aroma masakan dari dapur rumah mulai tercium sejak pagi hari, menambah nuansa khas Hari Raya Idul Adha.
Selain aktif dalam kegiatan sosial, RR Clinic Bone juga terus menghadirkan berbagai layanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Bone.
RR Clinic menyediakan layanan dokter ahli, home care atau pelayanan dokter langsung ke rumah pasien, USG abdomen, rekam jantung (EKG), terapi uap (nebulizer), suntik lutut, tes narkoba enam parameter, apotek, rawat luka, fisioterapi, hingga layanan infus multivitamin dan vitamin C.
Selain itu tersedia pula layanan infus platinum, health booster, serta dokter ahli penyakit dalam.
RR Clinic juga telah bekerja sama dengan dokter spesialis saraf, dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis gizi, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, hingga dokter umum.
Salah satu layanan yang kini banyak membantu masyarakat yakni Home Care RR Clinic, di mana dokter umum dapat datang langsung ke rumah pasien.
Layanan tersebut dinilai praktis, aman, dan nyaman, terutama bagi lansia, pasien yang membutuhkan istirahat total, maupun warga yang memerlukan perawatan khusus tanpa harus keluar rumah.
Di Hari Raya Idul Adha ini, keluarga besar RR Clinic berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial tidak hanya hadir lewat pembagian daging kurban, tetapi juga terus diwujudkan dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat setiap hari.
“Pada akhirnya, yang paling penting bukan seberapa besar yang kita punya, tapi seberapa banyak yang bisa kita bagi untuk orang lain,” tutup dr. Andi Ryad.