Antrean Solar Mengular di Uloe, Bupati Bone Beri Teguran Keras di Tempat
Melihat antrean panjang BBM bersubsidi di SPBU Uloe, Bupati Bone beri teguran keras kepada pengelola dan dorong penambahan pengawas agar distribusi tepat sasaran
Bone, DNID.co.id — Bupati Bone Andi Asman Sulaiman, menghentikan perjalanan dinasnya dan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SPBU Uloe, Desa Pakkasalo, Kecamatan Dua Boccoe, Selasa (28/7/2026).
Sidak dilakukan saat Bupati menuju kegiatan tanam perdana padi di Desa Welado, Kecamatan Ajangale, setelah melihat antrean panjang kendaraan di SPBU tersebut.
Didampingi Wakapolres Bone dan Dandim 1407/Bone, Bupati langsung turun memantau penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar yang dipadati kendaraan.
Melihat antrean mengular, Andi Asman Sulaiman menemui pengelola SPBU dan memberikan teguran keras.
“Besok jangan lagi ada kejadian antre seperti ini,” tegas Bupati di hadapan pengelola.
Bupati juga meminta pengelola segera melaporkan persoalan ini kepada pimpinan perusahaan agar segera ditangani.
“Sampaikan kepada pimpinan agar menyikapi persoalan ini. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan akibat antrean yang panjang,” ujarnya.
Dalam sidak tersebut, Bupati menyoroti tingginya permintaan solar bersubsidi yang diduga memicu antrean. Dia juga mengingatkan agar distribusi BBM dilakukan sesuai aturan dan tidak disalahgunakan.
“Jangan sampai BBM bersubsidi disalurkan tidak sesuai peruntukannya. Pastikan distribusinya tepat sasaran dan mengikuti aturan yang berlaku,” tegasnya.
Menurut Bupati, solar bersubsidi harus benar-benar dinikmati oleh yang berhak seperti petani, nelayan, pelaku usaha kecil, dan sektor produktif lainnya.
Selanjutnya Bupati Andi Asman meminta pengawasan penyaluran diperketat untuk mencegah penimbunan maupun penyalahgunaan.
“Pengawasan harus diperketat. Jangan beri ruang bagi praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi yang merugikan masyarakat,” katanya.
Bupati menegaskan, langkah cepat itu merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Bone terhadap pelayanan publik agar distribusi BBM berjalan lancar dan tidak mengganggu aktivitas warga.
Sudi, sopir mobil kanvas salah satu distributor makanan ringan di Kabupaten Bone, mengapresiasi tindakan Bupati yang langsung turun mengecek.
“Ini memang langkah seorang pemimpin. Begitu lihat masyarakat antre panjang, langsung turun mengecek. Kami sebagai sopir merasa diperhatikan,” kata Sudi.
Menurutnya, sidak seperti ini tidak hanya perlu di Dua Boccoe, tetapi juga di SPBU kawasan Kota Watampone yang sering dikeluhkan karena antrean panjang.
“Kalau bisa SPBU di kota juga disidak dan diberi teguran keras langsung di tempat supaya pengelola lebih disiplin melayani masyarakat,” ujarnya.
Sudi menilai antrean panjang sangat mengganggu pekerjaan sopir distribusi.
“kami ini kerja kejar waktu. Kalau antre berjam-jam, pengiriman barang terlambat, biaya operasional bertambah, dan pekerjaan ikut terganggu,” katanya.
Sudi mengusulkan agar pengawasan di SPBU diperkuat dengan menempatkan personel Satpol PP secara berlapis.
“Sekalian ditempatkan anggota Satpol PP yang berlapis di SPBU supaya pengawasannya benar-benar tegas. Mungkin selama ini sudah ada kerja sama sebagai pengawas, tetapi menurut kami pengawasannya masih perlu diperkuat agar tidak ada penyalahgunaan,” tegas Sudi.
