Bone Ajukan 6.000 Rumah Layak Huni Lagi, Respons Menteri PKP Jadi Perhatian

 

Kabupaten Bone masih memiliki 57.884 rumah tidak layak huni dan 34.524 warga belum memiliki rumah. Bupati Bone meminta tambahan 6.000 unit RTLH untuk 27 kecamatan, sementara Menteri PKP menyatakan seluruh usulan akan segera diverifikasi untuk realisasi tahun 2026.

 

Bone, DNID.co.id Bupati Bone Andi Asman Sulaiman didampingi Plt Kadis Perkimtan Bone membawa persoalan rumah tidak layak huni (RTLH) dan kebutuhan rumah bagi masyarakat langsung ke pemerintah pusat.

Dalam audiensi dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia, Bupati Bone mengusulkan peningkatan bantuan rehabilitasi RTLH sekaligus pembangunan rumah susun bagi masyarakat yang belum memiliki tempat tinggal.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Bone diterima langsung oleh Menteri PKP, Maruarar Sirait, di Kantor utama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Jl. M.H. Thamrin, Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Audiensi itu secara khusus membahas usulan rehabilitasi rumah tidak layak huni dan pembangunan rumah susun sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat di Kabupaten Bone.

Di hadapan Menteri PKP, Bupati Bone memaparkan kondisi riil kebutuhan perumahan di daerahnya. Berdasarkan data pemerintah daerah, Kabupaten Bone masih memiliki 57.884 unit rumah tidak layak huni.

Selain itu, angka backlog kepemilikan rumah, yakni warga yang belum memiliki rumah, masih mencapai 34.524 kepala keluarga.

“Melihat kondisi tersebut, kami berharap alokasi program rehabilitasi rumah tidak layak huni di Kabupaten Bone dapat ditingkatkan. Kami juga mengusulkan pembangunan rumah susun bagi masyarakat yang hingga kini belum memiliki rumah,” ujar Bupati Bone dalam audiensi tersebut.

Bupati juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bone telah menindaklanjuti program pemerintah pusat melalui pendataan RTLH. Hingga saat ini, sebanyak 6.202 data RTLH sesuai DTSEN desil 1–4 telah diinput ke dalam aplikasi SIBARU.

Dari jumlah tersebut, 1.159 unit telah selesai diverifikasi, sementara 629 unit lainnya masih dalam proses verifikasi.

Meski demikian, Bupati Bone berharap pemerintah pusat dapat menambah kuota bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni.

“Kami berharap Kabupaten Bone mendapatkan tambahan sekitar 6.000 unit RTLH yang dapat direalisasikan pada tahun 2026 dan menjangkau masyarakat di seluruh 27 kecamatan,” kata Bupati.

Menanggapi usulan tersebut, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman memberikan apresiasi atas langkah dan komitmen Pemerintah Kabupaten Bone dalam mendukung program nasional pengentasan kemiskinan melalui penyediaan tiga juta rumah di Indonesia.

Menteri PKP menilai upaya yang dilakukan Bupati Bone menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam memperjuangkan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya penyediaan hunian yang layak.

“Usulan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Bone akan segera kami verifikasi. Dalam waktu dekat tim akan melakukan penelaahan agar dapat ditindaklanjuti untuk direalisasikan pada tahun 2026,” ujar Menteri PKP.

Apabila seluruh usulan tersebut disetujui pemerintah pusat, ribuan warga Kabupaten Bone yang selama ini tinggal di rumah tidak layak huni maupun belum memiliki rumah diharapkan dapat memperoleh hunian yang lebih layak sebagai bagian dari program strategis nasional di sektor perumahan.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Jumat, 10 Juli 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Ricky

Editor: Kingzhie

Penanggung Jawab: Ir Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Adinda Putri Nabiilah Resmi Jadi Advokat, Siap Dampingi Masyarakat dan Insan Pers Babel
Supervisi Divisi Humas Polri di Polda Babel Perkuat Kehumasan Satwil dan Relasi Publik
Kapolres Bangka Barat Perintahkan Polsek Jebus Perkuat Pencegahan Karhutla
Kunjungan Kapolres Memperkuat Komunikasi Sekaligus Menunjukkan Perhatian Terhadap Personel Yang Sakit
Kas Pemkab Bone Bermasalah, Rp2,6 Miliar SP2D-LS Diduga Mengalir Lewat Rekening Bendahara
Sembilan Jurnalis Kepri Bergabung dengan DPP PJS, Kompetensi dan Advokasi Jadi Fokus
Di Balik Gunting Pita Jalan Lemo-Pasaka Kahu, Nama AIA Tidak Muncul di Pemberitaan
Distribusi BBM kembali Normal Pembelajaran Tatap Muka di Maros kembali Normal
Berita ini 123 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 22:44 WITA

Adinda Putri Nabiilah Resmi Jadi Advokat, Siap Dampingi Masyarakat dan Insan Pers Babel

Kamis, 17 September 2026 - 19:55 WITA

Supervisi Divisi Humas Polri di Polda Babel Perkuat Kehumasan Satwil dan Relasi Publik

Kamis, 17 September 2026 - 19:23 WITA

Kunjungan Kapolres Memperkuat Komunikasi Sekaligus Menunjukkan Perhatian Terhadap Personel Yang Sakit

Kamis, 17 September 2026 - 19:22 WITA

Kas Pemkab Bone Bermasalah, Rp2,6 Miliar SP2D-LS Diduga Mengalir Lewat Rekening Bendahara

Kamis, 17 September 2026 - 15:54 WITA

Sembilan Jurnalis Kepri Bergabung dengan DPP PJS, Kompetensi dan Advokasi Jadi Fokus

Kamis, 17 September 2026 - 15:50 WITA

Di Balik Gunting Pita Jalan Lemo-Pasaka Kahu, Nama AIA Tidak Muncul di Pemberitaan

Kamis, 17 September 2026 - 13:26 WITA

Distribusi BBM kembali Normal Pembelajaran Tatap Muka di Maros kembali Normal

Kamis, 17 September 2026 - 11:00 WITA

Kapolres Bulukumba Lantik Kompol H. Haedar Muis sebagai Kapolsek Gantarang

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran

Kamis, 17 Sep 2026 - 23:06 WITA