Komut PT Semen Tonasa, Alumni UGM Terbukti Mampu Jawab Kebutuhan Industri
Makassar, DNID.co.id – Komisaris Utama PT Semen Tonasa, Andi Rio Idris Padjalangi, meminta pemerintah mempertimbangkan kebijakan moratorium terhadap ekspansi Industri semen asing di Indonesia.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga keberlangsungan industri semen nasional yang kini menghadapi persaingan semakin ketat, terutama dari produsen asal Tiongkok.
Pernyataan itu disampaikan Andi Rio saat menjadi pembicara dalam Focus Group Discussion (FGD) World Class University 2026 bertema “Sinergi UGM dengan Pemerintah dan Industri Sulawesi Selatan” yang digelar di Swiss-Belhotel Waterfront Makassar, Jumat (17/7/2026).
“Kita tidak ingin industri semen mengalami nasib seperti industri tekstil di Pulau Jawa yang terpukul akibat persaingan global,” kata Andi Rio.
Andi Rio menjelaskan, produsen semen asal Tiongkok terus melakukan ekspansi secara agresif dengan strategi harga yang kompetitif dan penetrasi pasar yang masif.
Kondisi tersebut, menurutnya lagi, menjadi tantangan serius bagi industri semen dalam negeri sehingga membutuhkan perhatian pemerintah.
Selain membahas tantangan industri, Andi Rio juga menyoroti kualitas sumber daya manusia, khususnya lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Kata Andi Rio, alumni UGM yang bekerja di PT Semen Tonasa telah membuktikan kompetensi dan profesionalisme mereka dalam menjawab kebutuhan dunia industri.
“Alumni UGM di Semen Tonasa berasal dari berbagai disiplin ilmu, seperti Teknik Industri dan bidang lainnya. Mereka memiliki kapasitas dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini,” ujarnya.
Kemudian Andi Rio juga mengungkapkan bahwa sistem rekrutmen di lingkungan PT Semen Tonasa kini tidak lagi dilakukan oleh masing-masing anak perusahaan. Seluruh proses seleksi telah dipusatkan di Holding PT Semen Indonesia (SIG).
Masih kata Andi Rio, mekanisme tersebut diterapkan agar proses penerimaan pegawai berlangsung secara profesional, transparan, objektif, dan bebas dari praktik kolusi, korupsi, serta nepotisme (KKN).
“Rekrutmen sekarang dilakukan oleh holding. Tujuannya memastikan proses seleksi berjalan profesional, transparan, dan bebas KKN. Meski demikian, penempatan pegawai tetap disesuaikan dengan kebutuhan sembilan anak perusahaan di bawah SIG,” jelasnya.
Dalam forum tersebut, Andi Rio juga menyampaikan gagasan agar UGM menjadi pelopor dalam menghadirkan jurusan atau fakultas yang secara khusus berfokus pada Entrepreneurship.
Perguruan tinggi tidak cukup hanya mencetak lulusan yang siap bekerja, tetapi juga harus mampu melahirkan pengusaha yang dapat membuka lapangan pekerjaan baru.
“Jurusan-jurusan yang ada saat ini sudah sangat baik. Tetapi kita juga membutuhkan pendidikan yang benar-benar fokus mencetak pengusaha. Dunia ini adalah dunia usaha, sehingga dibutuhkan pendidikan yang memang menyiapkan generasi untuk membangun dunia usaha,” pungkasnya.
FGD World Class University 2026 mempertemukan unsur perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku industri untuk memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Komut PT Semen Tonasa, Alumni UGM Terbukti Mampu Jawab Kebutuhan Industri
JUMAT, 17 JULI 2026
Makassar, DNID.co.id – Komisaris Utama PT Semen Tonasa, Andi Rio Idris Padjalangi, meminta pemerintah mempertimbangkan kebijakan moratorium terhadap ekspansi industri semen asing di Indonesia.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga keberlangsungan industri semen nasional yang kini menghadapi persaingan semakin ketat, terutama dari produsen asal Tiongkok.
Pernyataan itu disampaikan Andi Rio saat menjadi pembicara dalam Focus Group Discussion (FGD) World Class University 2026 bertema "Sinergi UGM dengan Pemerintah dan Industri Sulawesi Selatan" yang digelar di Swiss-Belhotel Waterfront Makassar, Jumat (17/7/2026).
"Kita tidak ingin industri semen mengalami nasib seperti industri tekstil di Pulau Jawa yang terpukul akibat persaingan global," kata Andi Rio.
Andi Rio menjelaskan, produsen semen asal Tiongkok terus melakukan ekspansi secara agresif dengan strategi harga yang kompetitif dan penetrasi pasar yang masif.
Kondisi tersebut, menurutnya lagi, menjadi tantangan serius bagi industri semen dalam negeri sehingga membutuhkan perhatian pemerintah.
Selain membahas tantangan industri, Andi Rio juga menyoroti kualitas sumber daya manusia, khususnya lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Kata Andi Rio, alumni UGM yang bekerja di PT Semen Tonasa telah membuktikan kompetensi dan profesionalisme mereka dalam menjawab kebutuhan dunia industri.
"Alumni UGM di Semen Tonasa berasal dari berbagai disiplin ilmu, seperti Teknik Industri dan bidang lainnya. Mereka memiliki kapasitas dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini," ujarnya.
Kemudian Andi Rio juga mengungkapkan bahwa sistem rekrutmen di lingkungan PT Semen Tonasa kini tidak lagi dilakukan oleh masing-masing anak perusahaan. Seluruh proses seleksi telah dipusatkan di Holding PT Semen Indonesia (SIG).
Masih kata Andi Rio, mekanisme tersebut diterapkan agar proses penerimaan pegawai berlangsung secara profesional, transparan, objektif, dan bebas dari praktik kolusi, korupsi, serta nepotisme (KKN).
"Rekrutmen sekarang dilakukan oleh holding. Tujuannya memastikan proses seleksi berjalan profesional, transparan, dan bebas KKN. Meski demikian, penempatan pegawai tetap disesuaikan dengan kebutuhan sembilan anak perusahaan di bawah SIG," jelasnya.
Dalam forum tersebut, Andi Rio juga menyampaikan gagasan agar UGM menjadi pelopor dalam menghadirkan jurusan atau fakultas yang secara khusus berfokus pada entrepreneurship.
Perguruan tinggi tidak cukup hanya mencetak lulusan yang siap bekerja, tetapi juga harus mampu melahirkan pengusaha yang dapat membuka lapangan pekerjaan baru.
"Jurusan-jurusan yang ada saat ini sudah sangat baik. Tetapi kita juga membutuhkan pendidikan yang benar-benar fokus mencetak pengusaha. Dunia ini adalah dunia usaha, sehingga dibutuhkan pendidikan yang memang menyiapkan generasi untuk membangun dunia usaha," pungkasnya.
FGD World Class University 2026 mempertemukan unsur perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku industri untuk memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.