Bone – Sosok Bupati Bone Andi Asman Sulaiman kembali menunjukkan kedekatannya dengan masyarakat. Kali ini, orang nomor satu di Kabupaten Bone itu terlihat duduk semeja dan menikmati semangkuk bakso bersama seorang tukang parkir di sebuah warung bakso di Jalan Andalas, Watampone, Senin (8/6/2026).
Tidak ada jarak, tidak ada perlakuan khusus. Andi Asman memilih menikmati suasana layaknya warga biasa. Momen tersebut sontak menarik perhatian pengunjung warung dan warga yang melintas.
Di tengah obrolan santai itu, Andi Asman menyampaikan pesan sederhana yang sarat makna.
“Bahagia itu bagian dari sorganya,” ujar Andi Asman Sulaiman.
Kalimat singkat tersebut menggambarkan cara pandangnya dalam menjalani kehidupan dan memimpin daerah.
Bagi Andi Asman, kebahagiaan tidak selalu diukur dari jabatan maupun kemewahan, tetapi dari kebersamaan dan rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari.
Tukang parkir yang duduk di hadapannya tampak menikmati makan siang sambil berbincang dengan Bupati Bone. Suasana berlangsung hangat dan penuh keakraban tanpa ada kesan formal.
Sejumlah warga yang menyaksikan momen itu mengaku salut. Mereka menilai sikap sederhana tersebut menjadi bukti bahwa pemimpin daerah masih mau hadir dan berbaur langsung dengan masyarakat dari berbagai kalangan.
“Beliau memang dikenal sering turun langsung. Hari ini kami lihat sendiri bagaimana beliau duduk bersama warga biasa tanpa membeda-bedakan,” ujar salah seorang warga Santi yang berada di lokasi.
Lanjut Andi Asman, seorang pemimpin harus dekat dengan masyarakat agar bisa memahami langsung kondisi dan kebutuhan warga.
“Kalau ingin tahu keadaan masyarakat, ya harus sering berada di tengah masyarakat. Mendengar cerita mereka, merasakan apa yang mereka rasakan, dan menjalin komunikasi tanpa sekat,” katanya.
Momen makan bakso bersama tukang parkir di Jalan Andalas itu mungkin terlihat sederhana. Namun bagi banyak warga, pemandangan tersebut menjadi simbol kedekatan seorang pemimpin dengan rakyatnya.
Di tengah padatnya agenda pemerintahan, Andi Asman menunjukkan bahwa menjadi pemimpin bukan hanya soal bekerja di balik meja, tetapi juga hadir, menyapa, dan berbagi kebahagiaan dengan masyarakat.
Dan dari warung bakso sederhana di Jalan Andalas itu, tersampaikan pesan yang kuat bahwa pemimpin yang dekat dengan rakyat tidak selalu ditunjukkan lewat pidato besar, tetapi melalui tindakan sederhana yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Bupati Bone Andi Asman Makan Bakso Bersama Tukang Parkir, Warga: Pemimpin yang Merakyat
SENIN, 8 JUNI 2026
Tak ada protokoler berlebihan. Momen kebersamaan Bupati Bone dengan seorang tukang parkir di warung bakso ini membuat banyak warga tersentuh.
Bone – Sosok Bupati Bone Andi Asman Sulaiman kembali menunjukkan kedekatannya dengan masyarakat. Kali ini, orang nomor satu di Kabupaten Bone itu terlihat duduk semeja dan menikmati semangkuk bakso bersama seorang tukang parkir di sebuah warung bakso di Jalan Andalas, Watampone, Senin (8/6/2026).
Tidak ada jarak, tidak ada perlakuan khusus. Andi Asman memilih menikmati suasana layaknya warga biasa. Momen tersebut sontak menarik perhatian pengunjung warung dan warga yang melintas.
Di tengah obrolan santai itu, Andi Asman menyampaikan pesan sederhana yang sarat makna.
"Bahagia itu bagian dari sorganya," ujar Andi Asman Sulaiman.
Kalimat singkat tersebut menggambarkan cara pandangnya dalam menjalani kehidupan dan memimpin daerah.
Bagi Andi Asman, kebahagiaan tidak selalu diukur dari jabatan maupun kemewahan, tetapi dari kebersamaan dan rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari.
Tukang parkir yang duduk di hadapannya tampak menikmati makan siang sambil berbincang dengan Bupati Bone. Suasana berlangsung hangat dan penuh keakraban tanpa ada kesan formal.
Sejumlah warga yang menyaksikan momen itu mengaku salut. Mereka menilai sikap sederhana tersebut menjadi bukti bahwa pemimpin daerah masih mau hadir dan berbaur langsung dengan masyarakat dari berbagai kalangan.
"Beliau memang dikenal sering turun langsung. Hari ini kami lihat sendiri bagaimana beliau duduk bersama warga biasa tanpa membeda-bedakan," ujar salah seorang warga Santi yang berada di lokasi.
Lanjut Andi Asman, seorang pemimpin harus dekat dengan masyarakat agar bisa memahami langsung kondisi dan kebutuhan warga.
"Kalau ingin tahu keadaan masyarakat, ya harus sering berada di tengah masyarakat. Mendengar cerita mereka, merasakan apa yang mereka rasakan, dan menjalin komunikasi tanpa sekat," katanya.
Momen makan bakso bersama tukang parkir di Jalan Andalas itu mungkin terlihat sederhana. Namun bagi banyak warga, pemandangan tersebut menjadi simbol kedekatan seorang pemimpin dengan rakyatnya.
Di tengah padatnya agenda pemerintahan, Andi Asman menunjukkan bahwa menjadi pemimpin bukan hanya soal bekerja di balik meja, tetapi juga hadir, menyapa, dan berbagi kebahagiaan dengan masyarakat.
Dan dari warung bakso sederhana di Jalan Andalas itu, tersampaikan pesan yang kuat bahwa pemimpin yang dekat dengan rakyat tidak selalu ditunjukkan lewat pidato besar, tetapi melalui tindakan sederhana yang dirasakan langsung oleh masyarakat.