Bone, DNID.co.id — Suasana liburan keluarga di Pantai Tete, Kecamatan Tonra, Kabupaten Bone, berubah jadi duka setelah seorang pemuda asal Kota WatamponeTenggelam saat berusaha menyelamatkan adik dan keponakannya yang terseret arus laut, Kamis (28/5/2026).
Korban diketahui bernama Muhammad Hadi Sutiadi (24), warga BTN Bone Biru, Kelurahan Biru, Kota Watampone.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah sempat hilang terbawa arus dan dilakukan pencarian oleh warga bersama Tim SAR gabungan di sekitar lokasi kejadian.
“Sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” kata warga, A Yusuf, Kamis sore.
Informasi yang dihimpun, kejadian itu terjadi sekitar pukul 15.00 WITA saat korban bersama keluarganya sedang berlibur sekaligus mencari ikan di kawasan Pantai Tete dalam kondisi air laut surut.
Saat itu pantai memang ramai dipadati pengunjung. Korban disebut berenang agak ke tengah laut. Namun tiba-tiba air pasang disertai arus kuat datang dan menyeret adik serta keponakan korban.
Melihat keduanya terseret arus, Hadi langsung berenang memberikan pertolongan.
Adik dan keponakannya berhasil diselamatkan. Tapi nahas, korban justru ikut terseret arus laut dan hilang di perairan pantai.
Aksi heroik korban sempat membuat panik pengunjung dan warga yang berada di lokasi wisata tersebut.
Pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian itu ke Basarnas sekitar pukul 17.00 WITA.
Informasi itu dibenarkan Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan.
“Benar, kami menerima laporan adanya seorang laki-laki yang diduga tenggelam di Pantai Tete,” ujarnya.
Andi Sultan mengatakan laporan awal diterima dari kerabat korban bernama M. Nur Iksan melalui sambungan telepon.
“Korban saat itu berusaha menyelamatkan adik dan keponakannya yang terseret arus. Keduanya selamat, namun korban hilang terbawa arus laut,” jelas Andi Sultan.
Usai menerima laporan, Tim Rescue Pos SAR Bone langsung bergerak menuju lokasi dengan membawa perlengkapan evakuasi dan melakukan pencarian bersama warga setempat dan tim gabungan.
Pencarian dilakukan di sekitar titik korban terakhir terlihat tenggelam.
Peristiwa tenggelamnya pengunjung di Pantai Tete itu sempat menghebohkan warga dan pengunjung lain karena lokasi wisata tersebut memang dikenal ramai dikunjungi masyarakat, apalagi saat kondisi air surut.
Sejumlah warga dan nelayan setempat ikut turun membantu proses pencarian korban di laut.
Sementara itu, Camat Tonra, Andi Ilham Patawari, SE., mengonfirmasi korban akhirnya berhasil ditemukan.
“Alhamdulillah lima menit lalu telah ditemukan dan langsung dibawa ke rumah duka di BTN Biru Indah,” ujarnya.
Jenazah korban kemudian dievakuasi dari lokasi penemuan dan dibawa ke rumah duka untuk proses penanganan lebih lanjut.
Peristiwa itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban.
Warga menyebut tindakan Muhammad Hadi Sutiadi sebagai aksi keberanian karena rela mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan anggota keluarganya dari ganasnya arus laut di Pantai Tete.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Pemuda Tewas Terseret Arus di Pantai Tete Usai Selamatkan Adik dan Keponakan
JUMAT, 29 MEI 2026
Korban Sempat Selamatkan Dua Anggota Keluarganya Sebelum Akhirnya Hilang dan Ditemukan Meninggal Dunia
Bone, DNID.co.id — Suasana liburan keluarga di Pantai Tete, Kecamatan Tonra, Kabupaten Bone, berubah jadi duka setelah seorang pemuda asal Kota Watampone tenggelam saat berusaha menyelamatkan adik dan keponakannya yang terseret arus laut, Kamis (28/5/2026).
Korban diketahui bernama Muhammad Hadi Sutiadi (24), warga BTN Bone Biru, Kelurahan Biru, Kota Watampone.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah sempat hilang terbawa arus dan dilakukan pencarian oleh warga bersama Tim SAR gabungan di sekitar lokasi kejadian.
“Sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” kata warga, A Yusuf, Kamis sore.
Informasi yang dihimpun, kejadian itu terjadi sekitar pukul 15.00 WITA saat korban bersama keluarganya sedang berlibur sekaligus mencari ikan di kawasan Pantai Tete dalam kondisi air laut surut.
Saat itu pantai memang ramai dipadati pengunjung. Korban disebut berenang agak ke tengah laut. Namun tiba-tiba air pasang disertai arus kuat datang dan menyeret adik serta keponakan korban.
Melihat keduanya terseret arus, Hadi langsung berenang memberikan pertolongan.
Adik dan keponakannya berhasil diselamatkan. Tapi nahas, korban justru ikut terseret arus laut dan hilang di perairan pantai.
Aksi heroik korban sempat membuat panik pengunjung dan warga yang berada di lokasi wisata tersebut.
Pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian itu ke Basarnas sekitar pukul 17.00 WITA.
Informasi itu dibenarkan Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan.
“Benar, kami menerima laporan adanya seorang laki-laki yang diduga tenggelam di Pantai Tete,” ujarnya.
Andi Sultan mengatakan laporan awal diterima dari kerabat korban bernama M. Nur Iksan melalui sambungan telepon.
“Korban saat itu berusaha menyelamatkan adik dan keponakannya yang terseret arus. Keduanya selamat, namun korban hilang terbawa arus laut,” jelas Andi Sultan.
Usai menerima laporan, Tim Rescue Pos SAR Bone langsung bergerak menuju lokasi dengan membawa perlengkapan evakuasi dan melakukan pencarian bersama warga setempat dan tim gabungan.
Pencarian dilakukan di sekitar titik korban terakhir terlihat tenggelam.
Peristiwa tenggelamnya pengunjung di Pantai Tete itu sempat menghebohkan warga dan pengunjung lain karena lokasi wisata tersebut memang dikenal ramai dikunjungi masyarakat, apalagi saat kondisi air surut.
Sejumlah warga dan nelayan setempat ikut turun membantu proses pencarian korban di laut.
Sementara itu, Camat Tonra, Andi Ilham Patawari, SE., mengonfirmasi korban akhirnya berhasil ditemukan.
“Alhamdulillah lima menit lalu telah ditemukan dan langsung dibawa ke rumah duka di BTN Biru Indah,” ujarnya.
Jenazah korban kemudian dievakuasi dari lokasi penemuan dan dibawa ke rumah duka untuk proses penanganan lebih lanjut.
Peristiwa itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban.
Warga menyebut tindakan Muhammad Hadi Sutiadi sebagai aksi keberanian karena rela mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan anggota keluarganya dari ganasnya arus laut di Pantai Tete.