Kakan Kemenag Maros Ajak Masyarakat Wujudkan Masjid Ramah Anak
Maros,DNID.co.id – Sebanyak 176 jemaah dari 25 Majelis Taklim mengikuti Tabligh Akbar Majelis Taklim lintas Kecamatan Tompobulu, Moncongloe, dan Tanralili yang digelar di Masjid Jabal Aqsa, Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Maros, H. Muhammad Nur Halik, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Kasi Bimas) Islam H. Ramli, Ketua PCNU Maros KH. Ibnu Hajar, Kepala KUA Tompobulu, Moncongloe, dan Tanralili, para penyuluh agama Islam, serta pengurus dan anggota majelis taklim dari tiga kecamatan.
Dalam arahannya, Kasi Bimas Islam H. Ramli, mengimbau seluruh majelis taklim yang belum memiliki Surat Keputusan (SK) agar segera mengurusnya melalui Kantor Urusan Agama (KUA).
Ia juga meminta setiap majelis taklim menyiapkan rekening bank dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sebagai persyaratan administrasi untuk menerima bantuan pemerintah.
Sementara itu, Kakankemenag Maros, H. Muhammad Nur Halik, mengajak masyarakat menjadikan masjid sebagai ruang yang ramah bagi anak-anak.
“Jadikan masjid sebagai masjid yang ramah anak. Jangan memarahi anak-anak di dalam masjid. Itulah sifat alami mereka. Selama mereka tetap aman dan tidak mengganggu, biarkan mereka tumbuh dengan kecintaan kepada masjid,” ujarnya.
Dalam tausiyahnya, H. Nur Halik juga mengingatkan pentingnya berdoa dengan penuh keyakinan kepada Allah SWT.
“Barang siapa yang mengangkat kedua tangannya untuk berdoa kepada Allah, maka Allah tidak akan menyia-nyiakan doanya,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa makna tabligh adalah menyampaikan, sehingga setiap muslim memiliki kewajiban menyampaikan kebaikan meskipun hanya satu ayat.
“Sampaikanlah walaupun hanya satu ayat. Ibu-ibu adalah penyampai pesan kebaikan. Ketika aktif di majelis taklim, menjaga aurat dengan baik, dan terus menambah ilmu agama, itu sudah menjadi dakwah yang dapat dilihat dan diteladani oleh keluarga, tetangga, maupun masyarakat,” tuturnya.
Menutup tausiyahnya, ia menegaskan bahwa peran utama majelis taklim tidak hanya sebatas mengikuti pengajian, tetapi juga membangun pendidikan agama di lingkungan keluarga.
“Fungsi utama majelis taklim adalah menciptakan pendidikan agama di keluarganya masing-masing. Jika keluarga kuat dalam nilai-nilai agama, maka masyarakat juga akan menjadi lebih baik,” pungkasnya.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
Maros,DNID.co.id – Sebanyak 176 jemaah dari 25 Majelis Taklim mengikuti Tabligh Akbar Majelis Taklim lintas Kecamatan Tompobulu, Moncongloe, dan Tanralili yang digelar di Masjid Jabal Aqsa, Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Maros, H. Muhammad Nur Halik, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Kasi Bimas) Islam H. Ramli, Ketua PCNU Maros KH. Ibnu Hajar, Kepala KUA Tompobulu, Moncongloe, dan Tanralili, para penyuluh agama Islam, serta pengurus dan anggota majelis taklim dari tiga kecamatan.
Dalam arahannya, Kasi Bimas Islam H. Ramli, mengimbau seluruh majelis taklim yang belum memiliki Surat Keputusan (SK) agar segera mengurusnya melalui Kantor Urusan Agama (KUA).
Ia juga meminta setiap majelis taklim menyiapkan rekening bank dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sebagai persyaratan administrasi untuk menerima bantuan pemerintah.
Sementara itu, Kakankemenag Maros, H. Muhammad Nur Halik, mengajak masyarakat menjadikan masjid sebagai ruang yang ramah bagi anak-anak.
"Jadikan masjid sebagai masjid yang ramah anak. Jangan memarahi anak-anak di dalam masjid. Itulah sifat alami mereka. Selama mereka tetap aman dan tidak mengganggu, biarkan mereka tumbuh dengan kecintaan kepada masjid," ujarnya.
Dalam tausiyahnya, H. Nur Halik juga mengingatkan pentingnya berdoa dengan penuh keyakinan kepada Allah SWT.
"Barang siapa yang mengangkat kedua tangannya untuk berdoa kepada Allah, maka Allah tidak akan menyia-nyiakan doanya," katanya.
Ia menjelaskan bahwa makna tabligh adalah menyampaikan, sehingga setiap muslim memiliki kewajiban menyampaikan kebaikan meskipun hanya satu ayat.
"Sampaikanlah walaupun hanya satu ayat. Ibu-ibu adalah penyampai pesan kebaikan. Ketika aktif di majelis taklim, menjaga aurat dengan baik, dan terus menambah ilmu agama, itu sudah menjadi dakwah yang dapat dilihat dan diteladani oleh keluarga, tetangga, maupun masyarakat," tuturnya.
Menutup tausiyahnya, ia menegaskan bahwa peran utama majelis taklim tidak hanya sebatas mengikuti pengajian, tetapi juga membangun pendidikan agama di lingkungan keluarga.
"Fungsi utama majelis taklim adalah menciptakan pendidikan agama di keluarganya masing-masing. Jika keluarga kuat dalam nilai-nilai agama, maka masyarakat juga akan menjadi lebih baik," pungkasnya.