Andi Rio Resmi Pimpin IKAJO Sulsel, Tegaskan Organisasi Harus Jadi Kekuatan Menuju Indonesia Emas 2045
Dikukuhkan Sri Sultan Hamengku Buwono X, kepemimpinan baru IKAJOSulsel diarahkan memperkuat jejaring alumni lintas profesi untuk mendukung pembangunan daerah dan bangsa.
Yogyakarta, DNID.co.id – Anggota DPR RI tiga periode, Andi Rio Idris Padjalangi, resmi memimpin Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Ikatan Alumni Jogjakarta (IKAJO) Sulawesi Selatan periode 2026–2030 setelah dikukuhkan langsung oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dalam Musyawarah Besar (Mubes) II IKAJO Sulsel di Wisma Kagama UGM, Yogyakarta, Jumat (3/7/2026).
Usai dikukuhkan, Andi Rio menegaskan amanah yang diterimanya bukan sekadar kepercayaan untuk memimpin organisasi, melainkan tanggung jawab bersama seluruh alumni Jogja asal Sulawesi Selatan untuk memperkuat peran organisasi dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Amanah ini merupakan tanggung jawab kolektif seluruh alumni untuk memperkuat persatuan, membangun jejaring strategis, serta meningkatkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa,” ujar Andi Rio.
Menurutnya, IKAJO Sulawesi Selatan memiliki modal besar berupa jaringan alumni yang tersebar di berbagai sektor strategis. Potensi tersebut dinilai harus disatukan menjadi kekuatan bersama yang mampu melahirkan kolaborasi nyata di berbagai bidang.
Andi Rio menyebut sinergi itu perlu dibangun tidak hanya di lingkungan pemerintahan, tetapi juga di sektor pendidikan, dunia usaha, hingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Dengan demikian, keberadaan organisasi alumni tidak berhenti sebagai wadah silaturahmi semata, tetapi mampu menghadirkan dampak langsung bagi pembangunan.
Dia juga menegaskan IKAJO Sulawesi Selatan harus menjadi rumah besar yang mampu menghimpun seluruh potensi alumni tanpa membedakan profesi, generasi maupun disiplin ilmu.
“IKAJO Sulawesi Selatan harus menjadi rumah besar yang mampu menghimpun potensi alumni lintas profesi, lintas generasi, dan lintas disiplin ilmu sebagai modal sosial menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Andi Rio Idris Padjalangi (kanan) berdialog dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, usai pengukuhan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Ikatan Alumni Jogjakarta (IKAJO) Sulawesi Selatan periode 2026–2030 di Wisma Kagama UGM, Yogyakarta, Jumat (3/7/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan peran jejaring alumni dalam mendukung pembangunan daerah serta mempererat hubungan historis Yogyakarta dan Sulawesi Selatan.
Terpilihnya Andi Rio sekaligus mengakhiri kepemimpinan Mustakim sebagai Koordinator Presidium DPN IKAJO Sulsel. Selain dikenal sebagai anggota DPR RI selama tiga periode, Andi Rio juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT Semen Tonasa.
Sementara itu, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengingatkan bahwa hubungan antara Yogyakarta dan masyarakat Sulawesi Selatan telah terjalin sejak lama melalui dunia pendidikan.
Menurut Sri Sultan, Yogyakarta bukan sekadar tempat menempuh pendidikan, tetapi juga menjadi rumah yang selalu memiliki ikatan emosional dengan para alumninya.
“Yogyakarta adalah rumah saudara. Saya berdiri di sini bukan kapasitas sebagai pemerintah, tetapi menyambut saudara yang pulang,” ujar Sri Sultan
Sri Sultan berharap hubungan historis tersebut terus dipelihara melalui organisasi alumni yang mampu menjaga nilai-nilai persaudaraan sekaligus memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Mubes II IKAJO Sulawesi Selatan sendiri dihadiri ratusan alumni dari berbagai daerah di Indonesia. Selain menetapkan kepengurusan baru, forum tersebut juga menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat nilai-nilai persaudaraan, integritas, kepemimpinan, dan pengabdian yang selama ini menjadi identitas alumni Jogja.
Semangat yang tumbuh selama menempuh pendidikan di Yogyakarta diharapkan tetap menjadi fondasi dalam memberikan kontribusi bagi daerah asal maupun bangsa.
Kepemimpinan baru IKAJO Sulsel juga diharapkan mampu membawa transformasi organisasi menuju tata kelola yang lebih profesional, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Tidak hanya itu, IKAJO Sulawesi Selatan didorong semakin aktif membangun kemitraan strategis dengan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya guna memperkuat pembangunan yang berkelanjutan.