Masih kata Sudi, kehadiran petugas pengawas secara rutin akan membuat pelayanan di SPBU lebih tertib, mengurangi potensi penyalahgunaan BBM bersubsidi, dan memberi rasa keadilan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Antrean Solar Mengular di Uloe, Bupati Bone Beri Teguran Keras di Tempat
SELASA, 28 JULI 2026
Melihat antrean panjang BBM bersubsidi di SPBU Uloe, Bupati Bone beri teguran keras kepada pengelola dan dorong penambahan pengawas agar distribusi tepat sasaran
Bone, DNID.co.id — Bupati Bone Andi Asman Sulaiman, menghentikan perjalanan dinasnya dan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SPBU Uloe, Desa Pakkasalo, Kecamatan Dua Boccoe, Selasa (28/7/2026).
Sidak dilakukan saat Bupati menuju kegiatan tanam perdana padi di Desa Welado, Kecamatan Ajangale, setelah melihat antrean panjang kendaraan di SPBU tersebut.
Didampingi Wakapolres Bone dan Dandim 1407/Bone, Bupati langsung turun memantau penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar yang dipadati kendaraan.
Melihat antrean mengular, Andi Asman Sulaiman menemui pengelola SPBU dan memberikan teguran keras.
“Besok jangan lagi ada kejadian antre seperti ini,” tegas Bupati di hadapan pengelola.
Bupati juga meminta pengelola segera melaporkan persoalan ini kepada pimpinan perusahaan agar segera ditangani.
“Sampaikan kepada pimpinan agar menyikapi persoalan ini. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan akibat antrean yang panjang,” ujarnya.
Dalam sidak tersebut, Bupati menyoroti tingginya permintaan solar bersubsidi yang diduga memicu antrean. Dia juga mengingatkan agar distribusi BBM dilakukan sesuai aturan dan tidak disalahgunakan.
“Jangan sampai BBM bersubsidi disalurkan tidak sesuai peruntukannya. Pastikan distribusinya tepat sasaran dan mengikuti aturan yang berlaku,” tegasnya.
Menurut Bupati, solar bersubsidi harus benar-benar dinikmati oleh yang berhak seperti petani, nelayan, pelaku usaha kecil, dan sektor produktif lainnya.
Selanjutnya Bupati Andi Asman meminta pengawasan penyaluran diperketat untuk mencegah penimbunan maupun penyalahgunaan.
“Pengawasan harus diperketat. Jangan beri ruang bagi praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi yang merugikan masyarakat,” katanya.
Bupati menegaskan, langkah cepat itu merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Bone terhadap pelayanan publik agar distribusi BBM berjalan lancar dan tidak mengganggu aktivitas warga.
Sudi, sopir mobil kanvas salah satu distributor makanan ringan di Kabupaten Bone, mengapresiasi tindakan Bupati yang langsung turun mengecek.
“Ini memang langkah seorang pemimpin. Begitu lihat masyarakat antre panjang, langsung turun mengecek. Kami sebagai sopir merasa diperhatikan,” kata Sudi.
Menurutnya, sidak seperti ini tidak hanya perlu di Dua Boccoe, tetapi juga di SPBU kawasan Kota Watampone yang sering dikeluhkan karena antrean panjang.
“Kalau bisa SPBU di kota juga disidak dan diberi teguran keras langsung di tempat supaya pengelola lebih disiplin melayani masyarakat,” ujarnya.
Sudi menilai antrean panjang sangat mengganggu pekerjaan sopir distribusi.
“kami ini kerja kejar waktu. Kalau antre berjam-jam, pengiriman barang terlambat, biaya operasional bertambah, dan pekerjaan ikut terganggu,” katanya.
Sudi mengusulkan agar pengawasan di SPBU diperkuat dengan menempatkan personel Satpol PP secara berlapis.
“Sekalian ditempatkan anggota Satpol PP yang berlapis di SPBU supaya pengawasannya benar-benar tegas. Mungkin selama ini sudah ada kerja sama sebagai pengawas, tetapi menurut kami pengawasannya masih perlu diperkuat agar tidak ada penyalahgunaan,” tegas Sudi.
Masih kata Sudi, kehadiran petugas pengawas secara rutin akan membuat pelayanan di SPBU lebih tertib, mengurangi potensi penyalahgunaan BBM bersubsidi, dan memberi rasa keadilan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.