Ayam Alope Unhas: Solusi Strategis Ketahanan Pangan Untuk Kebutuhan Protein Hewani

Makassar,DNID.co.id Ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan lahan dan pakan, tetapi juga oleh kualitas sumber daya genetik ternak. Di tengah meningkatnya kebutuhan Protein Hewani nasional, pengembangan galur unggul yang lebih produktif menjadi salah satu strategi penting untuk memperkuat sistem pangan Indonesia.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, Universitas Hasanuddin (Unhas) terus mengembangkan Ayam Alope-1, galur Ayam Kampung unggul hasil pemuliaan genetik yang diproyeksikan menjadi bagian dari program strategis nasional di bidang Ketahanan Pangan.
Komitmen tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Ayam Alope Unhas-1 Secara Terintegrasi dan Berkelanjutan yang berlangsung di Ballroom Hotel Unhas & Convention, Jumat lalu (17/7/2026).

Forum ini mempertemukan akademisi, pemerintah, dan mitra strategis untuk menyusun peta jalan pengembangan Ayam Alope, mulai dari riset dasar, produksi bibit, hingga hilirisasi agar dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.

Menjawab Tantangan Produktivitas Ayam Kampung
Ayam kampung memiliki nilai ekonomi dan budaya yang tinggi di Indonesia. Permintaannya terus meningkat karena cita rasa dagingnya, namun produktivitasnya relatif rendah dibandingkan ayam ras. Pertumbuhan yang lambat, efisiensi penggunaan pakan yang belum optimal, serta keterbatasan bibit unggul menjadi tantangan utama dalam memenuhi kebutuhan pasar.
Fakultas Peternakan Unhas mengembangkan Ayam Alope sebagai respons terhadap persoalan tersebut melalui pendekatan pemuliaan genetik. Proses ini dilakukan dengan menyeleksi individu-individu terbaik selama beberapa generasi untuk memperoleh galur yang memiliki pertumbuhan lebih cepat, efisiensi konversi pakan yang lebih baik, serta kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan tropis.
Dengan karakteristik tersebut, Ayam Alope diharapkan mampu meningkatkan produktivitas peternakan rakyat tanpa menghilangkan karakter ayam kampung yang menjadi preferensi konsumen. Inovasi ini juga berpotensi memperkuat pasokan protein hewani nasional sekaligus meningkatkan pendapatan peternak.
Menariknya, pengembangan Ayam Alope bermula dari penelitian mahasiswa yang kemudian dilanjutkan dan disempurnakan oleh dosen serta peneliti Fakultas Peternakan Unhas. Perjalanan tersebut menunjukkan bagaimana riset di lingkungan perguruan tinggi dapat berkembang dari laboratorium menjadi inovasi yang berpotensi memberikan dampak ekonomi dan sosial.
Strategi Hilirisasi Unhas
Rektor Universitas Hasanuddin, Prof Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. menegaskan keberhasilan penelitian tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi harus diwujudkan  dalam bentuk inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Hasil riset harus mampu dihilirisasi, diterapkan, dan memberi manfaat nyata. Ayam Alope menunjukkan bahwa inovasi kampus dapat berkembang menjadi solusi untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak,” ujar Prof. JJ.

Menurut Prof. JJ, pengembangan Ayam Alope akan diperkuat melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan agar distribusi bibit unggul dapat menjangkau lebih banyak wilayah. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi hilirisasi riset yang selama ini terus diperkuat Unhas.
Dalam ekosistem inovasi, hilirisasi merupakan tahapan penting yang menghubungkan hasil penelitian dengan implementasi di lapangan. Melalui proses ini, teknologi berkembang menjadi produk atau sistem yang memberikan manfaat nyata.
Kolaborasi untuk Memperkuat Dampak
Dekan Fakultas Peternakan Unhas, Prof. Dr. Syahdar Baba, S.Pt., M.Si., menjelaskan bahwa peningkatan kualitas genetik, penguatan produksi bibit, serta perluasan kemitraan menjadi fokus utama pengembangan Ayam Alope ke depan.

“Agar Ayam Alope dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat, maka langkah selanjutnya adalah mengembangkan kualitas genetik, produksi bibit, dan kolaborasi dengan pemerintah daerah,” jelas Prof. Syahdar.

Selain menyediakan bibit unggul, Unhas juga menyiapkan pendampingan teknis bagi peternak agar teknologi yang dikembangkan dapat diterapkan secara efektif. Bagi Unhas, Ayam Alope merupakan contoh bagaimana riset dapat menghasilkan inovasi yang menjawab tantangan pembangunan.
Bersama inovasi lain seperti Jagung Jago, pengembangan Ayam Alope menjadi bagian dari komitmen Unhas untuk memperkuat ketahanan pangan melalui sains, teknologi, kolaborasi, dan hilirisasi.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Senin, 20 Juli 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Editor: Kingzhie

Sumber Berita: Rilis

Penanggung Jawab: Ir. Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Siswi MTsN Pinrang Tembus Dua Besar OMI Pinrang, Siap Berlaga Di Tingkat Provinsi Sulsel
Siswi SD Athirah Baruga Raih Emas Olimpiade Internasional di Bangkok
Dua Siswa SMP Islam Ranu Harapan Ukir Prestasi Juara di Korpasgat Karate Championship 2026
Polres Palopo Kenalkan AI ke Pelajar SMAN 5: Siapkan Generasi Melek Teknologi
Tekan Mobilitas di Tengah Antrean BBM, Pemkot Makassar Terapkan Pembelajaran Daring
Kemenag Takalar Perkuat Koordinasi Guru Madrasah Ibtidaiyah, Dorong Peningkatan Kualitas Pembelajaran
Miris! 52 Dapur SPPG di Jeneponto Tak Ada yang Koordinasi Soal SLO ke DLH
Dana BOSP Rp113 Miliar Diduga Bermasalah, Pengawasan Disdik Makassar Dipertanyakan
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 20:03 WITA

Siswi MTsN Pinrang Tembus Dua Besar OMI Pinrang, Siap Berlaga Di Tingkat Provinsi Sulsel

Selasa, 15 September 2026 - 16:06 WITA

Siswi SD Athirah Baruga Raih Emas Olimpiade Internasional di Bangkok

Minggu, 13 September 2026 - 22:44 WITA

Dua Siswa SMP Islam Ranu Harapan Ukir Prestasi Juara di Korpasgat Karate Championship 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 16:52 WITA

Polres Palopo Kenalkan AI ke Pelajar SMAN 5: Siapkan Generasi Melek Teknologi

Sabtu, 12 September 2026 - 09:37 WITA

Tekan Mobilitas di Tengah Antrean BBM, Pemkot Makassar Terapkan Pembelajaran Daring

Jumat, 11 September 2026 - 21:00 WITA

Kemenag Takalar Perkuat Koordinasi Guru Madrasah Ibtidaiyah, Dorong Peningkatan Kualitas Pembelajaran

Kamis, 10 September 2026 - 16:21 WITA

Miris! 52 Dapur SPPG di Jeneponto Tak Ada yang Koordinasi Soal SLO ke DLH

Rabu, 9 September 2026 - 20:33 WITA

Dana BOSP Rp113 Miliar Diduga Bermasalah, Pengawasan Disdik Makassar Dipertanyakan

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran

Kamis, 17 Sep 2026 - 23:06 WITA