Semangat “Sekali Menjadi Alumni Jogja, Selamanya Mengabdi untuk Indonesia” yang diusung dalam Mubes II menjadi penegasan bahwa IKAJO tidak hanya berfungsi sebagai wadah silaturahmi alumni, tetapi juga sebagai kekuatan sosial dan intelektual yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Sulawesi Selatan dan Indonesia.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Andi Rio Resmi Pimpin IKAJO Sulsel, Tegaskan Organisasi Harus Jadi Kekuatan Menuju Indonesia Emas 2045
SABTU, 4 JULI 2026
Dikukuhkan Sri Sultan Hamengku Buwono X, kepemimpinan baru IKAJO Sulsel diarahkan memperkuat jejaring alumni lintas profesi untuk mendukung pembangunan daerah dan bangsa.
Yogyakarta, DNID.co.id – Anggota DPR RI tiga periode, Andi Rio Idris Padjalangi, resmi memimpin Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Ikatan Alumni Jogjakarta (IKAJO) Sulawesi Selatan periode 2026–2030 setelah dikukuhkan langsung oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dalam Musyawarah Besar (Mubes) II IKAJO Sulsel di Wisma Kagama UGM, Yogyakarta, Jumat (3/7/2026).
Usai dikukuhkan, Andi Rio menegaskan amanah yang diterimanya bukan sekadar kepercayaan untuk memimpin organisasi, melainkan tanggung jawab bersama seluruh alumni Jogja asal Sulawesi Selatan untuk memperkuat peran organisasi dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Amanah ini merupakan tanggung jawab kolektif seluruh alumni untuk memperkuat persatuan, membangun jejaring strategis, serta meningkatkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa,” ujar Andi Rio.
Menurutnya, IKAJO Sulawesi Selatan memiliki modal besar berupa jaringan alumni yang tersebar di berbagai sektor strategis. Potensi tersebut dinilai harus disatukan menjadi kekuatan bersama yang mampu melahirkan kolaborasi nyata di berbagai bidang.
Andi Rio menyebut sinergi itu perlu dibangun tidak hanya di lingkungan pemerintahan, tetapi juga di sektor pendidikan, dunia usaha, hingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Dengan demikian, keberadaan organisasi alumni tidak berhenti sebagai wadah silaturahmi semata, tetapi mampu menghadirkan dampak langsung bagi pembangunan.
Dia juga menegaskan IKAJO Sulawesi Selatan harus menjadi rumah besar yang mampu menghimpun seluruh potensi alumni tanpa membedakan profesi, generasi maupun disiplin ilmu.
“IKAJO Sulawesi Selatan harus menjadi rumah besar yang mampu menghimpun potensi alumni lintas profesi, lintas generasi, dan lintas disiplin ilmu sebagai modal sosial menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Terpilihnya Andi Rio sekaligus mengakhiri kepemimpinan Mustakim sebagai Koordinator Presidium DPN IKAJO Sulsel. Selain dikenal sebagai anggota DPR RI selama tiga periode, Andi Rio juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT Semen Tonasa.
Sementara itu, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengingatkan bahwa hubungan antara Yogyakarta dan masyarakat Sulawesi Selatan telah terjalin sejak lama melalui dunia pendidikan.
Menurut Sri Sultan, Yogyakarta bukan sekadar tempat menempuh pendidikan, tetapi juga menjadi rumah yang selalu memiliki ikatan emosional dengan para alumninya.
“Yogyakarta adalah rumah saudara. Saya berdiri di sini bukan kapasitas sebagai pemerintah, tetapi menyambut saudara yang pulang,” ujar Sri Sultan
Sri Sultan berharap hubungan historis tersebut terus dipelihara melalui organisasi alumni yang mampu menjaga nilai-nilai persaudaraan sekaligus memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Mubes II IKAJO Sulawesi Selatan sendiri dihadiri ratusan alumni dari berbagai daerah di Indonesia. Selain menetapkan kepengurusan baru, forum tersebut juga menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat nilai-nilai persaudaraan, integritas, kepemimpinan, dan pengabdian yang selama ini menjadi identitas alumni Jogja.
Semangat yang tumbuh selama menempuh pendidikan di Yogyakarta diharapkan tetap menjadi fondasi dalam memberikan kontribusi bagi daerah asal maupun bangsa.
Kepemimpinan baru IKAJO Sulsel juga diharapkan mampu membawa transformasi organisasi menuju tata kelola yang lebih profesional, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Tidak hanya itu, IKAJO Sulawesi Selatan didorong semakin aktif membangun kemitraan strategis dengan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya guna memperkuat pembangunan yang berkelanjutan.
Semangat “Sekali Menjadi Alumni Jogja, Selamanya Mengabdi untuk Indonesia” yang diusung dalam Mubes II menjadi penegasan bahwa IKAJO tidak hanya berfungsi sebagai wadah silaturahmi alumni, tetapi juga sebagai kekuatan sosial dan intelektual yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Sulawesi Selatan dan Indonesia.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.